Al-Ghifari, masjid tak berkubah. (2)


Ini Jawabku, Untukmu

Ah, tiada kan mungkin
bisa putarkan roda
Genggaman ini tak cukup hebat
mencengkeram sisi-sisinya
dan menariknya hingga memutarkan roda
pada porosnya

Aku apa?
Barang satu amanah kau embankan
rasanya mulai tertatih, rintih meng-elukan
kecilnya daya topang

Belum dua kau tantang,
agaknya akan mulai melepas
rajutan-rajutan penguat raga
ku punya

Terkadang kau pinta lagi
lebihnya dari ku
Maka aku bertanya,
benarkah, sanggupkah aku?

Aku bukan topeng amanah,
jadi izinkan aku
pada apa adanya aku!

Maka biar kami jawab,
dan semoga Allah menghangatkan hati kita

Maka pada roda yang kami inginkan berputar,
bukan tanpa jari-jari di tengahnya
bukan roda sekeras batu adanya

Kami hanya meminta satu,
ulurkan tanganmu, dan ikhlaslah
Perputarannya tiada kan meminta
kelelahanmu sendiri, kekutanmu sendiri
Akan ada kami menariknya,
bersamamu

Maka amanahmu
Tiada hanya satu, dua, tiga, bahkan sepuluh
bukan padamu saja kami tumpahkannya
Karena ragamu butuh pendampingnya,
dan kami pendampingmu

Maka kau benar orangnya,
kau sanggup adanya

Karena ingatlah,
pada hari ketika kau datang pada kami
Kami tidak memintamu menunjukkan wajahmu
Kau yang memberikannya

Tiada topeng pada hari itu,
dan bukan pula topeng pada hari ini

Kau yang tunjukkan,
bukan kami yang pilihkan

———————-
Muhammad Zahidun,
Bogor, 16 Januari 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s