mah..


m a a f

m – a – a -f

d i a n   m i n t a   m a a f

m-a-m-a-h  s-a-y-a-ng

malam ini anakmu, ingin memelukmu lebih dekat

t-e-t-a-p  k-u-a-t

semua bicaramu malam ini, menamparku (lagi) lebih kencang

a  n  a  k     m  a  c  a  m    a  p  a    d  i  a  n?

semoga Allah meneguhkanmu hingga melangkah kesurgaNya.

m-a-m-a-h   s-a-y-a-n-g

d i a n   m i n t a   m a a f

m – a – a -f

m a a f

please, more survive.. i will make you happy more and more..

aku + kamu = sahabat


Saya mengirim pesan singkat kepada seorang sahabat yang lama tak berkomunikasi karena pertengkaran hebat kami beberapa waktu lalu, beginilah isi pesan singkat saya yang terinspirasi dari artikel “karena ikatan kita ISTIMEWA” di dakwatuna.com dan itu saya ketahui dari sahabat saya Dina Amalia..

Dian »

“Aku.. -mungkin- belum mampu menangkap setiap aura kebaikan dari sahabatnya (kamu). Menjadikan segala kekurangan sahabatnya sebagai pelecut semangat untuk mendewasakan diri tanpa mengungkit-ngungkit apalagi membicarakan kekurangan sahabatnya pada orang lain. Kita, pasti pernah punya salah. Bahkan sering kita lakukan pada orang lain. Pada sahabat kita. Saat ego masih tersimpan dalam hati, saat persepsi menutupi mata hati bahwa orang lain harus menjadi yang sempurna di hadapan kita, tanpa cacat, tanpa kekurangan. Maka, sesungguhnya kita telah membutakan mata hati kita untuk memberikan permaafan pada orang lain. Menganggap setiap kesalahan sahabat kita adalah dosa besar yang takkan termaafkan dan telah menutup pintu maaf bagi setiap kesalahan mereka. Hanya ingin bilang.. Maafkan aku, sahabatku..”

Pesan singkat itu terlaporkan sudah terkirim di hp seorang sahabat, saya tunggu sedetik, semenit, sejam.. Belum juga ada balas. Huft! Banyak tanya di kepala, apa dia tidak ada pulsa untuk membalasnya? Hmm, dia orang yang full pulsa saya rasa. Apa pesan itu saya kirim terlalu malam sehingga dia sudah tertidur? Ah.. Ia larut malam kalau tertidur. Apa ia tidak mau memaafkan saya atas pertengkaran hebat diakhir sms antara saya dan dia? Kali ini saya tidak bisa menjawab apa-apa, jika ia.. Maka ikhlaslah sudah.

Saya tak berputus asa, saya akan menunggunya membalas pesan singkat saya dengan kalimat apapun, menerima atau menolak, yang jelas saya sudah berani meminta maaf atas segala marah saya. Saya akan terus berharap esok paginya ada pesan singkat balasan darinya, jika tidak.. mungkin lusa, atau hari-hari berikutnya, saya akan tetap menunggu pokoknya!

Siapa yang rela kehilangan sahabat? Saya rasa hanya jiwa-jiwa angkuh yang tak mau meredam ego yang rela menghilangkan sahabat.. Saya? Saya mencintai sahabat, menyayanginya bagaikan saudara.. Mereka belahan jiwa saya, mereka jam tangan saya, mereka alarm saya, mereka juga sendal jepit saya.. Saling membutuhkan. Keceriaan menapaki kehidupan salah satunya bersama sahabat 🙂 mereka ISTIMEWA!

Esok siang selepas berpergian dan shalat dzuhur, saya mendapati sebuah pesan singkat.. Hmm, nomornya tak asing dan masih sangat mengenalnya, ini pesan singkat darinya.. dari sahabat yang dirindukan.. Begini isi pesannya :

Sahabat »

“:),,tidak ada yang perlu dimaafkan,, karena sejak saat dirimu marah hingga saat ini aku tetap menganggapmu sebagai sahabat ku.. Dan jauh sebelum kamu mengirimkan sms mu semalam aku telah memaafkan mu.”

Hwaaaa, kaget! Benerkan ini dari dirinya.. Hehe, alhamdulillah.. Allah Maha Baik, masih mengizinkan saya dan dirinya untuk saling bersahabat. Ah.. Marah itu menguras tenaga! *syukurin lho ian*

Okey, let’s make a better friendship 🙂

Aku + kamu = Sahabat

Jakarta, 5 Oktober 2011
Dian Fitriah
..shining like a star..

Terimakasih untuk neng Diren, atas pesan singkat yang menginspirasi, sehingga saya memberanikan diri untuk lebih memaknai persahabatan dengan MAAF 🙂

Lawas sih, tapi masih enak didengar :D


Lembayung Bali   –  (klik untuk download lagu)

Menatap lembayung di langit Bali
dan kusadari
betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak terbatas
bebas berandai memulang waktu

Hingga masih bisa kuraih dirimu
sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
oh cinta

Teman yang terhanyut arus waktu
mekar mendewasa
masih kusimpan senda tawa kita
kembalilah sahabat lawasku
semarakkan keheningan lubuk

Hingga masih bisa kurangkul kalian
sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
tegar melawan tempaan semangatmu itu
oh jingga

Hingga masih bisa kujangkau cahaya
senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
tak terbangun dari khayal keajaiban ini
oh mimpi

Andai ada satu cara
tuk kembali menatap agung surya-Mu
lembayung Bali

**********

Lagu ini masuk dalam playlist pekan ini di hape saya, sudah lama tersimpan di file music hp tapi memang baru saya dengarkan lagi, mungkin ini akibat efek suasana hati yang sedang merindu, yaa.. merindu pada sahabat. Mereka yang mengiringi kehidupan selain keluarga kandung, mereka adalah keluarga lain dimiliki.

Senda tawa – pertengkaran kecil bahkan besar – saling mengolok ataupun saling berlomba untuk memberikan kasih sayang yang luar biasa, begitulah sahabat.. mereka seakan mengetahui semua tentang diri saya, mungkin maksud saya adalah bobrok-bobrok-nya (aarrrgghh, namun tak sungkan saya untuk curahkan itu semua, kelak agar ada yang mengingatkan saya)

Marahan setelah itu baikkan kembali, kayaknya hal-hal seperti itu kekanakan sekali 😀 lucu tiap kali mengingat hal itu, tapi itu proses dalam persahabatan kan? proses untuk mengenal sahabat kita lebih dalam. Bagaimana cara menghadapi marah-nya, atau bagaimana cara menanggapi jutaan sayang dari seorang sahabat yang mengasihi kita. Betapa beruntungnya bisa merasakan semua hal didalam persahabatan. Mencari sahabat adalah susatu hal yang paling saya sukai, yaa.. sangat menyenangkan. Walaupun didunia ini ada fitrah, pertemuan dan perpisahan, jika hati sudah bertemu dengan hati.. maka jiwa akan menyimpannya sampai kelak ia berpisah dengan dunia.

Nikmati saja persahabatan yang kini terjalin, karena pertengkaran yang tiada maaf itu akan membawa penyesalan, kehilangan seorang sahabat itu menyakitkan, yang ada saat ini.. jagalah sahabat baik-baik, 🙂

Jakarta, 4 Oktober 2011
Dian Fitriah
..shining like a star..

hehee..


أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Tadi pagi saat inspirasi pagi saya dan rekan kantor saya, kami berdua mendapatkan kejutan dari teman-teman kantor.. Yaaaa, kami dapat hadiah modem sebagai bentuk apresiasi.. 🙂

Terimakasih banyak yaa..

dianyaa^^ | shining like a star.. ☆☆☆