menyerah


Masih berjalan,
Pagi menuju malam,
Terik sampai hujan,
Atau kanak-kanak hingga dewasa.

Terus berputar,
Bulan terhadap bumi,
Bumi kepada matahari.

Kaki ini terus melangkah,
Pijakan semakin kuat,
Yaa.. Harusnya seperti itu.

Lalu, kenapa pundak semakin melemah?

dimana kekokohan?
Hingga pada titik hampa kekosongan.
Perlawanan demi perlawanan,
Hentakan diri untuk terus berjuang.
Lalu, dengan pasrah..
Balik ketitik nol, dan mendapati diri dalam benteng penyerahan.

T O L O N G,
aku menyerah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s