Mengapa Wanita mudah menangis?


Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab ibu adalah seorang wanita..”.

Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita mudah sekali menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?”
 
Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab,
 
“Saat Kuciptakan wanita, AKU membuatnya menjadi sangat utama. Dan beritakanlah kabar gembira ini untuk ibumu, bhwa wanita sholehah didunia ini lebih utama dan lebih baik dari bidadari2 surga. Mengapa? krn wanita sholehah mendirikan sholat, berpuasa, dan beramal soleh sedangkan bidadari tidak melakukan itu.
 
Untuk wanita..Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
 
Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu.
 
Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah disaat semua orang sudah putus asa.
 
Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya ( suami dan anak2nya ) walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.
 
Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Mengganti popoknya ketika tengah malam dia pipis, menyusuinya ktika lapar, dan mendekapnya dgn hangat ketika dingin malam menerpanya. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya dengan bentakan2 kasarnya ketika dia dewasa. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.
 
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Menjadi dorongan dan support mental ketika suaminya menyerah. Sebab bukankah tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak..?? dan tulang rusuk itu adalah jelmaan dari seorang wanita yg diambil dari dada suaminya.
 
Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tidak pernah melukai istrinya.
 
Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.
 
Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan.
 
Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, dan sebenarnya dia lebih kuat dari laki-laki, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan”
.
 
Anak laki-laki itu pun terbangun dari tidurnya dan segera pergi menemui Ibunya. Kemudian ibunya berkata,“Anak-ku, apa engkau tahu? Wanita menangis bukan krn ia lemah, tp itu adalah senjatanya untuk meredam segala perasaan yang menghantamnya. Dan kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, bukan sosok yang ia tampilkan, bukan jg bagaimana ia menyisir rambutnya.”
 
“Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya – tempat dimana cinta itu ada. Karena dari matanya pula airmata itu mengair..”.
 
Akhirnya ia menyadari bahwa selama ini karena cinta-lah alasan seorang Ibu rela berkorban dan meneteskan air mata dan menangis demi untuk anaknya yang tercinta.
 
Sahabat, ingatlah bahwa terkadang kita tidak menyadari ada cinta yang benar-benar tulus yang ada di sekitar kita, sampai suatu hari kita benar-benar telah kehilangannya.

——-
Article taken from :
http://m.facebook.com/note.php?note_id=10150173200288015&refid=0&_rdr#10150173453658015

Semoga bermanfaat sahabat 🙂

dianyaa^^ | shinning like a star..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s