Sesosok itu..


Bismillahirrahmanirrahim.. oke saya mau memulai cerita tentang sesosok manusia yang berhasil membuat saya berdecak kagum akhir-akhir ini, semoga bisa diambil hikmahnya.

Suatu ketika saya dikumpulkan dalam suatu majelis yang diisi oleh para pemuda dan pemudi hebat yang mempunyai komitmen besar untuk merealisasikan mimpi-mimpi mereka. Disana saya banyak berinteraksi dengan teman-teman yang lama tak saya jumpai. Bercerita dan bercerita hingga saya mendapatkan kabar yang membuat hati ini menjadi tentram, tenang dan bahagia karena rasa syukur yang tiada terhingga pada Rabb yang maha memberikan kehendak pada siapa saja yang ia kehendaki.

Sesosok itu, sudah saya kenal sejak 8 tahun yang lalu. Yaa, cukup mengenalnya dengan baik. Dia laki-laki yang cukup tenar dikalangan teman-teman seangkatan bahkan lebih dari itu. Sesosok yang mudah bergaul, dan berkepribadian easy going. Layaknya ABG yang beranjak dewasa, dia pun masuk dalam gaya pergaulan yang ‘mungkin’ agak bebas (maaf, ini hanya analisa, wallahu’alam). Sampai akhir SMA pun saya masih melihatnya sama seperti pertama kali saya mengetahui dirinya.

Akhir 2010 lalu, saya menghadiri reuni SMP angkatan saya. Disana saya bertemu lagi dengan dirinya, gayanya masih sama. Bener-bener sama. Yang membuat saya kagum adalah caranya bersikap pada perempuan, sopan.. sopan banget. Padahal dalam fikir saya dia seorang laki-laki yang cuek bebek. Saat reuni saya ngobrol dengan teman perempuan saya yang cukup dekat dengan si sesosok itu. Begini obrolan saya :
Tuti (bukan nama sebenarnya) : dian, Tuti kagum deh sama si X (sesosok itu).
Dian : kagum kenapa tuti?
Tuti : dia hebat, dia yang rada-rada bandel gitu sekarang rajin ikut kajian-kajian gitu yan, dia ikut ngaji.
Sedang tuti, yang dulunya ikutan ngaji-ngaji sekarang udah nggak lagi. Kok dia bisa yaa..

Dian : hah? Ngaji? Beneran dia ngaji tuti?
Tuti : iyaa beneran ian. Dia sibukan banget ian sekarang, sampai-sampai dia udah jarang maen ke rumah tuti. Yaa, maklum aja sih memang.. dia punya jabatan di BEM kampus, dia mantan ketua BEM jurusan ian. Tapi nggak tau lagi deh sekarang dia aktif dimana.
Dian : (terbengong-bengong).. wew, nggak nyangka dia seaktif itu sekarang.

Decak kagum mulai memancar, rasanya saya tak habis piker, kok iso yo? Dulu saya fikir, dia bukan tipe orang yang mau berorganisasi, apalagi ikut pengajian. Wuih, saya makin penasaran akan sesosok itu.. penasaran untuk lebih mencari tahu kebenaran ini.

Dalam majelis itu, ternyata saya dapat kabar kalau dia direkomendasikan oleh ustadznya untuk aktif di sekolahnya dulu. Subhanallah, Allahuakbar bahagia sekali saya mendapatkan kabar itu, rasanya tak sabar untuk saya sebarkan tentang berita bahagia ini. Berita tentang akan bergabungnya sesosok untuk merealisasikan mimpi pada sekolah yang membesarkan kita.
Saya bersemangat memberikan kabar pada teman-teman yang laki-laki untuk segera menyambutnya, untuk segera menghubunginya untuk bergabung bersama kami merealisasikan mimpi besar untuk sekolah kami tercinta. Sampai pada suatu sore di hari sabtu, saya memasuki basecamp untuk rapat bidang litbang di lembaga alumni. Saya liat sesosok yang sepertinya belum saya kenal, saat itu saya melihatnya dari belakang. Penasaran sekali saya, hingga fikir saya tertuju, wah.. apakah ia sesosok itu? that’s right! Ternyata dia, akhirnya dia datang juga. Bener-bener berubah gayanya, ah.. yaa, berubah sekali. Dia menjadi sosok yang baru.

Sesosok itu, decak kagum itu terus terpancar.. entah bagaimana Allah membimbingnya, yang jelas betapa baiknya Allah, betapa kuasanya Allah, hingga dengan mudah membolak-balikan hati seorang hamba, Allah berikan hidayah padanya, pada jiwa-jiwa yang mempunyai kemauan keras untuk memperbaiki diri. Dia, sesosok itu.. mencintai Allah, sehingga dengan mudah hidayah itu masuk.

Saya sering kali takjub, bahkan sering kali terkagum-kagum jika ada seorang yang mendapatkan hidayah untuk menjadi insan yang lebih baik lagi, proses menuju hidayah itu yang saya kagumi, betapa hebatnya Allah dengan segala kuasa yang Allah miliki, dapat merubah seseorang sesuai dengan kehendakNya. Disaat banyaknya barisan sakit hati yang keluar dari jama’ah, Allah datangkan kembali orang-orang baru yang mereka mencintai Allah dan Allah pun mencintainya, masyaAllah.. begitu adil sekali. Seperti penjelasan dalam firmanNya :
“Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui.” (QS. Al – Maidah : 54)

Untukmu, sesosok itu..
Mabruk, barakallah!
Semoga istiqomah, dalam barisan dakwah..
Semoga istiqomah, dalam barisan pembela ISLAM,
Semoga istiqomah, dalam memperbaikin diri.
Semoga, semoga, dan semoga
Yang terbaik untukmu!

Sahabat, mari menjadi generasi 554! Semoga bermanfaat 🙂
Yuk sama-sama kita menyempurnakan hidayahNya, dengan cara terus memperbaiki diri, tanpa kenal lelah, hingga kita sampai pada singgasana kehidupan yang kekal.

dianyaa^^ | shining like a star.. ☆☆☆

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s