mba dian, aku mau ngaji!


beberapa hari yang lalu (lupa kapan tepatnya), di suatu siang selepas mengajar.. saya duduk didepan komputer di ruang kantor. Sedang asyik-asyiknya browsing.. hape saya bergetar, tanda ada panggilan masuk. Saya lihat dilayar hape, kok nomornya tidak saya kenal, siapa ini?Β , gumam saya.

Dian : “assalamu’alaykum..”
Penelpon : “wa’alaykumsalam.. maaf, ini mba dian yaa?”
Dian : “oh iyaa, ini dian. Maaf, ini dengan mba siapa?”
Penelpon : “Aku Yuli mba, dapat nomor hape mba dari ibu mba, saat aku beli pulsa dicounter pulsa rumah mba dian”
Dian : ..rada curiga, ada apakah ini? “Oh iya, ada yang bisa saya bantu mba?”
Penelpon : “mba dian, aku mau ngaji”
Dian : deg.. subhanallah, saya ingat kalau beberapa hari sebelumnya mamah cerita ada tetangga yang mau ngaji, dan ia menyakan saya terus, ingin diajak ngaji. “hmm.. ini mba Yuli yang rumahnya di belakang rumah saya itu yaa? yang di rumah Pak Eko?”
Penelpon : “iyaa mba, saya yang di rumahnya Pak Eko. Mba, saya belum bisa apa-apa, bisa ikutan ngaji nggak mba?”
Dian : “Oh.. bisa banget. Nggak usah khawatir, nanti kita belajar sama-sama yaa. kamu bisa ngaji kapan”
Penelpon : “bener mba nggak apa-apa? saya malu. insyaAllah saya bisa hari sabtu mba, gimana?”
Dian : “Okey mba, nanti saya kabari lagi”
Penelpon : “makasih yaa mba, maaf ganggu kerjanya”
Dian : “tidak apa kok.. πŸ™‚ lagi santai”
Penelpon : “Ya sudah, sudah dulu yaa mba, nanti kalo ada kabar sms aku aja. Wassalamu’alaykum”
Dian : “Wa’alaykumsalam”

Deg.. jantungku berdegup kencang. Senang, bahagia..
rasanya saat itu, saya ingin langsung berlari kencang sambil bawa megaphone.. dan teriak “misi.. misi, ada yang mau ngaji neh, bisa saya masukin ke kelompok mana?”

saat itu juga, saya langsung meng-sms ustadzah yang saya kenal. Meminta tolong agar segera ditindaklanjuti mba yang mau ngaji ini. sambil terus berdo’a semoga mba Yuli ini merupakan sahabat perjuangan saya selanjutnya untuk berdakwah di lingkungan rumah.

saya merupakan perempuan yang sibuk diluar rumah, bekerja dari pagi sampai sore. sampai rumah biasanya saya langsung istirahat, atau mampir dulu ke counter pulsa milik keluarga dan menjaganya beberapa jam saja.

saya tak hafal dengan orang-orang yang datang membeli pulsa, dan amazing banget ada seorang wanita muda yang sengaja sekali mencari tahu informasi untuk mengaji. πŸ™‚

sampai si mamah, ingetin tiap hari.. “ian, jangan lupa tuh si yuli mau ngaji dicariin kelompoknya” πŸ™‚

dan malam ini, saya bertemu langsung dnegan Yuli. Kesan pertama yang saya fikir : ANGGUN, dia gadis muda yang anggun.. lembut (urang sunda). Saya berbincang-bincang diteras rumah sambil mencari tau seperti apa kepribadian Yuli. Dia bilang : “mba dian kelihatan jutek dan cuek sebelum Yuli ngobrol ama mba dian, ternyata baik”, dian : “Hehe, maaf yaa yuli, aku kalo belum kenal emang begitu” *alasan saja neh*

“Ya Allah, semoga Yuli istiqomah, dan ia menjadi sahabatku dalam menebar kebaikan di lingkungan rumah, bersama menyuburkan dakwah kepada para tetangga disekitar. Allah, kau begitu baik, entah apalagi yang harus aku keluhkan.. kau kirimkan banyak orang yang membuat aku makin bersyukur bergabung dalam barisan ini. terimakasih Allah”

~Dian Fitriah – Jakarta, 23 April 2011~
Tengah malam, disaat hujan turun

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s