Sepekan yang lalu, dan..


“Berdakwah dengan penuh kesungguhan (Jiddiyatud Dakwah), tidak berlambat-lambat, atau berleha-leha terhadap agenda dakwah yang telah ditetapkan, atau dengan teganya kita berpangku tangan ketika melihat yang lain sibuk dan bergegas.”

Sepekan lalu merupakan masa libur dari kegiatan bekerja di kantor. Awal-awal, saya memperkirakan sepekan itu masih masa libur anak-anak sekolah SMP dan SMA, namun ternyata sudah masuk awal ajaran baru, agak ada sesal di hati ini, merasa tidak ada persiapan untuk keperluan dakwah sekolah. Tapi ternyata, alhamdulillah.. Allah tunjukkan banyak hal, satu-per-satu urusan dibukakan, rasanya saya tak sabar ingin bergegas menyelesaikannya. Hingga, hari demi hari tersusun agenda yang akan saya lalui.

Sebelum berlibur, saya mendapati diri saya dalam keadaan ‘iri’ terhadap teman-teman yang sangat disibukkan dengan agenda-agenda dakwah sekolah, mengurus ini dan itu, sedang saya.. saya masih mendapati diri saya, berlum ada apa-apa dibandingkan dengan mereka. Iri.. yaa, sangat iri. Mereka begitu totalitas, sesibuk apapu dalam mengurusi skripsi, atau yang lainnya. Walaupun kadang saya suka membuat diri ‘agak dalam keadaan tenang’ dengan berfikir : “Santai aja ian, kan dirimu kerja dan itu juga demi ongkos dakwahmu”. Namun, segera saya hilangkan pikiran itu, kalau sering-sering berfikir dengan keringanan, nanti terbiasa meringankan diri absen dalam agenda dakwah.

Maha BaikNya, yang memberikan saya banyak teman-teman yang Jiddiyatud Dakwah nya sangat mengagumkan diri saya, hingga saya ikut terbawa arus yang deras dalam agenda-agenda dakwah bersama mereka. Tak saya temui diri saya dalam keadaan benar-benar LIBUR, hingga membuat saya makin meyakini pernyataan : “Dakwah akan meminta waktumu lebih banyak”.

Dan hari ini, mulai lagi beraktifitas di kantor. Saya menemukan lagi wajah-wajah ceria penuh kebahagiaan, yang membuat saya makin bersemangat, bahwa hidup ini memang akan dipertanggungjawabkan di akhirat, maka bergegaslah dalam kebaikan, sebar senyum – salam – sapa pada semua orang ๐Ÿ˜€ dan pastikan bahwa tiap interaksi yang kita lakukan baik dengan manusia ataupun dengan Rabb pencipta Aalam semesta ini, merupakan interaksi-interaksi yang penuh dengan kebaikan dan kebermanfaatan. Mari jadikan waktu interaksi kita, menjadi waktu berkualitas ๐Ÿ™‚

Semoga kita (penulis dan semua pembaca) menjadi seorang hamba yang selalu bergegas dalam kebaikan, seperti firman Allah dalam Surat Al-Muโ€™minun Ayat 61:
ุฃููˆู’ู„ูŽุฆููƒูŽ ูŠูุณูŽุงุฑูุนููˆู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุงุชู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู„ูŽู‡ูŽุง ุณูŽุงุจูู‚ููˆู†ูŽ
“mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya”.

Cukup menyadari bahwa dakwah ini adalah WAJIB, lalu paksakan diri. In ahsantum, ahsantum lianfusikum, jika kamu berbuat baik, maka sebenarnya kamu sedang berbuat baik untuk dirimu sendiriโ€ฆ

Jakarta, 18 Juli 2011
Dian Fitriah
shining like a star..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s