Wanita pengingat Ayyamulbidh


Mau bercerita lagi neh, nggak apa-apa yaa? Saya suka sekali bercerita tentang orang-orang subhanallah yang membuat saya terbengong-bengong karena mereka begitu mengagumkan. Yang membuat saya termotivasi dan bersemangat untuk terus memperbaiki diri sambil beramal sebanyak-banyaknya.

Oke, dimulai yaa.. bismillahirrahmanirrahim..

2 pekan sudah kakak tingkat saya di rawat di Rumah Sakit. Ia bernama Ratna Dwi Lestari. Saya biasa memanggilnya Teh Ratna. Sebelumnya saya dapat kabar kalau ia terjatuh, karena waktu itu saya dapat kabarnya detik-detik mau tertidur, saya tidak menindaklanjuti untuk mencari tahu bagaimana keadaannya (begini deh saya, suka rada loading kalau udah dalam posisi tepat hampir terlelap). Hingga saya mendapatkan telepon dari seorang ustadzah yang menjelaskan tentang keadaannya. Astagfirullah, rasanya kesal sekali saya dengan diri ini, kenapa begitu lama responnya. MasyaAllah! Seharusnya saya bisa lebih tanggap lagi, saat pertama kali mendapatkan kabar itu.

Saya penasaran dengan berita yang saya dapatkan. Belum bisa percaya sepenuhnya jika belum liat sendiri bagaimana keadaan teteh itu sekarang. Esoknya saya persiapkan diri untuk menjenguknya. Bersama dengan kawan-kawan dari Bogor saya mengunjungi rumah sakit Tugu Ibu yang tak jauh dari rumah saya.

Ketika masuk ruang rawat, ya Allah.. pedih hati ini melihat keadaannya. Ia susah mengingat atau mengucapkan sesuatu. Ternyata dari jatuhnya ia, membuat ia kehilangan memori ingatannya karena ada gumpalan dara yang membeku di otak akibat terlalu lama ditangani secara intens oleh perawatan dokter. Airmata ini terus tergenang melihatnya, tapi.. tidak boleh terlihat olehnya, saya hapus cepat airmata ini. Disaat keadaannya yang seperti itu, dia masih saja sempat menanyakan persiapan kado untuk salah satu rekan kami yang akan menikah. Dia terus-terusan membicarakan agenda-agendanya yang harus ia hadiri, namun karena ia merasa sedih karena tidak bisa hadir akibat kondisinya yang tidak memungkinkan. Allah, saksikanlah..

Esoknya saya datang lagi menjenguk, namun kali ini ditempat yang berbeda, karena ia sudah dipindahkan ke RS. Fatmawati. Saat itu ia masih terbaring IGD, saya dan sahabat saya naming, masuk kedalam IGD. Kami terus menguatkan teh ratna, sambil tak henti-hentinya juga memberikan support untuk mamahnya yang setia menemani disampingnya. Ia terus mengeluhkan auratnya yang agak terbuka, dia merasa malu. Allah, saksikanlah..

Dan sepekan berikutnya, saya datang lagi, kali ini dia di rawat di ruang highcare. Hari itu bertepatan dengan hari pertama shaum ayyamulbidh di bulan ini. Saya bilang : “teteh, cepat sembuh yaa.. biar ada yang ingetin shaum ayyamulbidh lagi”. Teh ratna : “oh iya, hari ini yaa shaum? Lupa.. udah lama nggak boleh shaum, dhayhen.. teteh lama tak baca qur’an”. Saya bilang : “teteh sembuh dulu, baru nanti puasa lagi, teteh dengerin murottal dulu yaa kalau tidak bisa baca qur’an”. Teh ratna : “tapi nggak bisa dengerin murottal, nggak ad alatnya”. Allah, saksikanlah..

Allah, disaat-saat seperti itu, betapa hatinya selalu terhubung padaMu. Allah, aku iri.. iri padaNya yang bisa tetap menjaga, disaat memori ingatannya tak sempurna, tapi ia.. sempurna dalam mengingatMu. Allah, saksikanlah.. ia begitu mengagumkan. Ia hadir dengan sosok yang sederhana dan ramah. Ia hadir dalam sms-sms yang selalu mengingatkan tentang shaum sunnah ayyamulbidh, ia telah memilih amalan yang menjadikan ia berbeda dengan yang lainnya, yaitu : “mengingatkan sahabat-sahabatnya melalui sms tentang shaum sunnah ayyamulbidh tiap bulannya”. Hingga ketika ia sakit, kami merasakan kehilangan seorang pengingat yang luar biasa.

Allah, aku mohon, mohon dengan sangat.. sembuhkan ia segera, sempurnakanlah kembali ingatannya, dan tetap jaga ia.. hingga terus terhubung denganMu.

———-
Sahabat, jagalah orang-orang disekitar kita, jaga ia sebaik-baiknya.. karena kita baru akan merasakan begitu berartinya ia, ketika kita benar-benar sudah kehilangan.

Bagi saya, teh ratna adalah wanita pengingat ayyamulbidh 🙂

dianyaa^^ | shining like a star.. ☆☆☆

Iklan

Satu pemikiran pada “Wanita pengingat Ayyamulbidh

  1. Ping balik: Tak pernah terasa untuk selalu muhasabah « jauharunratnalestari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s