kesekian kali


kali ini saya berbicara sejujurnya,
sampai pada titik dimana saya harus berbicara sevulgar mungkin.
hal ini saya lakukan agar kamu tahu, faham apa yang saya maksud.
tapi sungguh memang praduga berbeda dengan kenyataan.
memang arah pembicaraan kita selalu berbeda.
walaupun kita sama-sama tahu, tujuan kita sama.
tetap saja kalimat-kalimat nyelekit itu kembali keluar,
dan saya?? sungguh tak terima!
diakhir.. kita akan saling membutuhkan.
bukan untuk apa-apa, tapi untuk saling mensinergikan
gerak langkah kita yang semakin rapuh
agar tetap kokoh menopang rahasia yang hanya Tuhan-lah yang tahu.

Jakarta, 30
Maret ’12

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s