aku + kamu = sahabat


Saya mengirim pesan singkat kepada seorang sahabat yang lama tak berkomunikasi karena pertengkaran hebat kami beberapa waktu lalu, beginilah isi pesan singkat saya yang terinspirasi dari artikel “karena ikatan kita ISTIMEWA” di dakwatuna.com dan itu saya ketahui dari sahabat saya Dina Amalia..

Dian ยป

“Aku.. -mungkin- belum mampu menangkap setiap aura kebaikan dari sahabatnya (kamu). Menjadikan segala kekurangan sahabatnya sebagai pelecut semangat untuk mendewasakan diri tanpa mengungkit-ngungkit apalagi membicarakan kekurangan sahabatnya pada orang lain. Kita, pasti pernah punya salah. Bahkan sering kita lakukan pada orang lain. Pada sahabat kita. Saat ego masih tersimpan dalam hati, saat persepsi menutupi mata hati bahwa orang lain harus menjadi yang sempurna di hadapan kita, tanpa cacat, tanpa kekurangan. Maka, sesungguhnya kita telah membutakan mata hati kita untuk memberikan permaafan pada orang lain. Menganggap setiap kesalahan sahabat kita adalah dosa besar yang takkan termaafkan dan telah menutup pintu maaf bagi setiap kesalahan mereka. Hanya ingin bilang.. Maafkan aku, sahabatku..”

Pesan singkat itu terlaporkan sudah terkirim di hp seorang sahabat, saya tunggu sedetik, semenit, sejam.. Belum juga ada balas. Huft! Banyak tanya di kepala, apa dia tidak ada pulsa untuk membalasnya? Hmm, dia orang yang full pulsa saya rasa. Apa pesan itu saya kirim terlalu malam sehingga dia sudah tertidur? Ah.. Ia larut malam kalau tertidur. Apa ia tidak mau memaafkan saya atas pertengkaran hebat diakhir sms antara saya dan dia? Kali ini saya tidak bisa menjawab apa-apa, jika ia.. Maka ikhlaslah sudah.

Saya tak berputus asa, saya akan menunggunya membalas pesan singkat saya dengan kalimat apapun, menerima atau menolak, yang jelas saya sudah berani meminta maaf atas segala marah saya. Saya akan terus berharap esok paginya ada pesan singkat balasan darinya, jika tidak.. mungkin lusa, atau hari-hari berikutnya, saya akan tetap menunggu pokoknya!

Siapa yang rela kehilangan sahabat? Saya rasa hanya jiwa-jiwa angkuh yang tak mau meredam ego yang rela menghilangkan sahabat.. Saya? Saya mencintai sahabat, menyayanginya bagaikan saudara.. Mereka belahan jiwa saya, mereka jam tangan saya, mereka alarm saya, mereka juga sendal jepit saya.. Saling membutuhkan. Keceriaan menapaki kehidupan salah satunya bersama sahabat ๐Ÿ™‚ mereka ISTIMEWA!

Esok siang selepas berpergian dan shalat dzuhur, saya mendapati sebuah pesan singkat.. Hmm, nomornya tak asing dan masih sangat mengenalnya, ini pesan singkat darinya.. dari sahabat yang dirindukan.. Begini isi pesannya :

Sahabat ยป

“:),,tidak ada yang perlu dimaafkan,, karena sejak saat dirimu marah hingga saat ini aku tetap menganggapmu sebagai sahabat ku.. Dan jauh sebelum kamu mengirimkan sms mu semalam aku telah memaafkan mu.”

Hwaaaa, kaget! Benerkan ini dari dirinya.. Hehe, alhamdulillah.. Allah Maha Baik, masih mengizinkan saya dan dirinya untuk saling bersahabat. Ah.. Marah itu menguras tenaga! *syukurin lho ian*

Okey, let’s make a better friendship ๐Ÿ™‚

Aku + kamu = Sahabat

Jakarta, 5 Oktober 2011
Dian Fitriah
..shining like a star..

Terimakasih untuk neng Diren, atas pesan singkat yang menginspirasi, sehingga saya memberanikan diri untuk lebih memaknai persahabatan dengan MAAF ๐Ÿ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s