wahai muslimah.. teladanilah~


Sabtu lalu, 21 Mei 2011 pagi berduka, seakan seluruh isi langit dan bumi tahu, kami kehilangan sesosok Bunda yang luar biasa kembali menghadapNya. Saat bangun di pagi hari, aku liat BBM dan smsku sudah menampakan dilayar hp. Dengan mata yang masih mengantuk. Aku coba lihat isi SMS dan BBM, dan inilah sms-nya :
“Innalillahi wa inna ilaihi rooji’un, telah meninggal dunia ustadzah Yoyoh Yusroh di RS, Mitra keluarga Cirebon jam 3.30 WIB. Karena kecelakaan di didearah Cirebon. Semoga Allah menerima segala amal kebaikan beliau dan mengampuni segala dosanya”

Deg! Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un, ustadzah itukah? Ustadzah yang mendatangi negera-negera penuh konflik, ustadzah yang bercerita bahwa beliau ditegur muslimah Palestine, saat ada kunjungan kenegaraan karena di umurnya yang sekitar 40 tahun beliau belum sepenuhnya hafal al-qur’an? Oh my, benarkah? Aku langsung copy sms itu dan forward ke semua teman-teman terdekatku.

Aku, belum pernah berbicara langsung dengan beliau, beliau ku kenal dari cerita-cerita dalam usrah, dalam kajian, atau dalam munashorah Palestine. SUatu hari ustadzah saya pernah bercerita tentang perjalanan ustadzah Yoyoh Yusroh ke bumi yang mulia, Palestina. Biar lebih akrab boleh kali yaa saya memanggil beliau Bunda Yoyoh Yusroh. Di Palestina Bunda Yoyoh Yusroh bertemu dengan muslimah Palestina, beliau ditanya oleh muslimah tersebut : “Yoyoh, berapa umurmu sekarang?”, Bunda Yoyoh saat itu menjawab : “40 Tahun ukhty..”, muslimah itupun kembali menanggapi : “Apakah kamu sudah hafal al-qur’an?”, bunda Yoyoh menjawab : “belum ukhty, baru 20 juz”, muslimah itu langsung menegurnya : “kemana saja kamu Yoyoh umurmu sudah 40 Tahun, tapi engkau belum juga hafal al-qur’an”. Wallahu’alam, Jlep! Daleeem banget. Mungkin itu menjadi tamparan paling sakit yang saya rasakan jika saya ditanya seperti itu. Di umur yang hampir 22 tahun ini.. huft 😥

Hari sabtu dipagi hari saya sudah siap-siap untuk pergi ke suata rapat bidang, dan dilanjutkan mengikuti training tentang suatu program pembinaan. Namun, ternyata pagi itu rapat bidang dibatalkan karena ada sesuatu sebab. Saya dan sahabat saya bersegera berangkat menuju tempat training program didaerah Gatot subroto. Namun ditengah perjalanan menuju pasar rebo, saya mengSMS sahabat saya yang berbeda angkot dengan saya : “Nopa, aku ingin sekali takziah ke kalibata”, Nopa pun membalas : “aku juga, kesana yuk?”. Setelah itu bertemulah kami di pasar rebo, dan melanjutkan perjalanan dengan Kopaja 57 menuju kalibata. Saya dan sahabat saya mengalami ‘kesasar’, hadeh.. bisa-bisanya salah satu orang yang kami tanyai menyasarkan kami, jahat! Kami sudah berjalan jauh, tapi salah arah. Hingga kami harus berjalan jauh untuk berbalik arah.

Alhamdulillah, Allah permudah menemukan komplek DPR RI itu. Sampailah didepan komplek tersebut dan begitu banyak orang yang sudah memenuhi masjid komplek dan rumah beliau. Allah akbar! saya takjub! Buru-buru langsung saya wudhu, masih ada waktu dhuha untuk saya melaksanakan dhuha. Bergabung dengan para takziah didalam masjid, hampir semua sedang melaksanakan shalat sunnah dan bertilawah.
Menunggu dan menunggu, dengar-dengar bunda Yoyoh masih di daerah subang, wah masih jauh piker saya. Saya terus live report via twitter tentang kodisi saat itu. Dan Alhamdulillah sekitar jam11an bunda Yoyoh sampai di rumah beliau. Setelah itu dibawa ke Masjid Abdurrahman Komplek DPR RI Kalibata. Saat jenazah dibawa masuk ke dalam masjid, serentak seluruh pelayat bertakbir dan bertahlil dengan isak tangis yang mengharubiru disiang itu, entah kenapa bercucuranlah airmata saya terusmenerus. Saya bersusah payah mengambil gambar, namum karena saling berdesakan, gambar saya ambil tidak jelas. Bergegas langsung merapihkan barisan yang tidak beres itu, hingga berdempet-dempet, sangat berdempetan. Pelayat berhamburan diluar masjid yang ingin mengikuti shalat jenazah saat itu. Dilanjutkan dengan shalat isya, dan baru kali itu saya merasa betapa susahnya untuk sujud dan duduk tahiyat, karena sangat berdesak-desakkan.

Setelah selesai shalat dzuhur, ada sambutan dari ust. Hilmi Aminudin (Ketua Dewan Syuro PKS) sebagai perwakilan dari keluarga dan PKS dalam pelepasan jenazah. Ustadz Hilmi menyampaikan terimakasih kepada pelayat yang takziah dan do’a dari seluruh hadirin. Bunda Yoyoh adalah sang murobbiyah telada, bagi seluruh akhwat untuk terus memotivasi diri menjadi seorang bunda yang baik manajemen hidupnya untuk keluarga dan urusan pekerjaan. Yang kehilangan bunda Yoyoh tidak hanya PKS dan bumi Indonesia, tapi juga seluruh dunia, bahkan bumi para mujahid-mujahidah di al-aqsha, ikut memberikan takziah. Beliau bercerita tentang sejarah bertemunya beliau dengan bunda Yoyoh dan perjalanan kehidupan beliau. Ustadz bercerita, bahwa beliau bertemu dengan bunda Yoyoh sejak tahun 80an, saat itu bunda Yoyoh sedang menjadi mahasiswi IAIN atau UIN Jakarta sekarang. Dengan semangat yang tinggi dalam totalitasnya dalam dakwah, beliau tampil menjadi seorang mujahidah tangguh yang jarang mengeluh. Ketika sudah siap untuk menikah bunda Yoyoh meminta dicarikan calon suami kepada ustadz Hilmi, ust.Hilmi menanyakan pilihan-pilihan pada bunda Yoyoh, namun beliau tidak punya pilihan, beliau bilang “tidak ada pilihan lagi, suami saya adalah yang dipilihkan oleh jama’ah dan dakwah”, begitu ujarnya. Subhanallah! Beliau sudah 3 periode berjuang menjadi wakil rakyat di DPR RI. Betapa tak diragukan lagi ke-totalitas-an beliau dalam menyuarakan aspirasi rakyat. Semua tugas Internasional dijalani dengan baik. Tanpa ada keluhan apapun. Bunda Yoyoh Yusroh selesai menjalakan tugas didunia dan saatnya kembali padaNya. Kita harus meneruskan perjuangan beliau, dengan komitmen yang lebih kuat. Istiqomah! Seperti bunda Yoyoh kesibukan perjuangn tidak membuatnya lali melaksanakan tugas rumah tangga, begitu juga sebaliknya, tugas rumah tangga tidak melalaikan beliau dengan tugas perjuangan. Keren, saya pun ingin!

Setelah itu dilanjutkan sambutan oleh ust. Anis matta yang mewakili Ketua DPR RI yang sedang berada diluar kota. Ust. Anis Matta terlihat sangat sembab wajahnya, beliau berkata : “wafatnya bunda Yoyoh semoga menjadi motivasi kita untuk terus totalitas dalam meraih negeri akhirat”. Beliau insyaAllah seorang ibu yang sholelah yang berhasil mencetak anak-anaknya menjadi seorang hafidz, subhanallah.

Setelah selesai prosesi pelepasan jenazah, dilaksanakan kembali shalat jenazah untuk gelombang kedua, bagi para pelayat yang belum mengikuti shalat jenazah. Lalu, jenazah dimasukan kedalam ambulans dengan iring-iringan puluhan mobil dan motor menuju pemakaman di kec. Benda, Tangerang. Suami beliau diterbangan langsung dari Cirebon dengan helicopter menuju Tangerang, sedang 2 putranya masih dirawat di RS. Mitra Cirebon.
Dan ini saya lampirkan sms bunda Yoyoh yang saat membuat saya termenung-menung yang dikirimkan kepada seorang akhwat beberapa hari sebelum beliau meninggal :
“Ya Rabb, aku sedang memikirkan posisiku kelak diakhirat, mungkinkah aku berdampingan dengan penghulu para wanita. Khadijah al kubro yang berjuang dengan harta dan jiwa? Atau dengan hafsah binti abu bakar yang dibela oleh Allah saat akan cerai karena showwamah dan qowwamahnya? Atau dengan Aisyah yang telah hafal 3500an hadits, sedang aku.. ehem, 500 juga belum. Atau dengan Ummu Sulaim yang shobiroh atau dengan Asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad. Atau dengan siapa ya, ya Allah, tolong beri kekuatan untuk mengejar amaliah mereka, sehingga aku layak bertemu mereka bahkan bisa berbincang dengan mereka ditaman firdausMu”

Masya Allah, well done. awasome, she is inspiring for me and I hope so for you ukhty..

Bertakziah kemarin adalah sarana tafakur saya, dalam memuhasabah niat perjuangan, dan juga bagaimana bisa totalitas dalam dakwah dan amanah.

Allah, saksikanlah..
Jadikan beliah syahidah~ insyaAllah.
Dan izinkan saya meneruskan perjuangan beliau~
insyaAllah 12 tahun lagi mengibarkan jilbab diparlemen.

Disela-sela bekerja, Ciputat 23 Mei 2011.
Semoga bermanfaat.

dianyaa^^ | shining like a star.. ☆☆☆

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s