huft!


datang,
pergi,
datang,
pergi,
datang,
pergi,
datang,
pergi….. (Jangan pernah datang kembali)

“Anak muda itu labil, jika ada hal yang menghujam jantungnya, maka dengan spontan ia akan meluapkan segala ekspresinya secara dadakan”
(Dian Fitriah, September 2011)

Tidak perlu menunggu sampai satu purnama : ELO + GW = END, itu bukan tidak ada maksud apa-apa, namun ketegasan yang harus dijunjung tinggi, kesepakatan itu sudah terikrarkan, pilihannya hanya 2 :
Saya yang mengakhiri atau anda yang mengakhir. Oke, lebih baik tak ada yang mencari tahu.
Dalam persahabatan, kita hanya memohon cinta dariNya, untuk kebaikan dan kebaikan dalam persahabat. Jika tak ada lagi niatan, maka ya sudahlah!

*disaat-saat seperti ini ingin sekali makan baso,, bareng mereka.. atau sekedar dikunjungi “dian, ini ice cream untukmu.. agar senyum manismu tak pudar :)”

— tabiat yang belum hilang : masalah » menghindar » (mencoba) melupakan » (terancam) punah » dipendam » (tiba-tiba) ingat » menangis.. —

Ciputat, 15 September 2011
need a friend’s shoulder to me cry on.

dianyaa^^ | shining like a star.. ☆☆☆

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s