agar Tegar!


Agar tegar dalam menghadapi ejekan,
sadarilah bahwa ejekan kepada Rasulullah jauh lebih hebat;
maka biarkan saja semua orang mengejek, tidak perlu diladeni.

Agar tegar dalam menghadapi fitnah,
tetaplah bekerja dan beramal maka umat akan tahu siapa yang benar dan siapa yang tukang fitnah.

Agar tegar dalam menghadapi teror fisik,
tawakallah kepada Allah dan berdoalah senantiasa,
di samping persiapan lain yang juga perlu dilakukan oleh struktur dakwah.

Agar tegar dalam menghadapi manisnya rayuan,
jagalah keikhlasan dan senantiasa memperbarui niat,
waspada dan tetap bersama jamaah.

Agar tegar dalam menghadapi tekanan keluarga,
ketegasan harus diutamakan.
Iman tidak bisa ditukar dengan keluarga, jika memang itu pilihannya.

Agar tegar dalam kondisi kekurangan/keterbatasan ekonomi,
bersabar adalah kuncinya.
Kekuatan ukhuwah sesama aktifis dakwah juga berperan penting untuk menjaga kita tetap tegar.

Agar tegar dalam kemapanan harus memiliki paradigma semakin banyak kekayaan,
semakin banyak kontribusi bagi dakwah.
Maka yang diteladani adalah Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf.

Agar tegar di puncak kekuasaan,
kelurusan orientasi perjuangan,
ketaatan pada manhaj dakwah Rasulullah dan keyakinan akan janji-janji-Nya.

Dan pada semua mihnah (ujian), kedekatan dengan Allah dan tawakkal kepada-Nya
merupakan kunci utama agar tegar di jalan dakwah!

————————————————-
Mari kita bertegar-tegar ria bersama.. 😀

» Dikutip dari buku TEGAR DI JALAN DAKWAH karya Cahyadi Takariawan

dianyaa^^ | shining like a star.. ☆☆☆

Iklan

Catatan Bunda Guru #4


2 pekan ini di sekolah sedang bertema ‘makanan’. Wah.. Betapa senangnya membahasa tema ini, karena luas pembahasannya. Pekan lalu, kelas kupu-kupu sudah dijelaskan tentang sayur-sayuran. Senin kemarin waktunya praktikum tentang makanan.

Nah, bunda guru memberikan praktikum membuat “Bola-bola Nasi Abon”.. Taraaaaa.. Seperti apa yaa, kupu-kupu1 praktikum hari senin lalu? Hayuk mari.. Lanjut lagi baca ceritanya..

Sejak awal datang, dan melakukan pembiasaan sebelum masuk KBM, kupu-kupu 1 sudah diperkenalkan tentang makanan. Biasanya pembiasaan awal dengan pengenalan ‘Pak Tani punya kandang, hari itu Bunda guru ganti dengan ‘Pak Koki punya piring’. Hahaha 😀 lucu-lucu deh jawaban mereka saat Bunda guru tanya “piring Pak Koki mau di isi apa teman-teman?”. Mereka jawab : “ayam goreng bunda, nasi, baso bunda, sambel bunda, dll..”

Setelah selesai pembiasaan awal, mereka masuk kelas untuk mendengarkan dan melantunkan Asma’ul Husna. Alhamdulillah beberapa siswa/i kupu-kupu1 sudah banyak yg hampir hafal asma’ul husna. Hayoo.. Ini para Bunda/Yanda – Om/Tante udah pada hafal belum? Jangan sampai kalah dengan teman-teman Juara yaa.. 😉 melantunkan 99 nama Allah itu selalu menjadi kegiatan wajib sebelum KBM, setelah itu mereka berdo’a sebelum belajar.

Selesai semua pembiasaan, waktunya masuk praktikum. Bunda Guru terlebih dahulu menjelaskan tentang praktikum hari itu, memperkenalkan tentang bahan pokok pembuatan ‘bola2nasiabon’ beserta pembiasaan menggunakan istilah-istilah bahasa inggris. Hari itu bahan pokoknya adalah : nasi dan abon.

Siswa/i kupu-kupu1 diminta mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memulai praktikum.. Dan hwaaaa.. Antusias sekali mereka saat bunda guru membawakan nasi dan abon yang sudah ditaruh diatas wadah.
Mereka duduk rapi melingkar, tapi tetap saja pada maju-maju, seakan-akan terlihat mereka ingin sekali menyentuh langsung bahan pokoknya.
“Bunda.. Aku bunda, aku mau bikin bunda”.. Haha 😀 “sabar sayang, perhatikan bunda terlebih dahulu, bagaimana cara menbuatnya yaa”

Lalu bunda guru terlebih dahulu menjelaskan bagaimana cara membuat ‘bola2nasiabon’. Satu per satu bunda guru kasih nasi sekepalan tangan, dan mereka membuat nasi tersebut berbentuk bola dengan tangan mereka. Huaaa.. Seru deh, ada yang hancur nasinya tak terbentuk, tapi ada juga yang berhasil membuat kumpulan nasi tersebut menjadi bola. Membuat bola-bola nasi merupakan proses melatih motorik halus pada anak, tangannya dilatih memegang dan membentuk sesuatu yang diperintahkan oleh bunda guru. Yang lucunya, ada yang memakan langsung nasi tersebut, haduh.. Lucunya anak-anak apa-apa selalu ingin dimasukan kedalam mulut. Sambil diberitahukan oleh bunda guru bahwa nasinya boleh dimakan setelah sudah jadi dibuat ‘bola2nasiabon’.

Setelah selesai buat bola-bola nasi, mereka diminta melumuri bola nasi tersebut dengan abon yang sudah disediakan oleh bunda guru. Sama halnya dengan nasi tadi, abonnya ada juga yang langsung dimakan. “Suka yaa?” 😀 pasti enak sangat neh.. Mereka berebutan melumuri bola-bola nasi tersebut dengan abon dan menaruhnya di wadah.

Bunda-bunda para siswa/i Juara ini ikut menyeringai melihat hasil karya kupu-kupu1, seperti kegiatan ‘cake house’-nya bunda-bunda orangtua Juara. Mereka berebut mau memegang wadah yang diatasnya hasil karya mereka. Selesai foto-foto, baru deh hasil praktikumnya dimakan bersama. Sayang.. Bunda gurunya tidak bisa ikut mencicipi ‘bola2nasiabon’ hasil karya mereka. Tapi dalam sekejab, ludes. Satrya dan Ryan merupakan siswa yang paling banyak menghabiskan 😀 , kalian..

Alhamdulillah.. Selesai juga praktikum hari itu.. 🙂 bunda guru bahagia, anak-anak pun senang.. 😀

Hmm.. Pekan depan tentang minuman.. Yuhuuuu.. Kita buat jus yuk.

*interaksi dengan anak-anak pada intinya adalah menyatu.. Menjadi seperti mereka, dan mereka akan mudah berinteraksi bahkan masuk kedalam hatimu dengan nyaman 😀

dianyaa^^ | shining like a star.. ☆☆☆

asing!


Aku dan dirinya, asing!
Semua sudah berubah..
Semua sudah pupus.
Aku menangis, dia? Entahlah.

Aku menerimanya, walaupun..
Masih ada rasa yang tak bisa -benarbenar- hilang.
Aku tak tahu, tak tahu maksud ini..

Kita.. Saling berjauhan,
Kita.. Saling mengasingkan diri.

Mungkin, aku dan dia saling tidak tahu cara memecahkan masalah.
Mungkin, aku dan dia saling tidak bisa memilih, saling berberat hati.
Mungkin, mungkin, dan mungkin..
Aku dan dia, hanya Tuhan yang tahu.

—–
Puisi aneh! Ah.. Persahabatan.
Selalu saja ada lika-likunya.
Nikmati aja gaaannn..
Nanti ada akhir yang indah tentang episode persahabatan.
Berpositive thingking masih -sangat- diperlukan.
~no stress,happy always! 🙂

dianyaa^^ | shining like a star.. ☆☆☆

wahai muslimah.. teladanilah~


Sabtu lalu, 21 Mei 2011 pagi berduka, seakan seluruh isi langit dan bumi tahu, kami kehilangan sesosok Bunda yang luar biasa kembali menghadapNya. Saat bangun di pagi hari, aku liat BBM dan smsku sudah menampakan dilayar hp. Dengan mata yang masih mengantuk. Aku coba lihat isi SMS dan BBM, dan inilah sms-nya :
“Innalillahi wa inna ilaihi rooji’un, telah meninggal dunia ustadzah Yoyoh Yusroh di RS, Mitra keluarga Cirebon jam 3.30 WIB. Karena kecelakaan di didearah Cirebon. Semoga Allah menerima segala amal kebaikan beliau dan mengampuni segala dosanya”

Deg! Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un, ustadzah itukah? Ustadzah yang mendatangi negera-negera penuh konflik, ustadzah yang bercerita bahwa beliau ditegur muslimah Palestine, saat ada kunjungan kenegaraan karena di umurnya yang sekitar 40 tahun beliau belum sepenuhnya hafal al-qur’an? Oh my, benarkah? Aku langsung copy sms itu dan forward ke semua teman-teman terdekatku.

Aku, belum pernah berbicara langsung dengan beliau, beliau ku kenal dari cerita-cerita dalam usrah, dalam kajian, atau dalam munashorah Palestine. SUatu hari ustadzah saya pernah bercerita tentang perjalanan ustadzah Yoyoh Yusroh ke bumi yang mulia, Palestina. Biar lebih akrab boleh kali yaa saya memanggil beliau Bunda Yoyoh Yusroh. Di Palestina Bunda Yoyoh Yusroh bertemu dengan muslimah Palestina, beliau ditanya oleh muslimah tersebut : “Yoyoh, berapa umurmu sekarang?”, Bunda Yoyoh saat itu menjawab : “40 Tahun ukhty..”, muslimah itupun kembali menanggapi : “Apakah kamu sudah hafal al-qur’an?”, bunda Yoyoh menjawab : “belum ukhty, baru 20 juz”, muslimah itu langsung menegurnya : “kemana saja kamu Yoyoh umurmu sudah 40 Tahun, tapi engkau belum juga hafal al-qur’an”. Wallahu’alam, Jlep! Daleeem banget. Mungkin itu menjadi tamparan paling sakit yang saya rasakan jika saya ditanya seperti itu. Di umur yang hampir 22 tahun ini.. huft 😥

Hari sabtu dipagi hari saya sudah siap-siap untuk pergi ke suata rapat bidang, dan dilanjutkan mengikuti training tentang suatu program pembinaan. Namun, ternyata pagi itu rapat bidang dibatalkan karena ada sesuatu sebab. Saya dan sahabat saya bersegera berangkat menuju tempat training program didaerah Gatot subroto. Namun ditengah perjalanan menuju pasar rebo, saya mengSMS sahabat saya yang berbeda angkot dengan saya : “Nopa, aku ingin sekali takziah ke kalibata”, Nopa pun membalas : “aku juga, kesana yuk?”. Setelah itu bertemulah kami di pasar rebo, dan melanjutkan perjalanan dengan Kopaja 57 menuju kalibata. Saya dan sahabat saya mengalami ‘kesasar’, hadeh.. bisa-bisanya salah satu orang yang kami tanyai menyasarkan kami, jahat! Kami sudah berjalan jauh, tapi salah arah. Hingga kami harus berjalan jauh untuk berbalik arah.

Alhamdulillah, Allah permudah menemukan komplek DPR RI itu. Sampailah didepan komplek tersebut dan begitu banyak orang yang sudah memenuhi masjid komplek dan rumah beliau. Allah akbar! saya takjub! Buru-buru langsung saya wudhu, masih ada waktu dhuha untuk saya melaksanakan dhuha. Bergabung dengan para takziah didalam masjid, hampir semua sedang melaksanakan shalat sunnah dan bertilawah.
Menunggu dan menunggu, dengar-dengar bunda Yoyoh masih di daerah subang, wah masih jauh piker saya. Saya terus live report via twitter tentang kodisi saat itu. Dan Alhamdulillah sekitar jam11an bunda Yoyoh sampai di rumah beliau. Setelah itu dibawa ke Masjid Abdurrahman Komplek DPR RI Kalibata. Saat jenazah dibawa masuk ke dalam masjid, serentak seluruh pelayat bertakbir dan bertahlil dengan isak tangis yang mengharubiru disiang itu, entah kenapa bercucuranlah airmata saya terusmenerus. Saya bersusah payah mengambil gambar, namum karena saling berdesakan, gambar saya ambil tidak jelas. Bergegas langsung merapihkan barisan yang tidak beres itu, hingga berdempet-dempet, sangat berdempetan. Pelayat berhamburan diluar masjid yang ingin mengikuti shalat jenazah saat itu. Dilanjutkan dengan shalat isya, dan baru kali itu saya merasa betapa susahnya untuk sujud dan duduk tahiyat, karena sangat berdesak-desakkan.

Setelah selesai shalat dzuhur, ada sambutan dari ust. Hilmi Aminudin (Ketua Dewan Syuro PKS) sebagai perwakilan dari keluarga dan PKS dalam pelepasan jenazah. Ustadz Hilmi menyampaikan terimakasih kepada pelayat yang takziah dan do’a dari seluruh hadirin. Bunda Yoyoh adalah sang murobbiyah telada, bagi seluruh akhwat untuk terus memotivasi diri menjadi seorang bunda yang baik manajemen hidupnya untuk keluarga dan urusan pekerjaan. Yang kehilangan bunda Yoyoh tidak hanya PKS dan bumi Indonesia, tapi juga seluruh dunia, bahkan bumi para mujahid-mujahidah di al-aqsha, ikut memberikan takziah. Beliau bercerita tentang sejarah bertemunya beliau dengan bunda Yoyoh dan perjalanan kehidupan beliau. Ustadz bercerita, bahwa beliau bertemu dengan bunda Yoyoh sejak tahun 80an, saat itu bunda Yoyoh sedang menjadi mahasiswi IAIN atau UIN Jakarta sekarang. Dengan semangat yang tinggi dalam totalitasnya dalam dakwah, beliau tampil menjadi seorang mujahidah tangguh yang jarang mengeluh. Ketika sudah siap untuk menikah bunda Yoyoh meminta dicarikan calon suami kepada ustadz Hilmi, ust.Hilmi menanyakan pilihan-pilihan pada bunda Yoyoh, namun beliau tidak punya pilihan, beliau bilang “tidak ada pilihan lagi, suami saya adalah yang dipilihkan oleh jama’ah dan dakwah”, begitu ujarnya. Subhanallah! Beliau sudah 3 periode berjuang menjadi wakil rakyat di DPR RI. Betapa tak diragukan lagi ke-totalitas-an beliau dalam menyuarakan aspirasi rakyat. Semua tugas Internasional dijalani dengan baik. Tanpa ada keluhan apapun. Bunda Yoyoh Yusroh selesai menjalakan tugas didunia dan saatnya kembali padaNya. Kita harus meneruskan perjuangan beliau, dengan komitmen yang lebih kuat. Istiqomah! Seperti bunda Yoyoh kesibukan perjuangn tidak membuatnya lali melaksanakan tugas rumah tangga, begitu juga sebaliknya, tugas rumah tangga tidak melalaikan beliau dengan tugas perjuangan. Keren, saya pun ingin!

Setelah itu dilanjutkan sambutan oleh ust. Anis matta yang mewakili Ketua DPR RI yang sedang berada diluar kota. Ust. Anis Matta terlihat sangat sembab wajahnya, beliau berkata : “wafatnya bunda Yoyoh semoga menjadi motivasi kita untuk terus totalitas dalam meraih negeri akhirat”. Beliau insyaAllah seorang ibu yang sholelah yang berhasil mencetak anak-anaknya menjadi seorang hafidz, subhanallah.

Setelah selesai prosesi pelepasan jenazah, dilaksanakan kembali shalat jenazah untuk gelombang kedua, bagi para pelayat yang belum mengikuti shalat jenazah. Lalu, jenazah dimasukan kedalam ambulans dengan iring-iringan puluhan mobil dan motor menuju pemakaman di kec. Benda, Tangerang. Suami beliau diterbangan langsung dari Cirebon dengan helicopter menuju Tangerang, sedang 2 putranya masih dirawat di RS. Mitra Cirebon.
Dan ini saya lampirkan sms bunda Yoyoh yang saat membuat saya termenung-menung yang dikirimkan kepada seorang akhwat beberapa hari sebelum beliau meninggal :
“Ya Rabb, aku sedang memikirkan posisiku kelak diakhirat, mungkinkah aku berdampingan dengan penghulu para wanita. Khadijah al kubro yang berjuang dengan harta dan jiwa? Atau dengan hafsah binti abu bakar yang dibela oleh Allah saat akan cerai karena showwamah dan qowwamahnya? Atau dengan Aisyah yang telah hafal 3500an hadits, sedang aku.. ehem, 500 juga belum. Atau dengan Ummu Sulaim yang shobiroh atau dengan Asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad. Atau dengan siapa ya, ya Allah, tolong beri kekuatan untuk mengejar amaliah mereka, sehingga aku layak bertemu mereka bahkan bisa berbincang dengan mereka ditaman firdausMu”

Masya Allah, well done. awasome, she is inspiring for me and I hope so for you ukhty..

Bertakziah kemarin adalah sarana tafakur saya, dalam memuhasabah niat perjuangan, dan juga bagaimana bisa totalitas dalam dakwah dan amanah.

Allah, saksikanlah..
Jadikan beliah syahidah~ insyaAllah.
Dan izinkan saya meneruskan perjuangan beliau~
insyaAllah 12 tahun lagi mengibarkan jilbab diparlemen.

Disela-sela bekerja, Ciputat 23 Mei 2011.
Semoga bermanfaat.

dianyaa^^ | shining like a star.. ☆☆☆

~sahabat,aku disini!


“Kupetik bintang,
Untuk kau simpan
Cahayanya tenang
Berikan kau perlindungan..
Sebagai pengingat teman juga sebagai jawaban semua tantangan.”

~sahabat,aku disini!

Aku menantikan kembali kebersamaan kita, bukti nyata kalau kau ada untukku, aku ada untukmu.

~untukmu,TIRAI D5..
Aku mengutip sebuah komentar seorang sahabat yang kini jauh di makasar “kalo ketemu anak kuliahan diangkot, jadi kangen banget sama kalian. Pengen banget aku beritahu pada mereka kalo aku punya sahabat seperti kalian”. Oh my, akupun ingin sekali beritahukan pada dunia, aku menjalin persahabatan bernama TIRAI D5. Mereka adalah saksi hidupku selama di kota hujan. Mereka adalah candaku, mereka adalah ceriaku, mereka adalah semangatku, mereka adalah yang meredam marahku-emosiku-bahkan mereka adalah penguat saat ketidaksanggupanku mengusap airmata yang terus mengalir.

~untukmu,ENVO58!
Diakhir-akhir ini begitu rindunya aku kelengkapan kita dalam kesatuan kepribadian. Kalian adalah sangunisku, kalian adalah melankolisku, kalian adalah kolerisku, kalian adalah plegmatisku. Maka, rasamu adalah rasaku.. Hingga terlontarkan sebuah celoteh seorang sahabat ENVO58 yang romansa “alangkah menyenangkannya andai bisa sekelompok lagi dengan kalian”. Fuih.. Terlalu banyak fakta tentang kita sahabat. Hingga bangunan kokoh itu, sekolah kita, SMA 58.. Sekolah yang mengenalkan kita pada indahnya ukhuwah dalam berlomba-lomba dalam kebaikan. Kalian adalah rival terberatku.

~sobat setiaku, naning. aku lebih suka memanggilnya nay!
Rasanya aku tak pernah lelah jika harus mengunjungimu ke bogor. Rasa rindu itu harus tertunaikan, hingga betapa bahagianya aku jika menapaki kota hujan disambut dengan kesederhanaan dirimu, wahai gadis jawa. Kau tak pernah menuntut apapun. Namun, jelas aku tahu.. Kau ingin berikan yang terbaik untukku. Sedang aku? Aku masih harus banyak belajar tentang arti kesederhanaan dan keikhlasan yang kamu miliki. Aku belajar darimu, nay!

~untukmu,dy!
Kau berbeda dari yang lain, karena kamu berbeda gender denganku. Namun kau bisa memposisikan dirimu secara baik sebagai seorang sahabat. Aku selalu mengganggumu, membuat kerepotan, atau seringkali membuatmu sebel-jengkel-marah. Mohon maaf atas segala tingkah yang membuatmu geleng-geleng kepala. Menjadi sahabatmu adalah anugerah, kebahagiaanmu adalah kebahagianku. Cukuplah menjadi sahabat seperti ini karena banyak ilmu yang aku pelajari darimu. No stress, happy always dy~ I don’t know what should I say for you, but I never stop to say “get well soon dy”.

~untukmu,DIRACA!
Sejak menapaki kaki di kampung baru, kalian adalah teman sepermainanku. Sahabat madrasahku. Sahabat menariku. Sahabat bersenandungku. Sahabat kecil hingga dewasa kini. Kalian saksi masa-masa jahiliyahku. Namun, sampai keperubahanku.. Kalian tetap sahabatku. Kalian yang membuat aku merindu akan Jakarta jika sedang di kota hujan, Bogor. Aku berdo’a pada Allah yang mempertemukan kita : “semoga kalian merasakan juga apa yang aku rasakan di masa-masa penjemputan hidayah dan berusaha menyempurnakan hidayahNya”.

Dear God, the only think I ask of You is to hold their when i’m not around. When i’m much too far away.

Keep, keep, and keep this nice story for my children later.

I’m stay at here, friends.
Remember you, and never lost missing you everytime. Thanks to Allah, alhamdulillah.. I have many friends who love me and I love them.

Mari bersahabat, dan nikmati indahnya persahabatan dalam kebaikan bersama Allah 🙂
~selamat bersahabat!

Dan ketika ada yang bertanya :
“@dianyaa lirik @allpeoplewhocometomylife RT @NasihatSahabat: #mautanya siapa orang yg menurutmu sudah menjadi sahabat sejatimu? :)”
Aku melirik kalian, kalian dan kalian. Akan aku mention semua orang yang pernah hadir dalam hidupku, yang memberikan warna-warna yang berbeda dalam hidupku.

~menuliskanmu sahabat, membuat aku lupa, ternyata jarum jam sudah menunjukan 00.30, dan malam semakin larut~
Jakarta, 23 Mei 2011

dianyaa^^ | shining like a star.. ☆☆☆

fokus diri!


Selayaknya.. bagi jiwa-jiwa yang mengazamkan dirinya dijalan ini.
Menjadikan dakwah sebagai laku utama.
Dialah visi,
Dialah misi,
Dialah obsesi,
Dialah yang menggelayuti setiap desah nafasnya,
Dialah yang mengantarkan jiwa-jiwa ini kepada ridho dan maghfiroh kepada Tuhannya kelak.

Fokuskan diri!
Membina tanpa kenal lelah,
Karena seorang al-akh sejati adalah yang membina. Perbanyak ilmu, terus perbaiki diri. Hingga mencapai singgasana kesempurnaan hidayah.

dianyaa^^ | shining like a star.. ☆☆☆