dandelion


dalam derasnya hujan, dalam pekatnya langit yang belum bisa kita sebut malam

aku kembali rindu

tetesan hujan yang jatuh mengulang memori lalu

tentang petikan gitar yang teralun

bersamaan suara khas yang bersenandung

di sisi pelangi, kutitipkan rindu

dan untuknya, mengharap bertemu bintang atau intipan bulan yang romantis

bahagia kita seakan menyaingi cahaya bulan, maka ku sebut temaran

berkali-kali bola mata kita menatap langit,

mencari-cari dimana bintang bersembunyi

tak ada..

satu per satu yang tersembunyi kita ungkapkan

kini aku tahu, kini kita ketahui

seperti kupu-kupu yang datang sekejap menghampiri putik,

lalu terbang lagi bersamaan dengan bunga yang ternyata itu buahnya..

bunga itu bertebangan.

pasrah dengan rela hati terbawa angin yang tak diketahui arahnya

oh.. ternyata badai datang dengan tiba-tiba, merusak arah tujuan dengan dadakan

berhamburan dan hilang..

pada semesta,

kita titip simpul doa, entah sama atau tidak

yang jelas, kilauan bola mata kita menjawabnya..

aku rindu kalian..

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s