dialog (antar) sahabat


sahabat

: dian, kamu pernah merasa kehilangan aku?

dian

: pernah..

sahabat

: kapan?

dian

: saat tak ada (balasan) sms dari mu, dan saat apa yang terjadi pada dirimu tapi aku tak (diberi) tahu

sahabat

: terus apa yang kamu lalukan?

dian

: mencoba untuk terus husnudzon.. bahwa kamu selalu mempunyai alasan atas semua hal yang terjadi pada sikapmu *senyum*

sahabat

: hanya itu?

dian

: hanya itu yang membuat rasa resah ini terkurangi saat kehilanganmu..

~Dian Fitriah, Jakarta – 26 Desember 2010 ~

Iklan

berteman pada sepi..


baru saja berteman dengan sepi,

dia bilang,

: “kenapa kamu mau berteman dengan ku?”

 

hm.. aku terheran,

berteman kok ditanyakan..

 

lalu dia melanjutkan lagi,

: “aku ini sendiri, aku ini tak ada siapa-siapa”

 

aku masih terdiam, bergumam dikit

: “aku hanya ingin berteman padamu sepi”

 

mendengar aku bergumam, sepi pun berkata lagi

: “masih kah engkau ingin berteman dengan ku?”

 

dan akhirnya aku menjawab semua tanya yang ia ajukan,

: “pada sepi ku ajukan pertemanan.. bukan untuk mengejeknya, tapi.. pada sepi ku ingin belajar, untuk lebih setia walaupun hanya seorang diri, walaupun tak ada siapa-siapa..”

 

 

~ Dian Fitriah – Jakarta, 25 Desember 2010 ~

gadis payung..


 

kemarin, kulihat ada gadis kecil dipinggir jalan,

ia berdiri sambil memayungi tubuhnya yang sudah terlanjur basah

akibat air yang turun dari langit..

 

matanya terjaga, melihat kanan dan kiri sisi jalan raya

yang padat karena lampu merah..

menawarkan payungnya yang sudah lusuh

pada manusia-manusia sibuk disore itu

 

gadis kecil itu tak meminta upah,

hanya ingin payungnya terpakai..

memastikan bahwa payungnya itu tidak bolong

seperti apa yang dikatakan teman-temannya..

 

namun, pada nyatanya..

tubuhnya basah dibawah payung yang tertimpa air deras yang turun dari langit

 

~ Dian Fitriah – Jakarta, 25 desember 2010~

di radio malam itu..


frekuensi sudah di tetapkan,

terdengar suara darinya..

mencoba menerka-nerka apa yang sedang dibahas,

lalu terdengar lagi suara lain darinya..

 

ada yang bercerita, dia bilang

: aku ingin bertahan!

 

apa yang dipertahankan?

 

lanjut lagi ia berkata,

: aku tetap akan bertahan mempertahankan rasa yang ku yakini, jika Tuhan berkendak maka rasa ini akan terwujud,, hanya cukup kekuatan untuk bertahan!

 

oh.. sudah bisa ku terka..

dan aku gamang, bagaimana dengan aku?

ah.. siapa yang peduli dengan rasa ini..

 

 

~ Dian Fitriah – Jakarta, 25 Desember 2010 ~

TULANG RUSUK TIDAK AKAN PERNAH TERTUKAR..


Bismillahirrahmannirrahim..

Maha baikNya Allah yang memberikan banyak hikmah kapanpun, termasuk di hari meuju sore ini. Betapa rasanya saya sangat mengebu-ngebu untuk segera berbagi cerita tentang apa yang saya dapatkan.

Kita bicarakan tentang jodoh yuk? Yaa, hal tersebut takkan pernah habis masanya untuk diceritakan, Jodoh itu RAHASIA, Jodoh itu TAKDIR.. siapa yang paling mengetahui siapa jodoh kita selain, pemilik diri kita, yaitu ALLAH Azza Wa Jala.

Banyak yang bercerita kepada saya, tentang jodoh, khususson untuk hari ini. Ketika buka ruang chat di Facebook, ada yang bertanya tentang keraguan seorang laki-laki untuk menikah, beuh.. kayak saya pakar perjodohan atau yang sudah dimunculkan saja siapa jodoh saya alias saya sudah berpengalaman. Belum.. saya belum menikah dan belum tahu siapa jodoh saya, tapi “saya sangat senang mengambil hikmah dari tiap proses yang dilalui oleh orang-orang yang saya kenal untuk menjemput jodohnya tersebut”. Karena saya bisa belajar dari berbagai macam kisah tersebut untuk kebaikan yang akan saya lalui nanti. InsyaAllah.

Sore ini ada seorang perempuan shalihat yang menelpon dan bercerita tentang bagaimana proses ia menjemput jodohnya, insyaAllah Januari 2011 ini beliau akan menikah, Subhanallah.. keberkahan milik anti ukhty shalihat.. 🙂

 

Oke, kita mulai berbagai kisah. Siap? Santai aja.. sambil makan cemilan atau minum teh juga boleh, nggak dilarang kok *lho? Apa-apaan ini kok seperti mau ngajar saja.. tapi klo dikelas nggak boleh makan, berhubung tidak lagi dikelas, jadi sah-sah saja yaa*.

Fenomena saat ini yang terjadi adalah.. keragu-raguan kita terhadap ketetapan Allah atau Takdir, jodoh termasuk takdir bukan? Sama halnya seluruh elemen dalam kehidupan, semua sudah ada skenarionya.. seperti sinetron yang mempunyai cerita tersendiri mulai dari awal sampai akhir cerita. Begitulah kita dalam kehidupan. Allah yang Maha Baik itu mempersiapkan banyak hal untuk kita para HambaNya (semoga kita –lebih- tahu diri akan kebaikan yang Allah berikan).

Efek dari keraguan tersebut adalah melanggarnya kita terhadap syari’at-syar’iat ISLAM, seperti Pacaran, ke orang ‘pintar’ –dukun – paranormal- atau yang lainnya untuk bertanya siapa jodoh kita, mengikuti kuis-kuis tentang ramalan jodoh atau melakukan ritual-ritual aneh agar dimunculkan jodoh kita minimal lewat mimpi. Na’udzubillahimindzalik. Semoga kita semua terhindar dari apa-apa yang saya sebutkan tadi.

 

Kalau dianalisa, hal tersebut sepertinya menunjukkan, bahwa kita TIDAK SABARAN,, ya nggak sih? “Ah, takut si perempuan itu disamber orang lain, di pacarin dulu deh biar jadi hak milik”. Hak milik? Apa coba, wong kita hanya milik Allah semata, berani-beraninya mengakui seorang manusia yang kita inginkan itu milik kita. Emang ngapain sih pacaran ? bagi saya pacaran adalah kelakukan ABABIL, nah lho apaan tuh ABABIL? Anak Baru Gede yang nggak labil, alias nggak punya keteguhan. Padahal aktifitasnya paling cuma sms-an, teleponan, pergi bareng, ada yang perhatian, dll.. setelah semua rasa hilang, ditinggalin deh.. uh, kasian.. jangan mau makannya. Pacaran nggak bertahan lama, klo nggak jodoh.. yaa, bye-bye.. cari lagi (Jangan!). Akhirnya kita mendapatkan perasaan-perasaan yang saling berkaitan, yaitu.. melayang dan jatuh. Melayang saat pertama kali jadian karena semua hal yang baik-baik diliatkan pokoknya bikin ‘meleleh’ deh.. tapi, jatuh.. karena ditinggalin –diputusin-. Sakit? Jelas! Karena ini bermain dengan hati, hati kita sakit karena punya rasa. Rasa itu yang membuat dinding-dinding hati kita bergetar tergantung sentuhannya.. bikin kita bahagia atau sedih.

 

Lanjut, ada lagi fenomena, karena saking penasarannya siapa pendamping hidup, akhirnya memberanikan diri untuk ketemu dukun, paranormal, atau mengikuti program-program ramalan yang tersedia melalui internet atau sms. Tapi bener gitu ramalannya? Klo-pun ramalan tersebut bener dari orang yang –sok- pinter itu, maka itu disebut ISTIDRAJ.

Rasulullah SAW bersabda, “Jika kamu seorang hamba diberi oleh Allah kenikmatan dengan sesukanya atas perbuatan maksiat yang ia lakukan, naka ketahuilah bahwa itu adalah istidraj (ujian dan untuk kemudian dihancurkan). Beliau kemudian membaca firman Allah, ‘Dan tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa’. (Al-An’aam:44 )” (HR. Ahmad dari Uqbah bin Amir)

Dan juga sebagian ulama salaf mengatakan, “Jika kamu melihat Allah melimpahkan kepadamu nikmat-Nya sementara kamu berbuat maksiat kepada-Nya, maka berhati-hatilah Karena itu istidraj ”

Pada intinya kegiatan meramal, percaya dengan horoskop –zodiak dan kawankawannya- adalah sesuatu hal yang syirik, Allah tidak menyukai hal tersebut, jika ada suatu ramalan yang benar, maka itu hanya sebagian saja kenikmatan yang Allah kasih, namun setelah itu ada siksa bagi yang menyakininya. JANGAN SAMPE.. T_T

 

Kita perjelas lagi arah pembicaraan kita, dikalangan para Da’I (para pen-Dakwah yang memberikan / menyebarkan / mengajak manusia pada kebaikan dan kebenaran) fenomena saling tag-tag-an atau saling dekat “layaknya kelakukan orang yang tak paham syari’at” juga terjadi, jangan heran.. Da’i juga merasakan semua fitrah kemanusiaan. Tinggal mana yang mau kita pilih.. kebaikan atau keburukan untuk diri kita, setelah itu biarlah tangan-tangan Allah yang bemain untuk kita. Tapi bukan berarti bikin para Da’i terjerumus akn hal tersebut, sebisa mungkin -sekuat hati- terhindar akan hal tersebut.

 

Ikhwah juga banyak yang NGGAK SABARAN, saking tidak sabarnya, ikhwan deketin akhwat yang disuka terus berlanjut hubungan antara hati dan hati dan yaa.. kena deh, saling ada rasa.. *ouh…*. Namun, fenomenya adalah si ikhwan belum siap jika mengajaknya menikah, tentang materi yang katanya belum ‘mapan’, keluarga yang belum siap atau memberikan izin, belum kelar kuliah, juga banyak hal lainnya, sedang si akhwat butuh kepastian dan kejelasan atas hubungan yang terjalin juga sikap dari si ikhwan.

Akhirnya si akhwat berputus asa untuk mengharapkan ikhwan tersebut, dia berproses dengan ikhwan lain yang lebih siap, oke.. ternyata bayang-banyang si ikhwan tak lepas juga, gagal proses pertama, setengah hati ia mengharapkan si ikhwan tersebut sudah siap meminangnya, dan ternyata belum juga siap. Lanjut lagi dengan proses ke dua dengan ikhwan yang berbeda tentunya, gagal juga.. hingga sampai pada proses ke-empat, ternyata ikhwan yang hadir adalah yang dulu pernah ia tolak karena ia masih mengharapkan ikhwan yang sudah bersarang dihatinya. Yaa, tragis.. hubungan yang terjalin sebelumnya hanya membawa duka dan luka.. kenapa juga tidak bersabar saja menunggu untuk Adam yang sudah Allah pilihkan untuknya. Waktunya terbuang sia-sia menanggapi ikhwan yang tak ada kejelasan, hatinya terkotori, terlupa ada pemilik hati yang maha agung yang begitu cemburu terhadapnya, dia.. Allah yang maha membolak-balikan hati.

 

Begitulah.. tulang rusuk tidak akan pernah tertukar, entah jodoh kita sedang berada pada belahan bumi yang berbeda, entah ada disekeliling kita, entah dimanapun ia berdiri tegak saat ini, sedang apa ia saat ini, atau dengan siapa ia saat ini, kalau jodoh mah nggak akan kemana. Ia akan hadir tepat pada waktunya, ia akan datang disaat kita siap menyambutnya. Bersabarlah wahai diriku, bersabarlah wahai saudara-saudariku shalihin-shalihat yang begitu mendambakan jodoh hadir untuk diri kita. Karena lebih dari ribuaan tahun yang lalu, ia sudah tertulis di Lauhful Mahfudz untuk kita, yaa.. untuk kita semua. Karena sejatinya adalah : manusia hidup berpasang-pasangan..

 

Jangan terlalu gusar, apalagi sampai stress.. jangan-jangan sampai yaa, kita cukup bersabar lebih lama lagi “bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu” (QS.Ali Imran : 200) untuk kehadirannya, sekarang.. berlombalah untuk menjadi khalil (kekasih) Allah.. untuk cinta yang sempurna 🙂 oh, nice!

 

dah dulu yaa sesi berbagai hari ini, kapan-kapan disharing lagi cerita-cerita yang lain.. selamat berbagi inspirasi 🙂

sekali lagi.. TULANG RUSUK TIDAK AKAN PERNAH TERTUKAR wahai Akhi, wahai ukhty..

 

~ Dian Fitriah – Jakarta, 24 Desember 2010~

 

Jazakumullah khair atas cerita-cerita hari ini dan sebelum-belumnya, izinkan saya mengambil hikmah dari tiap cerita yang disampaikan, agar saya dan tentunya untuk teman-teman menjadi INSAN yang bisa terus belajar untuk memperbaiki diri demi kebaikan 🙂