“butuh ikhwan..”


Eits,, bentar-bentar jangan salah paham dulu atas judul di atas. Biarkan saya bercerita dulu yaa tentang hal ini.

Baru saja saya dan teman-teman selesai mengorganisasikan Latihan Dasar Kepemimpinan Rohis SMP 9 Jakarta (LDKR9). Dalam masa-masa persiapan, ternyata lebih banyak alumni akhwat (perempuan -pen) yang bisa ikutserta dalam proses persiapan menuju LDKR9. Banyak hal yang membuat kesertaan ikhwan tidak terlalu banyak, mohon maaf tidak saya ceritakan hal tersebut. Hingga sekumpulan akhwat saja yang bisa mempersiapkannya. Dalam perjalanan tersebut, kami lakukan semampu kami, walaupun begitu banyak ke tidak-optimal-an dalam persiapan. Kami kesulitan berkoordinasi dengan ikhwan yang bisa ikut serta langsung dilapangan dalam persiapannya. Mulai dari pembicara, peralatan, sampai konsep acara kami susun sendiri. Sangat dirasakan ada kekurangan dimana-mana tapi yang ada dalam pikiran kami, LDKR9 ini harus segera dilaksanakan karena siswa-siswa sudah liburan memasuki semester genap, dan belum ada regenerasi di ROHIS 9. Ada atau tidak adanya ikhwan tetap harus berlangsung.

Oke, sampailah pada hari H, dimana LDKR 9 dilaksanakan. Yaa, pada kenyataannya semua yang kurang dari persiapan kami, diperlihatkan. Sungguh, sangat resah saat itu, ikhwan peserta yang hadir sangat tidak memenuhi target. Target? Oh yaa, kami lupa membuat target itu.. publikasi yang mendadakan dan hanya mengandalkan ketua rohis untuk mengurus publikasi di ikhwan.

Saat itu, saya merasakan.. “butuh ikhwan..” yaa, butuh alumni-alumni ikhwan yang bisa menjembatani ini semua. Butuh ikhwan dalam pertimbangan acara-acara yang pesertanya ikhwan-akhwat. Jika acara tersebut akhwat saja pesertanya, tak ada masalah bagi saya. Tapi ini.. acara ikhwan-akhwat, memang akan kurang optimal jika akhwat saja yang mengurus semua.

Saya sangat sadar hal tersebut, sangat sadar.. bahwa perempuan pasti membutuhkan laki-laki, begitupun sebaliknya. Dalam organisasi, peran serta aktif antar ikhwan dan akhwat itu sangat diperlukan, kelancaran koordinasi akan membuat agenda-agenda yang dilaksanakan lebih optimal lagi. Anggota rohis itu bukan hanya akhwat saja, dan juga bukan hanya ikhwan saja. Tapi keduannya. Pembinaannya harus diatur masing-masing. Tidak bisa saling dicampur-campur.. beda kalau dalam pelaksanakan acara untuk ikhwan-akhwat ini, semua harus dikoordinasikan dengan baik.

Banyak hikmah yang saya ambil setelah pelaksanaan LDKR9. Dan semoga semua ini bisa mebuat alumni tersadar, akan kekosongan yang terjadi. Kita semua butuh berkumpul untuk berdiskusi dan merealisasikan komitmen kita terhadap kepedulian kita.

 

~ Dian Fitriah – Jakarta, 20 Desember 2010 ~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s