parkir massal..


1,5jam lebih, dan hampir 2jam?? What the!! Pagi ini saya rasa jalanan itu seperti parkir massal, yang tiap-tiap kendaraan bebas parkir dimana saja tanpa ada aturan.

Seperti hari-hari sebelumnya, saya berangkat kerja di pagi hari dari ciracas menuju ciputat. Pagi ini adem sekali, “mau hujan neh kayaknya”, pikir saya menduga-duga sambil memandangi langit yang teduh. Karena cuaca yang mendukung untuk dinikmati, saya mengendarai motor dengan santai, tidak biasanya selalu terburu-buru. Yah, jalan raya bogor sudah dipadati kendaraan, yang mau kerja ataupun ke sekolah mengantar anaknya. Menganalisis lagi kira-kira saya bisa lewat daerah Yayasan PB. Soedirman tidak, oh.. Ternyata tak sepadat yang saya pikir.. Lancar, sampai ke arah ragunan – Trakindo masih lancar, kini saya harus melewati jalan alternative (jalan tembus) dari highscope menuju pasar jum’at.

Jalan tembus ini saya ketahui dari rekan kantor saya, yang juga melewati jalan ini, hehe.. lumayan untuk menghindari macet jakarta yang sudah menjadi konsumsi sehari-hari.. Dengan kecematan maksimal yang saya mampu, saya melewati beberapa titik aman dan beberapa kendaraan, disini saya mulai panik, karena jalanan alternative ini mulai padat kendaraan, ada apa ini? Kenapa volume kendaraan jadi sebanyak ini? Apa mereka sudah pada mengetahui jalan tembus ini, hwaaa.. Gawat!! Saya dan kendaraan tidak bergerak sama sekali, ini mah bisa kali tertidur barang beberapa detik. Namun, karena kontur jalanan yang menurun tajam dan ada tanjakan setelahnya.. Saya jadi sibuk menahan kendaraan dan sibuk mencari-cari sela jalanan yang bisa saya lewati, tapi gagal, padat sekali kawan! Semrawut.. Terlebih ada kendaraan yang berbalik arah, jelas itu bukan ide yang bagus disaat seperti ini, itu malah membuat jalanan makin nggak karuan. Umpatan demi umpatan dari pengendara yang lain menjadi bumbu pahit dipagi hari, dan klakson demi klakson yang terbunyi.. Membuat telinga saya sakit. Percuma klakson bung!! Kita dalam posisi tidak bergerak.. Hentikanlah!

Oke, bersabar dian. Sambil memandangi jam di tangan kiri, penuh khawatir.. Macam mana wajah ini sampai kantor? Sudah telat kelewatan ini mah.. πŸ˜₯ Fuh.. Fuh.. Fuh.. di Jakarta, waktu itu sangat berharga, semua orang saling berlomba-lomba dengan sejalannya jarum jam yang terus bergerak, dan macet adalah perusak waktu yang ada. Setiap harinya warga Jakarta disuguhi dengan kemacetan, berapa banyak waktu yang dihabiskan dijalan? Membuat quality time itu terkurangi. Jelas! Lalu bagaimana solusinya? sudah banyak pakar yang berbicara soal hal ini tapi belum juga bisa diatasi, bagi saya pengguna jalan raya, hanya ingin memberikan saran : “berangkat berpagi-pagi.. Karena kalo kesiangan nanti rezeki dipatok ayam” hehe πŸ˜€ -nggaknyambungpisan.

Alhamdulillah.. Terlewati daerah itu, daerah apa yak namanya? Saya tidak tahu.. Hehe πŸ˜€ pokoknya yang itu deh.. Dan wushhh.. Saya melaju cepat melewati pasar jum’at, nyampe juga di depan kantor, dan ups.. Sudah pada mulai inspirasi pagi.. Hwaaa, telaaat!!

Oke, next time kita sharing lagi πŸ™‚ happyAlways rider! -kita butuh (menimbun) sekarung sabar untuk Jakarta yang makin ganas..

Ciputat, 27 September 2011
-sambil service motor, alhamdulillah dapat cuci gratis, ahayyy-
Dian Fitriah
..shining like a star..

dari Nay untuk dhay..


Surat untuk Sahabat
Tahun 2007 aku datang ke kota hujan ini untuk mencari ilmu di kampus kita. Sama sekali ga ada orang yang aku kenal saat itu. Sejalan dengan perjalanan waktu aku menemukan banyak teman di sini. Tapi anehnya aku belum menemukan dirimu. Entah dimana dirimu saat itu. Sampai waktu malam keakraban itu pun aku juga belum mengenalmu. Entahlah kapan tepatnya aku kenal dirimu. Aku tau dirimu adalah sosok yang sangat terkenal di PK kita (he…he… jangan GR ya!!!!). yang aku tau dirimu adalah seorang aktivis Rohis. Dan karena kita ga pernah satu kelas jadi ya ga terlalu kenal dirimu…
Akhirnya aku bisa juga mengenalmu, tapi tetep aj lupa tepatnya kapan. Setelah hampir 2 tahun kita bersama memakai seragam abu-abu itu ( kaya anak SMA ya!!) , tepatnya saat fieldtrip itu aku merasa memiliki sahabat yang sebenarnya sudah ada sejak dulu. Tapi sayangnya waktu berangkat fieldtrip itu kita ga bisa satu bus. Gpp ntar juga kita bisa jalan2 bareng kalau udah turun. Tapi ternyata keceriaanku waktu itu tiba2 hilang seketika. Betapa kagetnya aku ketika dirimu mengirim sms itu. Ketakutan dan kekhawatiran yang teramat sangat menghantui perasaanku. Saat pembagian kamarpun aku minta satu kamar denganmu. Alhamdullah kita bisa satu kamar. Aku ga tau apa yang harus aku lakukan untuk meringankan sakitmu. Saat engkau bisa memejamkan mata, mataku tetap terjaga dan kadang tanpa aku sadar air mata ini menetes sambil berdoa agar kamu segera sembuh dan esoknya kita bisa jalan2. Ya kenangan di Kawah Putih Bandung, akhirnya kita bisa jalan2 bareng, walaupun ada sedikit kekhawatiran dalam diriku. Tau ga ternyata isi camdigku hanya foto2 kita berdua aj. Semoga kenangan di Kawah Putih itu tidak terlupakan….
Sejak saat itu, kita semakin dekat menjadi sahabat yang insyaAllah persahabatan kita selalu mendapat ridho Allah. Dan setelah aku berusaha aktif juga di Kampus kita (tapi aku aktif bukan karenamu lho!!). Saat kita mencari tempat PKL bareng, saat kita bingung harus kemana mencari tempat PKL. Tapi alhamdullah kita mendapat tempat PKL yang nyaman dan kondusif. Sampai sekarang pun sepertinya kita belum bisa melepaskan diri dari BAZ hehe. Banyak kenangan yang menyenangkan di tempat itu. Kita tidak hanya mendapat ilmu tapi juga mendapat saudara2 yang baik. Ga nyangka juga kalau kita satu dosen pembimbing, apalagi ADK Tekkom ada dalam satu bimbingan. Hemm yang ada kita syuro hehe…
Ingatkah dirimu saat kita ke Book Fair dulu?? Begitu nekadnya kita tak peduli udah jam berapa waktu itu, padahal kakak kita yang di Bogor aja mengkhawatirkan kita. Dan pulang pun kita mengejar kereta hantu yang terakhir kerena penumpangnya hanya beberapa orang saja. Ingatkah dirimu dengan anak kecil yang jalan2 di kereta dan meletakkan kepalanya di pangkuan setiap orang?? Kapan ya ketemu anak kecil itu lagi?? Tapi akhirnya di Book Fair kita bisa beli gamis kembaran. Itu gamis pertamaku lho!! Senengnya!!!!!!
Walaupun kadang pikiran kita ga sejalan, aku tau karena sikapmu yang keras. Aku coba untuk mengerti. Ketika dirimu udah ga mood, seringkali saat jalan aku di cuekin, tapi ya sudahlah karena itulah dirimu kalau udah ga suka ya ga suka, ditunggu aja ntar juga normal sendiri. Tapi yang paling aku ga suka dari dirimu itu adalah suka TELAT..ingatkah saat kita harus bimbingan, tapi dirimu masih nyelesaiin makalah akhirnya kita telat. Langsung deh muncul berita di millis. Akhirnya bimbingan selanjutnya aku ga nunggu dirimu lagi.. hehe maaf ya!!!
Sekarang tinggal berapa bulan lagi kebersamaan kita di kota hujan ini. Satu ujian terakhir yang harus kita selesaikan yaitu SIDANG. Tapi kita harus sabar menunggu kedatangan bapak pembimbing kita yang super sibuk tapi baik dari pulau Bali. Siapa tau ja ntar kita dapat oleh2 hehe…oyaa mau dikasih apa beliau???? Pasti ntar riweh lagi kalo harus beli batik, inget pas kita muter2 nyari batik buat kakak2 kita kemaren..seru deh!!
Untuk sahabatku, mungkin aku bukan bagian dari ENVO58, mungkin aku juga bukan bagian dari TIRAI D5, tapi juga ga mau menjadi pengganti mereka, karena mereka adalah lingkaran malaikatmu. Dan ketika hubungan mu dengan mereka sedikit renggang, aku pasti akan kepikiran. Aku hanya ingin menjadi salah seorang yang pernah ada dalam sejarah kehidupanmu.
Untuk sahabatku aku mencintaimu karena Allah SWT. Semoga perjalanan persahabatan ini tidak berhenti sampai di sini saja. Semoga ridho Allah menyertai perjalanan ini. amin

β€œNi aku tulis beberapa minggu yang lalu, pas kita masih menunggu pak firman, dan beberapa hari lagi kita akan meninggalkan kota ini. Selamat berjuang sahabat….ayo semangat buat sidang”

-Nay

*****************************************

Lagi baca (lagi) note dari sahabat saya, Nay. Ya Allah, saya tidak pernah bosan membaca tulisan ini, tidak pernah, sudah berkali-kali.. yaa, sudah lebih dari hitungan jari-jari yang saya punya untuk membacanya, dan selalu saja tetesan air mata ataupun senyum bahagia itu muncul seketika. Sebentar saya bersamanya, namun rasanya sudah lebih lama dari yang saya rasakan, dia bersama dalam kehidupan saya, menorehkan namanya disini ~dihati saya. Tulisan itu adalah ungkapan hati, jika semua penulis bisa menulis dengan hatinya, maka tulisan itu akan menyentuh ke hati para pembacanya. Itulah yang saya rasakan pada tulisa ini, ia menuliskan dengan hati, hingga selalu dan selalu saya merasa tersentuh. Ia tak disini (disamping saya), ia di kota hujan, namun melalui tulisan ini, saya mencoba menghadirkannya dalam waktu yang saya lalui.

Betapa baiknya Allah, Dia mengirimkan sahabat yang baik, yang tulus, dan saya banyak belajar darinya. Masihkah saya harus mendustakan nikamat yang Allah berikan? na’udzubillah.. Allah jaga Nay, izinkan ia menjadi sahabat sejati dalam perjalanan menuju SyurgaMu..

Jakarta, 26 September 2011
Dian Fitriah
..shining like a star..

luangkanlah..


Take time to think
It is the source of power
Luangkanlah waktu untuk berfikir
Berfikir adalah sumber kekuatan

Take time to read
It is the foundation of wisdom
Luangkanlah waktu untuk membaca
Membaca adalah landasan sikap bijaksana

Take time to play
It is the secret of staying young
Luangkanlah waktu untuk bermain
Bermain merupakan rahasia awet muda

Take time to quiet
It is the opportunity to seek God
Luangkanlah waktu untuk diam
Diam adalah kesempatan menuju Tuhan

Take time to be aware
It is the opportunity to help others
Luangkanlah waktu untuk peduli
Peduli adalah kesempatan membantu sesama

Take time to love and be loved
It is God’s great gift
Luangkanlah waktu untuk mencintai dan dicintai
Cinta adalah anugerah yang besar dari Tuhan

Take time to laugh
It is the music of the soul
Luangkanlah waktu untuk tertawa
Tertawa adalah musiknya jiwa

Take time to be friendly
It is the road t happiness
Luangkanlah waktu untuk bersikap santun
Sikap santun adalah jalan menuju kebahagiaan

Take time to dream
It is what the future is made of
Luangkanlah waktu untuk berkhayal
Khayalan menghasilkan masa depan

Take time to pray
It is the greatest power on the earth
Luangkanlah waktu untuk berdo’a
Do’a adalah kekuatan terbesar di muka bumi

 

–diambil salah satu slide renungan di lady (laptop dhayhen), entah siapa pengarangnya, namun.. membuat saya terdiam sekian detik (tanda-tanda ngantuk.. haha :D)

pesan Bunda Elly


Bunda Elly? Siapa tuh? Siapa yaa.. Saya juga tidak tahu, tapi dengan dadakan ‘saya kagum dengan dirinya’.. Hehe, kenapa coba? Kagum saja *hah,, nggak konkrit neh dian*

Selesai sarapan di sabtu pagi ini, saya ke ruang TV, mencari-cari remote TV, berdo’a semoga langsung ketemu acara TV yang tidak memusingkan.

TV sudah menyala, langsung tersajikan saluran ANTV, ada seorang ibu setengah baya yang lugas berbicara tentang anak-anak. Banyak tanya di otak saya, “lagi bahas apa neh?”, “acara apa sih?”, “hmm, si ibu bicaranya bijak dan mudah dipahami, siapa beliau ya?”

Ya sudahlah, nggak usah meribetkan, dengerin aja dengan baik, saya suka pembahasan tentang “mengenal anak lebih dalam lagi”, walaupun belum memiliki anak dari rahim sendiri, tapi saya punya banyak anak-anak dari rahim orang lain yang dipercaya untuk saya didik masa-masa usia dininya, semoga do’a dari anak-anak lugu itu menjadi penghantar saya ke depan pintu Syurga, aamiin.. Tapi-tapi-tapi jangan sampe didepannya doang dong, masuk kedalam Syurga lebih menyenangkan, jadi diralat yaa do’anya : semoga do’a dari anak-anak lugu itu menjadi penghantar saya masuk ke dalam Syurga *khusyuk memohon, sangat ngarep* :p

Oh, nama beliau Bunda Elly, kok tahu? Wong ada namanya di layar TV itu kok.. :p namanya mengingatkan saya dengan seorang ustadzah keren yang ada di Bogor.. Hoho ~siapakah dia?. Beliau sedang berbicara tentang bagaimana orangtua menyikapi bakat atau cita-cita anaknya. Beliau terus berbicara secara monolog langsung ke kameramen, jadi berasa beliau ngomong langsung sama saya.. Haha πŸ˜€ dan dengan seketika saya duduk manis sambil terkagum-kagum dengan apa yang beliau bicarakan, “sangat bijak pendapatnya membicarakan hal tersebut”, pikir saya.

Hingga sampai pada kesimpulan akhir pembahasannya, ada 5 pesan dari Bunda Elly untuk para Bunda atau orangtua yang menyaksikan acara tersebut :

  1. Tanamkan dengan kuat, adanya Allah di dalam diri anak-anak, iman yang kuat akan membuat anak-anak tidak mudah patah (seperti peyek dan kerupuk) menghadapi jaman yang selalu berubah-ubah.
  2. Biarkan anak-anak memiliki pemikiran kritis.
  3. Tanyakan apa keinginan mereka, dan bantu membuka cakrawala mereka dengan pengetahuan.
  4. Dengarkan apa yang anak-anak utarakan tentang pendapatnya.
  5. Jadikan anak BERGUNA, bukan berhasil. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain.

Sudah deh selesai acaranya, ternyata acara itu berjudul “Diary Bunda”, baru liat ada program TV seperti ini, bagus.. Dan recommended banget bagi orangtua-orangtua (yang masih) muda untuk mendidik anak lebih bijak lagi πŸ™‚ *temasuk saya (calon) orang (tua) muda.. Hahay* πŸ˜‰

Oke, itu aja sharing di sabtu pagi yang cerah ini, secerah hati saya -happyAlways- πŸ˜€ πŸ˜€

dianyaa^^ | shining like a star.. β˜†β˜†β˜†

bentuk syukur qt..


“tak ada keberuntungan yang lebih besar daripada mendapati keimanan didalam hati. Iman adalah cahaya yang akan menerangi hidup. Atas anugerah ini kita harus bersyukur. Salah satu bentuk syukur itu adalah kita berdakwah dijalan Allah dan kurasa SMPN SSN 9 Jakarta dan SMAN 58 Jakarta adalah wadah yg bagus..” (*)

*maaf teman seringkali aku lalai dalam amanah, kita punya banyak PR yang akan kita selesaikan bersama-sama, selamat berjuang lebih dalam lagi*

-dianF-

(*) terinspirasi dari karya Sastra “Janji Langit” milik Aishworo AnG, dengan sedikit ubahan.

dianyaa^^ | shining like a star.. β˜†β˜†β˜†

untuk Nay..


Tiba-tiba nay sms :
“Allah sengaja membiarkanmu bertemu dengan orang yang belum tepat, hingga nanti Allah akan mempertemukanmu dengan seseorang yang tepat agar kamu mensyukuri karuniaNya πŸ™‚
Ya Allah aku ga bisa menjaga sahabatku, jaga dy slalu ya πŸ™‚ “

Hehe, makasih nay πŸ™‚

D : lagi apakah nay?
N : Lagi tiduran aja, abis nyuci pegel-pegel uey meluruskan pinggang
sambil dengerin ka yasir siaran πŸ™‚

Ka Yasir adalah kakak tingkat saya di kampus sekaligus penyiar 106 FM Mars Radio, Bogor.

Buru-buru saya kirim Π²Π²ΠΌβ„’ ke Ka Yasir minta tolong diputarkan lagu untuk nay, saya request nasyid Do’aku – Ali, tapi sepertinya belum ada di playlist, jadi saya ubah request nasyid Untukmu Teman – Brothers. Ini cara saya mengirim tanda rindu untuknya. *romantis kan? :D, biar orang se-Bogor tahu.. Tapi sayang, saya tak bisa dengarkan cuap-cuap Ka Yasir menyampaikan request saya untuk Nay.. Hiks.

“Walau kita terpisah sekian kilometer, namun jarak hati kita nol kilometer, karena selalu ada kerinduan yang terselip dalam bait-bait doa..”

dianyaa^^ | shining like a star.. β˜†β˜†β˜†