KJOH.. #1


*lagi buka multiply, liat postingan teman-teman di MP, saya menemukan artikelnya Scientia Afifah yang menurut saya cukup ‘tersentuh’, di enam terakhir di bulan mulia ini, agar tidak ada alasan lagi untuk tidak semakin tangguh, kokoh, bijaksana.

Cinta aktivis da’wah adalah cinta seorang hamba dengan spektrum yang luas. Ia melihat kehidupan dengan cinta. Setiap hari, ketika Allah berikan kesadaran dan memasukkannya  ke dalam perputaran kehidupan, ia menjalaninya dengan cinta. Apa yang membuat seorang menjadi resah dengan penyimpangan kehidupan. Apa yang menghalangi seorang dari tidur dan istirahat untuk mengurus urusan umat yang kompleks ini. Apa yang membuat seorang rela membelanjakan hartanya, meskipun ia sendiri tidak berharta lebih, untuk meringankan beban saudaranya. Semua itu adalah spektrum cinta aktivis da’wah.

Cinta aktivis da’wah adalah cinta yang lahir dari kerja keras menjaga rasa sayang Allah swt kepadanya. Ia membingkai kehidupannya dengan frame cinta yang hakiki. Masalah terbesarnya adalah jika Allah murka dengan semua rasa dan amalnya. Kebahagiaan terbesarnya adalah ketika Allah merahmati perasaan dan amalnya. Di dalam frame itulah ia menjalankan pentas kehidupannya. Maka ketika ia jatuh cinta, cinta itu membawanya kepada ketaatan. Cinta itu menghantarkannya kepada amalan-amalan yang membuat Allah semakin cinta kepadanya. Ketika ia jatuh cinta, cinta itu membentenginya dari perbuatan ingkar dan penyimpangan.

Cinta aktivis da’wah menghantarkannya kepada kehidupan yang berkah, dipenuhi rahmat. Ia mengijinkan perasaannya tumbuh dan berbunga hanya dalam bingkai ketaatan. Ketika cinta lawan jenis hadir dalam dirinya, maka itu pun tidak lepas dari komitmen menjaga hak-hak Allah di dalam cinta tersebut. Ia mempersembahkan cinta itu untuk orang yang memberinya jaminan cinta tersebut adalah berkah dan penuh rahmat. Ia menjalankan cinta tersebut dengan muraqabah yang ketat. Ia selalu yakin, Allah memberikan pendamping yang baik sesuai kualitas kebaikan dirinya.

Cinta aktivis da’wah bukanlah cinta dusta. Yang berlindung dengan pernyataan, “Allah tahu niat saya baik”, tapi kemudian melakukan penyimpangan amal. Bukan cinta yang bisu dari pernyataan taushiyah dan tuli dari bisikan kebaikan. Bukan cinta yang melenakan dan menjerumuskan kepada kehidupan yang meresahkan. Bukan cinta yang diobral dengan hiasan kemaksiatan dan sekedar mengejar sebuah tuntutan sosial. Cinta aktivis da’wah bukan cinta dalam ’30 hari mencari cinta’.

Cinta aktivis da’wah adalah cinta yang seterang matahari. Ia penuh dengan ketulusan dan bukan basa-basi. Ia jelas dengan perangkat yang tidak menyimpang dari statusnya sebagai hamba. Cintanya bukan sekedar kedekatan, melainkan juga tanggung jawab. Bukan sekedar romantika dunia, melainkan senandung mulia penduduk langit. Jelas, terang, dan tidak ada yang disembunyikan. Cinta aktivis da’wah tidak membutuhkan pertanyaan, ‘ada apa dengan cinta’.

Cinta aktivis da’wah ada dalam tingkatan ketaatan, Allah Sang Raja, Rasulullah Sang Kekasih, Perjuangan yang dirindukan, dan pasangan hidup yang menyejukkan pandangan, serta anak-anak yang shalih dan shalihah sebagai bunga dan buahnya. Cinta tulus, cinta murni, cinta yang hidup dan menghidupkan.

Jika anda aktivis da’wah, dan menjaga hak-hak sebagai hamba, maka JATUH CINTAlah dan SELAMAT MENJALANI CINTA. Semoga ALLAH memuliankan anda disebabkan cinta itu. Menghimpun anda dalam rahmat sebagai buah dari cinta itu. Dan melahirkan generasi kuat pewaris da’wah dengan cinta itu.

sumber: Majalah Al-Izzah, edisi 11/Th. 4/Jan 2005

dianyaa^^ | shining like a star.. ☆☆☆

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s