percakapan dalam notes..


Malam ini banyak berkomen ria dengan wiwik, si gadis ILKOMERS 44 yang saya kenal melalui Multiply, dan ternyata saudara-saudari.. saya dan wiwik satu dosen pembimbing, walaupun beda masa.. hehe. Maka sibuklah kami diawal perkenalan membicarakan dosen pembimbing kami.

Dia men-tag sebuah notes, teman-teman bisa liat notes tersebut di sini.

blah! saya bosan dengan cinta.. ~tiba tiba saja berceloteh itu, tanpa mengetikkannya sebagai komen. Namun perlahan saya coba mendalami maksud notes yang wiwik tag. Neh notes dalem banget kayaknya untuk wiwik, dan taukah kawan.. saya baru membacanya sampai selesai setelah saya komen-komenan dengan wiwik.. sorry ya wik 🙂 ~kebiasaan saya ini.. jangan ditiru! yang penting nyambung.. hehe..

dan beginilah percakapan dalam notes :

dianmenunggu itu memang tidak mengasyikan, namun selalu berprasangka baik tentang takdir itu sangat mengasikan.. santai-tenang-kalem..

wiwik : kuncinya adalah sabar.. aku belum bisa sabar… perlu belajar banyak tentang kesabaran :’)

diansabar itu continue.. karena disanalah proses belajarnya.. dan akupun sama, yuk.. kita sama-sama bersabar 🙂

wiwik : yuk…. inginnya ini kali terakhir menangisi hal yang sia-sia.. menata hati kembali.. sudah saatnya berubah… saling mengingatkan ya 🙂

dian : yups, sesuatu yang bernama takdir tak perlu dirisaukan, cukup kita yakini kedatangannya.. suatu saat kita akan bertemu dengan takdir, bagimanapun kondisinya.. happyalways~ wik 😀

wiwikTerkadang dalam hati menginginkan orang yang dicintai itu menjadi milik kita… Tak seorangpun selain dirinya yang dipinta pada sang pencipta… Pengalaman mengajarkan cinta itu memang tidak harus memiliki, belum jodoh mungkin :’)

dian‎”belum jodoh mungkin”, semoga ini menjadi kalimat akhir dari segala pinta yang tak kunjung tiba, setidaknya sedikit memberi ruang pada hati.. kalau kita masih berharap pada takdir yang terbaik.. :”)

wiwikdari notes diatas, mungkin ada salah dalam diri.. yg terlalu angkuh menolak beberapa pilihan terbaik yang dihadirkan, dan tetap saja kokoh membentengi diri dan mempertahankan pilihan… yang sesungguhnya hanya akan menyakiti diri :’)

hmm, membicarakan cinta memang tak akan ada habisnya, biarlah ia terdefinisi dengan sendirinya. namun, cukuplah kita bersedih-sedih.. seolah-olah kitalah yang paling nelangsa, ketika cinta tak semanis atau seindah yang imajinasi.

Ada 2 qoutes yang ingin saya tekankan disini :

“sabar itu continue.. karena disanalah proses belajarnya..” (Dian Fitriah, Juni 2011)

lingkup sabar disini bukan hanya untuk cinta, tapi untuk seluruh proses kehidupan yang kita lalui. karena dengan sabar, kita akan temukan hikmah.. kita akan temukan jawaban dari semua tanya yang ada, yaa.. hanya perlu memperpanjang atau memperluas ukuran sabar yang kita punya, agar kita menjadi INSAN yang bisa menemukan HIKMAH dari tiap fase kehidupan yang ia jalani. Boleh yaa, saya menyebutnya : INSAN penuh HIKMAH.

“belum jodoh mungkin”, semoga ini menjadi kalimat akhir dari segala pinta yang tak kunjung tiba, setidaknya sedikit memberi ruang pada hati.. kalau kita masih berharap pada takdir yang terbaik.. :”) ~ Dian Fitriah, Juni 2011

Tidak ada penjelasan khusus dari qoutes diatas. Saya rasa cukup dipahami, bahwa kita belajar (lagi) tentang kehendak, tentang ketetapan.. dan tentang kelapangan hati. Itu saja.

Dian Fitriah
10 Juni 2011
shining like a star..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s