seterbuka ini,, :D


Alhamdulillah.. Legaaaa banget rasanya bisa ngobrol santai sama mamah sampai se-terbuka ini. Membicarakan banyak hal tentang kehidupan, tentang aktivitas, tentang diri ini.

Beberapa hari ini, memang saya sedang mencari-cari momen untuk ngobrol sama mamah. Tapi sering kali saya urungkan, karena aktifitas saya banyak sekali berada diluar rumah, pas pulang sudah dalam keadaan letih, dan mamah pun juga. Namun malam ini, sambil nonton JustAlvin.. Tiba-tiba saja mamah membahas hal-hal yang ingin saya bahas. Ah.. Amazing! Mamah tau apa yang ingin saya bahas walaupun saya belum berbicara.

Nasehat demi nasehat keluar dari mulutnya yang mujarab akan do’a. Beliau bercerita banyak hal tentang masa muda beliau, beliau juga banyak bercerita tentang kehidupan yang beliau jalani. Mamah hebat! Yaa.. Setiap mamah itu hebat, punya caranya sendiri untuk mengerti anak perempuannya. Momen ini akan selalu saya rindukan, sangat!

Jadi ingat pesan mamah : “Jadi anak muda itu harus ceria”, dan pesan ini selalu melekat dalam diri saya. Jika ada sesuatu hal yang membuat saya murung, saya akan bergegas menghapus itu semua, karena tak ingin, sungguh.. Saya tampakan wajah penuh kesal dan sesal dihadapannya seutuhnya.

“Mah, dian sayang mamah, sampai seterbuka ini pembicaraan kita, dan dian sayang mamah seutuhnya :-* “

Sampaikanlah pada ibuku, aku pulang terlambat waktu, ku akan menakhlukan malam dengan jalan pikiranku.. – Gie.

Rasanya memang tak sanggup saya tatap wajah lembut penuh kasih sayang ini, jika saya pulang terlarut malam karena harus lembur dikantor atau ada rapat dimalam hari, jika saya pergi keluar rumah terlalu lama, dan.. Yah.. Banyak hal hingga beliau bilang “kapan ada waktu dirumah sama mamah ian?”. Langsung aja saya stress tingkat tinggi dapat pertanyaan itu. Allah.. dzalimkah saya? Menjadi perempuan satu-satunya dirumah, memang seharusnya saya punya waktu lebih banyak bersama mamah, agar ia tidak kesepian melihat betapa ‘sibuk’nya anak perempuan yang satu ini.

“Maaf mah..”

Do’akan anakmu, merundukan diri dengan ilmu, dan bermanfaat bagi diri dan masyarakat.

“Berikan restumu mah..”

Karena ku tahu, restu Allah bergantung pada restu orangtua.

Semoga segala proses kehidupan dan aktifitas kebaikan ini, tak pernah luput dari iringan do’a darimu..

Jakarta, 10 Juli 2011

Baiti Jannati

dianyaa^^ | shining like a star.. ☆☆☆

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s