cantika :)


“aduh.. dian, kamu tuh hadiah aku”

kalimat itu keluar dari bibir imutnya, disela-sela tawa, diantara cengkrama ketidaksengajaan bertemu. Ternyata terekam dengan baik, sampai teringat jelas secara detail bagaimana rona wajahmu mengekspresikannya, aku suka.

ini kebahagiaan untukku, dan jelas kau begitu bahagia menyatakannya. Aku tak bisa membalas apa-apa, selain himpunan do’a-do’a yang tak terhingga dihari lahirmu ini.

Barakallahu fii umrik sahabatku, ceriana ๐Ÿ™‚

di 22 tahunmu, semoga semua titip Allah yang ada padamu, dapat disyukuri dan dioptimalkan penggunaanya hingga bermanfaat untuk umat, kelak kau sukses dan bahagia dunia akhirat, insyaAllah.

29 November 2011,
sahabatmu manisa – romantisa – lutuna.

“Hidupmu indah.. pancarkan sinarmu…
you are beautiful.. beautiful..beautiful, kamu cantik cantik dari hatimu”

Iklan

ten(tara)


Tentara, jangan bunuh temanku..
Aku memang tak tahu siapa dia, lebih pastinya lagi aku belum berkenalan dengannya, belum tahu apa makanan kesukaannya, belum tahu bagaimana perasaannya saat hujan turun. Tapi secara tiba-tiba saja aku peduli dengan dirinya, seakan-akan aku adalah sahabat terdekatnya, yang dengannya menghabiskan waktu bermain yang ada. Itu karena apa, karena ternyata ada pengikat yang lebih kuat dari sekedar berkenalan secara langsung, aku dan dia se-agama. Kami saudara se-iman. Itu saja yang aku ketahui, dan cukup memperjelas perasaan setiba-tiba tadi.

Baca lebih lanjut

10 Wasiat


  1. Bangunlah segera untuk melaksanakan shalat apabila mendengar adzan walau bagaimanapun keadaanmu.
  2. Baca, telaah, dan dengarkan al-Qur’an, berzikirlah kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan janganlah engkau senang menghambur-hamburkan waktumu dalam masalah yang tidak ada faedahnya.
  3. Bersungguh-sungguhlah untuk bisa dan berbicara dalam bahasa Arab dengan fasih.
  4. Jangan memperbanyak perdebatan dalam berbagai bidang percakapan karena hal itu tidak akan mendatangkan kebaikan.
  5. Jangan banyak tertawa, sebab hati yang selalu berkomunikasi dengan Allah (berzikir) adalah tenang dan tentram.
  6. Jangan suka bergurau, karena umat yang berjihad tidak berbuat kecuali dengan bersungguh-sungguh terus-menerus.
  7. Jangan mengerakan suara di atas suara yang diperlukan pendengar, karena hal itu akan mengganggu dan menyakiti.
  8. Jauhilah ghibah (menggunjing) atau menyakiti hati oranglain dalam bentuk apapun dan janganlah berbicara kecuali yang baik.
  9. Berkenalanlah dengan saudaramu yang engkau temui walaupun dia tidak meminta, sebab prinsip dakwah kita adalah cinta dan ta’awun (kerja sama).
  10. Pekerjaan rumah (PR) kita sebenarnya lebih bertumpuk dari pada waktu yang tersedia, maka tolonglah saudaramu untuk memanfaatkan waktunya, dan apabila kalian mempunyai keperluan maka sederhanakan dan cepatlah diselesaikan.

Begitulah Imam Syahid Hasan Al-Banna memaparkan wasiat ini yang merupakan rangkuman pemahaman beliau terhadap kandungan Al-Qur’an dan Sunnah. Prioritaskan dan amalkan!

No Pecicilan, No Bawel


Suatu hari seorang adik keren yang mulai menekuni kariernya di ekstrakulikuler DEBAT bertanya pada seorang kakak keren yang mulai tak jelas mau makan apa malam ini.

Adik Keren : “Ka, gimana sih jadi caranya supaya nggak pecicilan dan bawel?”

Kakak Keren : “hmm.. umm,….”

Adik Keren : “aku kan orangnya nggak bisa diem, banyak gerak, banyak gaya.. Nah, aku tuh pengen banget jadi anak yang kalem, kayaknya enak deh dilihatnya”

Kakak Keren : “eung.. Sebenarnya yang ditanya tidak lebih tau dari yang bertanya..”

No pecicilan, No bawel ยป #wish #islamicnewyear1433H