Catatan Bunda Guru #1


alhamdulillah, akhirnya disela-sela aktivitas mengajar saya bisa menulis juga. Saya ingin menuliskan semua hal yang terjadi pada perkembangan untuk siswa-siswa saya. Hehe.. 😀 siswa-siswi bersama Bunda dan Yanda Guru di sekolah kami.

Hari ini, Senin 28 Maret 2011

Saya ingin memperkenalkan murid saya bernama : Nadif Fawwas. Seorang siswa kelas Ulat. Boleh yaa, bercerita tentang siswa kecil ini. Kelas Ulat itu berumur 2-3 Tahun. Mengajar dikelas ini lebih banyak bercanda dengan anak-anak. Mereka lucu-lucu dan polos. Celotehannya, ekspresinya, juga gerak tubuhnya.. sering kali membuat saya takjub, waw.. subhanallah deh.

Nadif, begitu saya dan bunda/yanda Guru yang lain memanggilnya. Nadif merupakan siswa yang rumahnya paling jauh. Dia tidak diantar Bunda/Ayah kandungnya, tapi dia diantar oleh pengasuh dan Pak Agus (tukang ojek yang sudah dipesan oleh Bundanya).

KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) untuk pembiasaan sudah berlangsung 2 pekan lebih. Nadif sudah mulai terbiasa juga, dia merupakan tipe siswa yang suka mengamati terlebih dahulu. Saat pertama Nadif masih diam saja. Pekan 2 dia mulai mengikuti apa yang menjadi kebiasaan di sekolah ini. Tiba-tiba pekan lalu setelah pelajaran mewarnai ikan nemo, Nadif menangis.. dia bilang “mau ke Bunda Iis”. Bunda Iis itu adalah orangtua kandung Nadif yang berprofesi sebagai Guru SD. Bunda Iis tidak bisa mengantar juga. Ternyata Nadif menangis karena dia tidak bisa memberikan hasil mewarnainya kepada Bunda Iis, sedang teman-teman satu kelasnya memberikan hasil mewarnainya kepada Bunda yang mengantarkannya.

Disana ada rasa sesal rasanya disalahsatu benak Bunda Guru yang mengajar juga di Kelas Ulat. Karna beliau sempat berkata “Ayo tunjukan pada Bundanya hasil mewarnai tadi”. Dan Nadif langsung ingat kepada Bunda Iis yang tidak ada di sampingnya.. Kaka (pengasuh Nadif) langsung memeluk Nadif, aduh.. saya seperti langsung merasakan apa yang Nadif rasakan. Menyesal sekali saat itu rasanya.. Bunda Guru harus lebih peka lagi, karena anak-anak itu sangat sensitive. Sehingga membuat Nadif rada rewel di KBM selanjutnya.

Oh yaa, hari ini Nadif juga masih rada rewel, ia masih saja mencari-cari Bunda Iis saat KBM berlangsung. Tapi saat baca do’a setelah SNACK TIME Nadif teriak.. “Ayah…”, wah.. ternyata yang jemput Nadif siang ini Ayahnya, bukan Pak Agus ojek pesanan bundanya. Setelah selesai KBM, saya langsung masuk kantor bergabung dengan Bunda Guru lainnya. Lalu tiba-tiba Nadif dan Kaka (Pengasuh Nadif) masuk kedalam kantor dengan membawa bingkisan, Nadif langsung memberikan bingkisan itu ke saya yang duduk didekat pintu, “Bunda Guru.. ini untuk Bunda Guru”, sambil tersenyum malu dan menjulurkan tangan untuk mencium tangan. Wah, amazing.. Nadif ceria banget. Dia ceria banget deh siang tadi. Mendatangi seluruh Bunda Guru untuk mencium tangan. Setelah itu larut dalam permainan yang disediakan sekolah, sampai-sampai betah dan tidak mau pulang. Nadif.. Nadif.. lucunya Balita ini.. 😉

~Dian Fitriah – Jakarta, 28 Maret 2011~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s