Slaaaaaaaaaaaammmmatt!!!


Alhamdulillah bisa melihat senyum wisuda kalian wau hanya di foto.. Kaka melihat sekumpulan pejuang yang siap berjuang.. Kaka melihat sekumpulan pejuang yang siap berkorban.. Melihat kalian sekumpulan pejuang kebenaran yang membawa al-qur’an, Sungguh kaka melihat pejuang Iman.. Kini saatnya para pejuang menempuh sebuah medan perjuangan, Sendiri atau bersama,, ingat diri kalian adalah pejuang. 3 tahun bekal di kampus perjuangan.. Amalkan, amalkan, amalkan.. Wahai pejuang Iman, Bangga bisa mengenal dan berjuang dengan kalian..

*sms dari kaka tingkat kepada wisudawan 44 setelah wisuda berlangsung*

 

Pejuang Iman?? Huft!! .. berat rasanya dapat panggilan seperti itu, ya nggak teman-teman? *nengok kanan-kiri cari dukungan ama teman-teman wisudawan 44 / THE PIKR*

Klo angkatan 45 disebut angkatan Pejuang, angkatan 46 disebut angkatan Pemenang, dan angkatan 47 disebut angkatan Pewaris Negeri, klo angkatan 44?? kami terlahir sebagai angkatan 44,, angkatan pembeharu!! Haha 😀 apaan lagi tuh. Yaa, angkatan 44.. nggak punya nama, untitle.. tapi semua itu terlahir lebih dahulu karena angkatan 44 ada, hehe PD mode : on (maap-maap yaa).

Agak -sedikit- iri karena adanya sebutan-sebutan ditiap angkatan, nasibnya tidak terlalu jauh dengan angkatan 43 yang juga nggak punya nama, tapi.. akhirnya mereka pun menyebut angkatan mereka sebagai BARISAN 43. Dan pada tanggal 14 Februari 2010 jam 17:16 di BAIT Masjid Al-Ghifari.. di proklamirkan sebutan untuk angkatan 44 à THE PIKR.. apaan tuh? THE PIKR merupakan singkatan dari :

Ini tuh tercetus karena taujih dari seorang teman kami juga yang bernama RIZZKI AKBAR, tentang Manajement Langit : PIKR, ZIKR, dan MIKR *nanti di bahas dalam postingan yang berbeda, oke!*

Kini kami sudah kembali ke kampung halaman masing-masing,, cukup sudah bekal di kampus kami bawa pulang, untuk melanjutkan perjalanan panjang dalam kehidupan menuju akhirat, satu pinta saya : ISTIQOMAH, ISTIQOMAH, dan ISTIQOMAH!!

Kalian sudah membuat goresan yang terlalu indah dalam hidup saya, 3 tahun mengenal kalian.. seperti terbawa dalam arus ukhuwah yang sangat deras,, menuju singgahsana dewasa! Disini, saya mengenal dan belajar lagi tentang kehidupan yang lebih luas..

 

Ku berjalan mengikuti langkah kakiku

Memasuki gedung megah yang tak pernah ku duga

Di Institut Pertanian Bogor kita bertemu..

Menjalin kasih bersama cintaNYA

Wahai sahabatku,, Kuingin engkau tahu,

Aku disini bersamamu,, menggapai ridho Illahi

Wahai sahabatku,, Kuingin engkau-pun tahu,

Aku disini bersamamu,, kita berbagi cerita tentang kehidupan

*Special untuk wisudawan 44, lirik lagu buatan : dian*

 

salam smangat,

dianyaa

@kampung baru

24 Oktober 2010

 

Persembahan Kami -Fakultas J-



Bagi jiwa-jiwa yang tenang hatinya..
Bagi jiwa-jiwa yang merindukan kemenangan..
Bagi jiwa-jiwa yang menginginkan kebaikan..
Bagi jiwa-jiwa yang bersemangat..
Bagi jiwa-jiwa yang lemah tanpaNYA..

Seberapa inginnya kalian untuk melihat banyaknya mahasiswa diploma IPB bertilawah di bawah pohon rindang, dipojok kampus, di kantin, di taman kampus juga di takol?

Seberapa inginnya kalian untuk tidak khawatir lagi mata kalian terkotori dengan aurat perempuan yang terbuka? Sehingga kalian selalu disejukkan dengan pandangan-pandangan  yang menentramkan hati.

Seberapa inginnya kalian untuk mendengarkan alunan murattal al-qur’an ditiap kali kalian berjalan dari suatu ruangan ke ruangan lainnya? Sehingga kalian hanya mendengar suara-suara yang mengingatkan kalian pada Dzat yang Maha Mulia.

Seberapa inginnya kawan??? Jawablah dalam hati..
Cukup ALLAH ta’ala saja yang menjadi saksi.

*dari kami… HRD department Forum Rohis*

 

Ini salah satu tulisan yang terdapat pada slide presentasi Program Kerja Departemen HRD Forum Rohis Diploma IPB Generasi ke-3,, dan yaa.. ini slide yang dipresentasikan pada tanggal 22 Februari 2009.. tulisan itu merupakan impian, sekaligus cita-cita yang saya rasa bukan hanya saya yang menginginkannya, namun juga sekuruh muslim/ah di Diploma IPB. Sengaja saya masukan tulisan itu ke blog ini, berharap ada adik-adik tingkat atau civitas diploma IPB yang setia mengintip-intip blog saya. Jadi cita-cita ini bisa diteruskan.

Kalau berbicara tentang ‘seberapa ingin’ maka saya jawab : SANGAT INGIN!! Siapa yang tidak ingin melihat kampusnya teduh,, dengan banyaknya kebaikan yang bertebaran dimana-mana. Saya memang sudah menjadi alumnus Diploma IPB, tapi saya rasa.. impian-impian saya untuk Diploma IPB tidak bisa terputus begitu saja hanya karena saya sudah menjadi alumnus,, hingga putuslah ikatan silaturahim kepada seluruh penghuni kampus sekarang.

Kampus Diploma IPB dibagi menjadi 3 Kampus. Pusat Kampus Diploma ada di Cilibende yang biasa disebut sebagai kampus CB, ada di Gunung Gede yang biasa disebut sebagai kampus GG, dan juga ada di Baranangsiang yang biasa disebut kampus BS. Dulu juga ada Kampus Jakarta, nah lho??Kampus Cilibende sebagai pusat administrasi dan perkuliahan sedang mengalami pembangunan gedung baru di sisi depan, dan mulai merapihkan lahan-lahan yang ada disana, salah satunya dengan membuat lahan parker yang lebih luar di luar kampus.. mantabz!!. Ya kampus yang sederhana ini harus banyak membuat gedung-gedung baru, karena mulai tahun ini mahasiswa-mahasiswa yang berada di kampus Jakarta sudah dipindahkan di Bogor semua.. Hm, lagi rada aneh sih.. Institut Pertanian Bogor kok ada di Jakarta, IPJ dong? *Institut Pertanian Jakarta*. Selain itu terjadi juga peningkatan minat calon mahasiswa baru baik dari jalur USMI maupun Reguler.

Sekarang sudah angkatan 47,, sedang diploma IPB membuat Direktorat sendiri sejak angkatan 42. Itu berarti 5 tahun sudah Diploma IPB memanajemen sendiri, semua civitas yang ada didalamnya. Seperti halnya, lembaga kemahasiswaannya. Diploma dianggap sebagai 1 fakultas, dengan urutan ke 10, atau biasa di sebut Fakultas J. Tapi menurutku, diploma IPB tidak pantas disebut fakultas, karena jumlah mahasiswanya melebihi jumlah mahasiswa Fakultas yang ada di IPB S1. Oleh karena itu, suara Diploma IPB untuk PEMIRA KM sangat diperhitungkan.. hehe .

Kini kampus Diploma IPB, makin terlihat gagah.. dengan pernak-pernik yang ada didalamnya, yang saya harap hanya : TEDUHLAH KAMPUSKU!! Teduh disini berarti,, seluruh civitas Diploma IPB mampu dan memdayagunakan seluruh potensi dalam diri. Untuk berprestasi, untuk membuat kegiatan-kegiatan yang mampu membuka potensi-potensi para mahasiswa, untuk makin membuka peluang-peluang kebaikan yang mana semua itu bersumber pada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT.

Jika secara intellegen dan emotional sudah mampu dikuasai, maka spiritual merupakan salah satu hal penting yang perlu di perhatikan untuk menopang 2 kemampuan tersebut. Agar menjadi Insan Kamil.. Mahasiswa yang Sempurna.. HIDUP MAHASISWA!!

salam smangat,

dianyaa

@kampung baru
24 Oktober 2010

kakashi


“ninja yang melanggar aturan disebut sampah, tetapi ninja yang tidak memperdulikan temannya lebih rendah dari sampah”

(hatake kakashi, anime Naruto)

 

suka!!

dengan semua hal tentang persahabatan..

58 hari ini


sebelum mulai ngisi Asistensi PAI, motret dulu dah..

ini SMAN 58 Jakarta, di potret dari lantai 3 depan kelas X-B

Kelas X-B.. kelas dimana saya mengisi Asistensi PAI

salam semangat (selalu),

dianyaa

@kampung baru

4 Oktober 2010

Reuni Pengangguran


Sejak pagi saya dan teman saya : Wenni, sudah duduk-duduk di stasiun Pondok Cina, sambil nunggu satu personil lagi yang ternyata datangnya terlambat.. jadilah kami obrol-obrol bukan obral yaa.. mulai dari masa-masa kuliah ampe akifitas sekarang. Saya dan wenni memang cukup dekat, kami kenal di semester 3, dan mulai akrab di semester 4.. Wenni cukup membuat saya nyaman, dan nyambung ngobrol ama dia. Agak lama kami di Stasiun Pondok Cina, dan yaa dapat kabar ternyata personil yang satu lagi salah stasiun (gubrak!).. yaa sudahlah akhirnya kami memutuskan untuk berangkat berdua, dan ketemuan di Stasiun cawing.. Karena sudah hamper lebih dari sebulan nggak ketemu Wenni, jadi banyak bet yang kita bahas.. berasa kereta milik sendiri, nggak bisa diem.. padahal banyak mata yang ngeliatin kita #kePDan.

Sampai di Stasiun Cawang, kami bertemu dengan seorang ibu pekerja, ngobrol dikit terus beliau nanya,

“mau kemana memangnya de?”, Tanya ibu pekerja. Kenapa saya sebut ibu pekerja.. karena beliau seorang ibu rumah tangga merangkap juga bekerja dikantoran.

“mau ke Istora Senayan bu..”, jawab saya dan Wenni.

“Oh.. mau ke Istora, ya udah naik kereta lagi aja yang ke Sudirman. Saya juga mau ke daerah senayan kok..”, jawab Ibu pekerja.

“Tapi tiket kami nggak ke sudirman bu..”

“Nggak apa-apa kok.. ekonomi AC kn? Bisa kok, lanjut aja..”

“Beneran neh bu?”

“Iya bener kok.. tuh keretanya datang..”

Dan kami pun naik kereta lagi menuju Sudirman, dan eh.. lupa, personil tadi ketinggalan di stasiun cawang.. aduh!! Maap personil.. keduluan naik.. kami berdua : dhayhen dan wenni.. bener-bener lupa klo sebenarnya kita bertiga.. tapi nggak mungkin kami balik lagi.. akhirnya, kami memutuskan untuk bertemu di Istora Senayan saja (itupun jika berjodoh).

Saya baru tau klo ternyata kereta ke Sudirman itu ada, haha.. jarang naik kereta.. dan itu pun katanya kereta yang ke Sudirman hanya ada pagi dan sore hari.. dikit amat yaa!! Si Ibu pekerja ketemu dengan temannya.. wuih, rumpi dah dikereta. Tapi bener dah, tuh ibu asyik bet.. baik lagi.

Nyampe dah di stasiun Sudirman, cakep juga neh stasiun.. pertama kali neh menginjakan kaki di Stasiun ini, ada eskalatornya.. tapi nggak jalan –payah-. Naik ke atas trus kata si Ibu “De, kalian bareng Tante ini yaa”..  sambil nunjuk temannya yang ketemu di kereta tadi. “Iya bu, makasih banyak yaa”.. lanjut, naik metromini 19 (eh..bener nggak yaa, klo nggak salah sih itu). Waaah.. keburu naik bus, padahal pengen foto dulu didepan patung Jendral Sudirman (Norak!)

Dan yaa.. sampai deh di ISTORA SENAYAN, giliran Jobforcareer exhibition!! Wuih, ternyata ngantri masuknya.. rame juga ternyata, itu tandanya banyak juga pengangguran di Ibukota ini. Pas masuk, jiah.. mentok sana sini anak-anak Diploma IPB.. saya berkumpul ama teman-teman TEKKOM IPB,, dan lagi-lagi terjadilah keberisikan.. sampai Om ded (Dedi).. ngomong : “Ssstt.. jangan pada berisik dan norak deh.. lagi reuni pengangguran neh” haha.. Om ded, bisa aja dia meng-istilah-kannya..

Seperti itulah yang terjadi di Jobforcareer exhibition yang bisa di istilahkan dengan reuni pengangguran.. bagi para freshgraduate, seperti halnya saya.. acara-acara seperti itu bagaikan pencerah (alah!) biar nggak terlalu sadar –klo lagi pengangguran- yaa, harapannya sih semoga ada yang ‘nyantol’..

toh pekerjaan bagian dari rezeki yang sudah Allah berikan porsinya masing-masing untuk tiap hambaNYA.. klo udah ikhtiar, do’a, yaa tawakal.. balik lagi mengembalikan semua pada pemilik rezeki.. ya nggak?

salam freshgraduate,

dianyaa

@kampung baru

3 Oktober 2010