Langit di Solo dan Jakarta, sama!


Malam itu seorang sahabat di Solo (sebut saja : Naning), mengirimkan sms.. yang isinya seperti ini :
“Keluarlah! Allah menunjukan kekuasaanNYA, Subhanallah..”
Wah.. ada apaan yaa, gumam saya. Buru-buru keluar rumah,, melongok-melongok ke langit, kanan – kiri sambil saya putar badan mencari sesuatu yang berbeda di langit yang gelap dan mendung saat itu. “Duh.. ada apa ya, kok nggak ada apa apa?”, bicara pelan sendiri.
Nggak mungkin Naning ngerjain saya, karena yang suka ngerjain itu, yaa saya. Kayaknya Naning belum handal klo maen ‘ngerjain-ngerjain’ alias usil pada saya. Pasti ada sesuatu di langit Solo yang ia lihat. Tapi ada apa.. hingga saya berdo’a.. “Ya Allah, langit kami sama kan.. maka tunjukilah apa-apa yang Naning lihat di langit Solo hingga Nampak di langit Jakarta, saya ingin bertasbih seperti halnya yang Naning lakukan ketika melihat langitMU.. ”, pas saya ngebalikin badan sambil mata tetap terjaga ke langit dan kepala tetap menengadah.. SUBHANALLAH, ALLAH AKBAR.. ada yang sangat cantik di langit, terang sekali.
Di langit gelap –sangat gelap– yang berbalut awan mendung itu ada Bulan bening dan terang.. kenapa terang karena langit disekitarnya benar-benar sangat gelap.. hingga Bulan terasa sangat jelas dilihat dari Bumi dan siluet-siluet di dalam Bulan terlihat juga.. klo kata orang dulu mah.. didalam bulan ada bidadari lagi mandi *hehe… masa?*, bukan hanya hal itu yang membuat saya dan –mungkin- Naning takjub.. ada lingkaran yang mengelilingi Bulan, berwarna-warni seperi pelangi yang melingkar.. tapi rada didominasi warna merah saga.. fenomena langka. Dan teman setia Bulan, ternyata nampak juga.. si Bintang yang terang.. tapi -mungkin- itu planet karena sangat terang, selain punya cahaya sendiri tapi juga dapat pantulan cahaya dari bulan yang letaknya tidak terlalu jauh dari bulan, jadi terlihat jelas.
Setelah itu saya masuk kembali ke dalam rumah, mengetikan sms untuk memberi kabar ke sahabat-sahabat terdekat agar menyaksikan fenomena tersebut.. tapi belum puas saya melihatnya, saya ajak kakak dan ayah yang baru pulang untuk menunjukan apa yang saya lihat, tapi saya nggak ngajak mamah, kasian udah tidur..
Ayah dan kakak bertasbih.. hingga ayah bilang, “Ayah jarang memperhatikan langit, seharusnya kita lebih peka dengan fenomena-fenomena seperti ini..”, saya dan kakak hanya mengangguk-angguk.. tanda setuju dengan pernyataan ayah dan tak ada pembelaan untuk argument ayah, udah speechless duluan liat fenomena itu..
Dan saya yakin dimanapun, entah itu di Pangkajene – Sulawesi selatan, Solok – Sumatera Barat, Cilegon – Banten, Bogor – Jawa Barat, atau di Purwokerto – Jawa Tengah-.. langit kita sama!

Dan Langit akan tetap biru, walaupun menaungi berbagai warna yang ada di bawahnya..

Salam pencinta Langit,

dianyaa

24 September 2010
@kampung baru
Fenomena itu muncul di malam tanggal 21 September 2010, sekitar jam 10 malam.. namun sayang, saya lupa mendokumentasikan fenomena tersebut.. saking takjubnya kali yaa.. maap! Klo ada yang lihat juga dan sempat mendokumentasikan, minta doooong! Di upload ya di sini.. terimakasih –sangat-
Sebagai hiburan neh saya kasih gambar bulan bohongan.. hehe, ya rada-rada miriplah.. tapi tak sama!

Pada Akhirnya..


Pada akhirnya manusia memang harus membangun kekuatan dari diri sendiri.. kekuatan yang bersumber dari Dzat yang tidak akan pergi atau hilang.. kita memang membutuhkan orang lain, bukan hanya karena banyak hal yang kita tidak mampu dan orang lain yang melengkapinya tapi juga karena sebagian dari kekuatan, dinamisasi dan semangat kita muncul karena kita dibutuhkan org lain.. tp kebutuhan terhadap orang lain ini bisa juga menjadi ketergantungan yang melumpuhkan jiwa dan ini tanda kelemahan jiwa.. betapa banyak orang-orang besar jatuh karna kehilangan orang-orang yang melingkupi hidupnya.. entah itu bernama ayah, ibu, suami, anak, sahabat, kekuasaan, harta dan sebagainya.. tiap kehilangan pasti menimbulkan kesedihan, tapi mukmin sejati tidak akan larut pada sifat melankolik mereka. Pesta sejarah harus tetap dilanjutkan. Amal-amal besar harus tetap dicapai.. mereka memiliki kebesaran jiwa yang mengalahkan sifat melankolik mereka.. karena energi mereka bersumber dari Dzat yang kekal.. maka sebuah kehilangan adalah stimulun, maka kesendirian adalah sebuah treatmen dari ALLAH agar kita bisa berlatih memunculkan energi jiwa yang bersumber dari ALLAH..

Teman-teman, kalimat di atas itu saya dapat dari sebuah sms yang dikirimkan oleh seorang ustadzah..*panjang bener yaa* hampir setiap hari,, beliau mengirimkan saya sms penyemangat di pagi hari,, sepertinya saya merasakan dengan sangat beliau kehilangan saya, dan saya pun merasa kehilangan beliau -hehe.. keGRan banget saya-

Kami memang sangat dekat, dekat sekali.. saya sering berdiskusi banyak hal denga beliau, dimanapun.. rasanya tak akan pernah saya lupa, gaya bicaranya.. bahasa tubuhnya, hingga caranya menanggapi ke-REWEL-an saya yang serba dadakan..

Saya masih tetap berharap, ketika menyabut pagi.. sms-sms dari beliau masih menghiasi inbox handphone saya, walaupun nggak bertemu, semoga sms itu bisa mewakiliSMANGAT beliau yang tak saya ragukan..

salam SMANGAT selalu,

dianyaa

23 september 2010

@kampung baru