bintang kecil di bumi.


Hari ini,
Kita buka jendela hati kita
dan mengintip keluar sana..
Untuk melihat rintik hujan
bertemu dengan sang matahari..
Membentuk pelangi,
sedikit keceriaan
Membuat kegembiraan besar.

***********

Lihatlah mereka,
Seperti tetesan embun yang segar..
Berdekapan dilembaran daun..
Hadiah dari syurga.

Merentangkan dan berputar..
Tergelincir dan meluncur..
Seperti mutiara yang lembut,
Bercahaya dengan tertawa.

Jangn biarkan kita kehilangan ini..
Bintang kecil di bumi.

Seperti sinar matahari di musim dingin..
Memandikan taman dengan emas..
Membuang kegelapan dari hati kita..
Dan menghangatkan kita pada pusatnya.

Jangan biarkan kita kehilangan ini..
Bintang kecil di bumi.

seperti tidur yang terperangkap kelopak mata,
dimana mimpi yang manis memenuhi..
..dan dalam mimpi seorang peri hidup..

seperti sumber warna..
seperti kupu-kupu di atas bunga yang mekar..
seperti cinta yang tidak egois.

Mereka menggelorakan gelombang harapan..
mereka memulai mimpi..
dan kesenangan yang abadi..

Jangan biarkan kita kehilangan ini..
bintang kecil di bumi.

Di malam yang sangat gelap pekat..
..mereka duduk seperti nyala api
yang salah mengartikan kesuraman.

seperti keharuman kebun buah
yang memenuhi udara.

seperti kaledioskop warna yang sangat banyak..
seperti bunga yang menggapai matahari..
..seperti catatan sebuah suling
di belukar yang sepi.

Mereka menghirup udara yang segar..
..ketukan dan musik kehidupan..

Jangan biarkan kita kehilangan ini..
bintang kecil di bumi.

seperti perasaan kehidupan seorang tetangga..
..seperti kuncup, memutuskan untuk mekar..
..seperti angin sepoi-sepoi,
tertangkap di telapak tanganmu..
mereka diberkahi para orangtua..

Jangan biarkan kita kehilangan ini..
bintang kecil di bumi.

***********

Ibu tahu semua butuh proses, termasuk proses memahami dan mengerti, proses membaca dan menulis, proses ilmu menjadi pengetahuan, proses tidak bisa menjadi bisa, hingga proses dari kanak-kanak mejadi dewasa. Semua proses, Ibu tahu, nak.

Sebelumnya, tak pernah terlintas Ibu akan bertemu denganmu, jelas, ini takdir nak. Allah pertemukan kita, untuk saling berproses menuju tujuannya masing-masing. Ibu berproses mengajarkanmu, dan kamu berproses menjadi apa yang diharapkan orang-orang disekitarmu. Tentu, ini tidak adil untukmu nak.

Kamu harus berproses, seperti apa yang kamu inginkan, dan orang-orang disekitarmu membantu mengarahkan, itu lebih baik menurut Ibu.

Diawal, Ibu agak kesulitan, bagaimana huruf-huruf itu, angka-angka itu bisa kau pahami dengan mudah. Karena Ibu tahu, kamu agak kesulitan. Tapi ini penting nak, kamu harus bisa. Harga mutlak, yang setiap orang tidak boleh mengelak. Demi masa depanmu, yang lebih pasti demi kelancaran mencapai cita-citamu. Membaca dan menulis, menjadi satu kesatuan. Tidak bisa dipisahkan.

Ibu akan berusaha semaksimal mungkin, tentu kamu juga harus berusaha lebih dari Ibu, kamu BISA, harus BISA, insyaAllah.

Berjuanglah nak, ada Allah yang senantiasa mengirimkan pertolongan dari tiap usaha yang kamu lakukan :’)

maafkan Ibu yaa nak, seringkali terhasut, rayuan gombal syaithanirrajim.. hingga kadang kala emosi Ibu pasang surut, seperti air laut yang asin.

Jika Ibu tidak ada, atau sedang tidak disampingmu, masih ingatkan pesan Ibu, jika kerinduan menghampirimu dimalam yang gelap? keluarlah, temui Bintang, minta tolong kirimkan salam untuk Ibu. “Bintang, sampaikan salam rinduku untuk Bu Dian”.. jangan lupa yaa nak, berdo’a pada Allah yang sayang padamu.

Jakarta, 31 Januari 2012

sepulang dari mengajarkanmu fa-fi-fu-fe-fo

Iklan

2 pemikiran pada “bintang kecil di bumi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s