AADC part 1



kulari ke hutan kemudian teriakku
kulari ke pantai kemudian menyanyiku
sepi.. sepi,, sendiri, aku benci
aku ingin bingar, aku ingin di pasar
bosan aku dengan penat
dan enyah saja kau pekat
seperti berjelaga jika kusendiri
pecahkan saja gelasnya biar ramai!
biar mengaduh sampai gaduh
ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih
kenapa tak goyangkan saja loncengnya
biar terdera..
atau aku harus lari ke hutan, belok ke pantai?

————————————————————

ini puisi mulai dengar saat SMP, zaman-zamannya AADC lagi booming,,
dan tiba-tiba.. seorang sahabat sms ..
“ian, lagi sibuk nggak? tiba-tiba aku merasa sedih.. sepi.. minta tausyiah dong.. T.T”

dan jawabku adalah..
“pecahkan saja gelasnya.. biar ramai! biar mengaduh sampai gaduh..”

maap, terbawa suasana sob..
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s