Sehari bersama Qur’an untuk setiap hari bersama Qur’an


Alhamdulillah.. ahad lalu bisa mengikuti Dauroh Qur’an dengan tema “Sehari bersama Qur’an untuk setiap hari bersama Qur’an”. Wah dahsyat, sedahsyat-dahsyatnya suatu dauroh qur’an yang membuat saya sangat terpacu untuk menghafal dan berbanyak tilawah qur’an. Acaranya dari jam 08.00 – 15.00, namun sayangnya.. akibat kurangsiapnya saya dalam mengalokasikan waktu, saya datang sangat telat sekali 😦 – merugi banget deh..

Sampai sana liat absensi, dan salah satu kolomnya berjudul “hafalan”, what? melihat dari atas absensi tertulis hafalan qur’an para pesertanya : 17 juz, 12, juz, 7 juz, 20 juz, 5 juz, 30 juz dll.. hadeh,, langsung lemes, ini acara apakah?? perasaan hanya saya yang hafalannya masih se-uprit 😦 😦 😦  sigh.. ya sudahlah, udah terlanjur datang.. hehe.

Langsung dikasih tau sama Koordinator acara tentang target tilawah yang harus dicapai, pengulangan surat yang harus dihafal hari itu dan setor hafalan kepada musyrifah-nya. Glek! nelen ludah banyak-banyak, waktu untuk itu semua tersisa 3 jam lagi, ada rasa pesimis 😦 sanggup nggak ya?

oke, sesuai dengan intruksi tim acara, seoptimal mungkin saya laksanakan intruksinya. Aduh, gawat banget saya tergoda untuk mengamati aktifitas dede Kiya sebagai pengalihan acara saya tidak larut dalam mengantuk. Lagi emang suka nggak nahan kalo liat anak bayi, pengennya maen aja ama mereka.. hihi 🙂

Teng! udah jam 2, semua peserta berkumpul dengan kelompok dan musyrifah-nya. Wah, wajah-wajah kelompok saya sepertinya tidak asing, hmm.. mereka para santri rumah Qur’an.. hadeh, berasa kelindes Truk besar dah.. ini mah sama saja memalukan diri sendiri masuk kelompok itu, mereka kan para hafidzoh. Ya sudah lanjut aja gan.. nggak perlu pake malu kalo mau belajar mah, nanti jadi bodoh. Saya dibimbing oleh Ustadzah Mafhudzoh yang masih muda dan juga membimbing para santri Rumah Qur’an An-Nadwah. Lanjut, Ustadzah meminta kami untuk memperkenalkan diri sambil beritahukan berapa banyak hafalan qur’an yang sudah dihafal dan mengevaluasi targetan tilawah yang diintruksikan oleh tim acara saat itu. Sekarang waktunya setor hafalan.. jreng2, mulai jiper pas liat satu per satu Rumah Qur’an itu setor hafalan, eh.. ternyata banyak yang belum hafal juga, mulai merasa PD neh saya, karena saya sangat yakin sudah menghafal surah itu. Sebelum setoran hafalan, saya mencoba mengulang kembali agar tidak terbalik-balik, tiba-tiba Ustadzah menepuk-nepuk saya sebagai tanda waktunya saya setor hafalan, alhamdulillah… lancar terkendali gan! “Sudah pernah menghafal surah ini ya?” – tanya Ustadzah, “belum Ustadzah baru disini, tapi saya sering mendengarkan murottal surah ini” – jawab dian. “Lebih serius lagi menghafalnya biar jadi hafidzoh” – tambah Ustadzah, “aamiin, insyaAllah Ustadzah :)” – ini dian.

Selesai juga setor hafalan, dan ada berbagi kisah dari Ustadzah Mafhudzoh tentang perjalanan beliau untuk menghafal Al-Qur’an, subhanallah.. betapa sangat kuat azzam beliau untuk menghafal kitab suci ini. 2 hal yang menjadi catattan penting dalam menghafal qur’an yang saya catat :

  1. Berusahalah terikat / masuk ke dalam lembaga Tahfidz Qur’an agar terpacu untuk menghafal dan menyetor hafalan dengan teratur dan terevaluasi.
  2. Gunakan waktu-waktu utama dalam menghafal qur’an, bukan waktu SISA. Karena Al-qur’an tidak bisa diduakan.

Kami merupakan generasi pertama dalam Dauroh Qur’an di Ciracas, insyaAllah akan dibuat Dauroh Qur’an lagi khusus peserta pada generasi pertama. Berbekal dengan 2 catattan penting itu, setelah periode semester ini di Lembaga Tahsin, saya berniat untuk masuk Lembaga Tahfidz, insyaAllah, mohon do’a kawan 🙂 – masih ada rasa iri dengan seorang sahabat yang kini masuk lembaga Bahasa Arab, insyaAllah ini target di tahun depan – Allah, izinkan aku lebih dekat dengan qur’an..

mumpung masih muda, nggak ada kata terlambat untuk menghafal qur’an, saya dengan banyaknya dosa pada diri ini, memohon pada pemilik Kitab yang suci ini, semoga azzam bertobat ini memudahkan saya dalam menghafal qur’an, bukan untuk sombomg dihadapan manusia, namun untuk Mulia dihadapan Allah.. seutuhnya.

di saat yang lain bersibuk ria dengan kegiatan masing-masing, jika ada yang bertanya : “Kamu sedang dimana dian?” , Jawab dian : “saya masih tetap disini menatap langit, mencari-cari wajah Allah diantara petir dan halilintar”.

Jakarta, 15 Agustus 2011
Dian Fitriah
..shining like a star..

Iklan

2 pemikiran pada “Sehari bersama Qur’an untuk setiap hari bersama Qur’an

  1. Tidak layak jika AlQuran hanya disyair dan dihafal krn kitab itu kitab pelajaran yg memberi penerangan.

    36:69 Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan.

    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s