bertemu diLLa..


Cerita ini sudah sepekan yang lalu, tapi karena begitu banyak request dari teman-teman (kalimat berlebihan :D, yang request ada 1 orang, yang mau baca ada 4 orang), saya memutuskan untuk tetap menulis cerita pertemuan saya dengan seorang sahabat dari makasar, Fadillah Ridhayanti. Teman-teman biasa memanggilnya, dilla.

Oke, mulai yaa, dikisahkan.. *bergaya seperti dalangnya OVJ*

————-

Hampir 1 tahun sudah saya dan dilla tidak bertemu, kelulusan dari kuliah itu yang membuat saya dan dilla berpisah. Saya memutuskan untuk balik ke Jakarta, begitupun dilla yang juga mengambil keputusan untuk kembali ke kota asalnya di Pangkep, Sulawesi Selatan.

Selama berpisah saya dan dilla hanya berkomunikasi melalui mobilephone, dan social networking (dalam hal ini yang saya maksud adalah Facebook). Ia bekerja di salah satu perusahaan terkenal di daerah Gowa. Sampai suatu hari ia sms dan bertanya :
Dilla : “dhay, tempat kerjamu dekat dengan bintaro nggak?”
Dian : “iya dil, dekat. Kenapa dil?”
Dilla : “insyaAllah kalau jadi tanggal 20-22 Juli 2011 aku ke bintaro mewakili kadep (ketua departemen) ku dalam rakorda di bintaro”
Dian : “hwaaaa, asssyyyikk, kita ketemuan yuk dil..”
Dilla : “iya dhay, rencana aku juga seperti itu.. Nanti aku sms lagi yaa, jadwal aku, nanti kita janjian ketemu di hotel tempat aku nginep aja”
Dian : “okey dil, aku kangen banget sama kamu, kita harus ketemu, masa kamu udah ke Jakarta,kita tidak ketemu juga..”
Dilla : “iya dhay, kita harus ketemu. Nanti klo kamu ke makasar juga harus temui..”

Selesai berSMS ria, saya langsung berfikir-fikir, apa hadiah yang akan saya kasih untuknya. Saya langsung cerita sama mamah, kalau sahabat dari makasar mau datang ke Jakarta, dan minta pendapat kasih hadiah apa.

Dian : “Mah, dian kasih hadiah apa neh?”
Mamah : “apa yaa ian.. Yaa,terserah dian” (hmm,si mamah.. Wong anaknya bingung.. Malah dibalikin lagi)
Dian : “Yah mamah, kan dian tanya ke mamah..”
Mamah : “eh ian, liat ke rumah rohana deh, dia jualan tuh, kita liat kesana yuk, kali aja ada hadiah bagus disana”
Dian : “memang mpok rohona jualan apa ma? Coba dian intip-intip dulu”
Mamah : “nggak tau juga, tapi tadi kata ibu-ibu jualan lampu-lampu, kesana yuk”
Dian : “ayo deh, kita liat-liat”

Ternyata mpok Rohana jualan lampu-lampu hias yang lucu-lucu, bentuk-bentuknya juga lucu. Wah, kebetulan banget bisa buat hadiah untuk dilla. Akhirnya saya memilih salah satu lampu yang ada jam digital menjadi hadiah untuk dilla.

Tiba saat dilla sampai di Jakarta. Dia mengkabari saya bahwa dia menginap di Hotel Tropic Grogol. What? Kok Grogol yah? Kan sebelumnya dia bilang di Bintaro. Dari Ciputat ke Grogol lumayan jauh, dan saya tidak tau rute kesana gimana 😦

Saat itu.. Rasanya sedih sekali, ada fikiran, bahwa saya dan dilla tidak jadi ketemuan. Karena ternyata dia rakor-nya di bintaro tapi menginapnya di Grogol. Akhirnya dilla telepon dan mencoba berfikir bersama cari solusi untuk tetap bertemu. Yahaa, tiba-tiba dia bilang : “gini aja dhay, kita ketemuan hari jum’at sore aja saat aku mau ke bandara. Nanti kan aku naik taksi, jadi bisa jemput kamu dulu, jadi kita ke bandara bareng-bareng, aku jadi ada temannya”. Sepakat seperti itu. Ini menjadi pencerah, dan harapan untuk tetap bertemu.

Pada hari jum’at, 22 Juli 2011 tiba-tiba dilla sms : “dhay, aku dianter pakai bus kantor ke bandara bareng yang lainnya. Trus gimana neh rencana pertemuan kita? Kamu nyusul ke bandara aja gimana? Aku berangkat jam20.20, lumayan lama jadi kita bisa ngobrol-ngobrol“. Hmm, saat itu saya bingung, bagaimana ini, tapi hati sudah bertekad untuk bertemu.

Jum’at selalu menjadi hari yang sibuk, pagi saya pergi ke condet untuk tes tahsin, lanjut ke SMAN 58 Jakarta, ba’da jum’atan ke SMPN 9 Jakarta. Rasanya badan rada lelah karena beberapa hari sebelumnya saya pulang dari kantor malam terus, sakitnya orang berkendara motor adalah masuk angin, hehe :D. Buru-buru pergi ke cibubur, karena saya liat disana ada sendal pink bergambar sapi, dan warna pink itu, dilla banget deh. Sebelum ke cibubur saya sempatkan diri membeli beberapa kue untuk jadi oleh-oleh. Setelah itu balik kerumah, bungkus hadiah, dan siap-siap berangkat lagi ba’da ashar.

Hwaa, nyampe kp.rambutan DAMRI-nya udah berangkat, tapi kata bapak petugas DAMRI-nya masih dekat, saya disuruh mengejarnya. Okelah, saya langsung bergegas lari mengejar DAMRI, alhamdulillah terlihat juga, saya berlari agak kencang sambil teriak “Damri, damri, tunggu” (haduh.. Berasa kayak adegan film-film India yang ditinggal kekasihnya, hehe πŸ˜€ ). Masuk juga ke dalam DAMRI, saya perkirakan mungkin perjalanan, 1,5 jam. Dan ternyata sodara-sodari.. Maceeeeeeettttttt banget arah Soetta. Saya sampai bosen di dalam DAMRI, udah berupaya untuk tidur, berganti posisi tubuh, makan permen karet, dll.. Tapi tak juga sampai 😦 saya khawatir tidak bisa bertemu dilla :(.

Oke, setelah bermacet ria 2,5jam.. Finally, nyampe juga di Soetta Terminal 1A, :D. Cukup mudah cari dilla, tadinya mau ngagetin dilla, eh dia udah nengok duluan. Yahaa, berasa puluhan tahun nggak ketemu, rada norak disini. Pelukan dan saling bercerita tentang kabar ke-kini-an, menjadi agenda pertama. Lanjut kita makan baso (please deh, jauh-jauh ke Bandara, makannya baso juga.. Hadeh, beginilah ulah para pecinta baso).

Dilla kulitnya lebih bersih, dan nampak dewasa πŸ™‚ . Tapi dia kurusan, tidak menyangka saya 😦 . Semoga tetap sehat yaa dil, πŸ˜€

Saya sampaikan salam teman-teman padanya, saya yakin begitu banyak orang yang ingin bertemu dengan dia, namun yang mempunyai kesempatan bertemu saat itu hanya saya, jadilah saya perpanjangan tangan mereka. Semoga bisa tersampaikan salam rindu dari teman-teman.

Sudah jam20.00, dilla harus bersiap-siap masuk. Sebelumnya saya dan dilla agak curiga, kayaknya pesawat ke makasar akan delay. Tapi khawatir kecurigaan kami salah, akhirnya kami memutuskan untuk berpisah, saya juga khawatir kemalaman pulangnya. Yah, perpisahan.. Lagi-lagi, bertemu-berpisah, begitu seterusnya, sunatullah.

Sedih, tapi tak boleh ada airmata, yakin.. Nanti akan bertemu lagi, insyaAllah. Pelukan dan cipika-cipiki, terus mengamati dilla masuk kedalam sampai tak terlihat lagi.

Waktunya pulang.. DAMRI jurusan kp.rambutan banyak terjebak macet, walhasil 1 jam kemudian baru naik DAMRI 😦 ya sudahlah, yang terpenting sudah bertemu dilla, tenang πŸ™‚

“Rasanya tak pernah ada lelah dalam mengejar persahabatan. Sahabat itu anugerah, maka harus disyukuri dengan terus menjaganya dalam kondisi apapun”

Entah seperti apa saya dimata sahabat, yang jelas.. Boleh saya lantangkan suara, untuk berkata “dilla, aku mencintaimu karena Allah.. Begitupun juga aku mencintai sahabat-sahabat yang lainnya. kita bertemu dan berpisah, semoga menjadi penguatan dan keyakinan akan bertemu kembali di surgaNya kelak”

Salam cinta dan rindu dari sahabat-sahabatmu di kota hujan, semakin deras hujan yang turun, semakin aku merindu tentang sahabat, karena aku pernah.. Menyemai ukhuwah diderasnya kota hujan”

Jakarta, 29 Juli 2011
Dian Fitriah
(3 hari menjelang 1 Ramadhan)
..shining like a star

Iklan

2 pemikiran pada “bertemu diLLa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s