IKRAR.. setelah 6 Tahun.


Maha BaikNya Allah yang memberikan nikmat Islam dan Iman, dalam diri seorang hamba yang yakin bahwa selama keistiqomahan terpatri kuat dalam diri, maka ikatan hati antar hambapun tetap terjalin sejauh apapun jaraknya. Masih terngiang lantunan nasyid “TEKAD” nya Izzatul Islam di ruang TPA Masjid Agung Attin. Kami memejamkan mata dan menunduk, berkontemplasi akan suatu tongkat estafet dakwah yang biasa kita sebut regenerasi segera dimulai.

Saya, dan beberapa teman-teman dari berbagai sekolah di se-Jakarta Timur, berkumpul diruangan itu yang tak lebih luas dari ruang kelas di sekolah, yaa.. hanya sekitar 5×3 meter. Sedang kami, calon pengurus dan calon alumni sekitar 30 orang lebih. Laki-laki dan perempuan hanya dibatasi meja kecil panjang yang biasa dipakai oleh anak-anak TPA mengaji. Setelah isak tangis yang mengharu biru, karena tergambar jelas IKRAR bukan wadah kebaikan yang mulus-mulus saja, kami menaungi Rohis-Rohis SMA dan SMK se-Jakarta Timur, mudahkah? hanya tekad yang kuat, hingga membuat kami YAKIN bisa merangkul semua itu.

Kontemplasi selesai, Kakak angkatan membacakan satu per satu nama pengurus IKRAR selanjutnya, angkatan V. Tibalah disebutkan SEKERTARIS UMUM IKATAN ROHIS SE-JAKARTA TIMUR Angkatan V kami amanahkan kepada ukthy DIAN FITRIAH dari SMAN 58 Jakarta. Deg!! entah ada rasa apa yang merasuki saat itu, saya takut, saya sangat khawatir. Salah satu kakak angkatan yang pernah mewawancarai saya memeluk erat, erat sekali sampai tangispun tak lagi bisa ditahan, saya larut dalam pelukannya.

“Dek, insyaAllah kamu bisa melaksanakan amanah ini dengan baik”, hanya kalimat itu yang saya ingat dari sosok lembut sang kakak.

Pikiran saya pun melayang-layang jauh, bagaimana ini, saat itupun saya sedang mengikuti seleksi calon Ketua Keputrian di SMA, bagaimana ini, mampukah?

Dalam kebersamaan di IKRAR, hampir tidak pernah saya temui konflik antar pengurus, masalah yang seringkali kami hadapi adalah dana, perizinan, dan 4L : Lo Lagi, Lo Lagi. Saya bertemu dengan orang-orang hebat di IKRAR, kalau boleh saya bilang.. pengurus IKRAR adalah kader terbaik dari tiap sekolah se-Jakarta Timur. Merekalah yang membuat saya tetap bertahap, hmm.. maksudnya mereka penyambung hidayah dari Allah yang berkali-kali datang pada diri saya yang sering kali rapuh.

Menjadi sekretaris IKRAR, merupakan pengalaman yang luar biasa dahsyat, mungkin ini salah satu proses belajar saya hingga mampu menopang amanah di sekolah dan di kampus. Juga saat menjadi delegasi IKRAR untuk Aliansi Pelajar Tolak Ponografi dan Pornoaksi (APTPP) untuk pelajar se-DKI Jakarta, hwaaah… amazing banget! aksi pertama yang saya ikuti saat masih berseragam putih abu-abu.

Alhamdulillah semua proses itu bisa saya lewati dengan berbagai dinamika, menjadi sekretaris umum IKRAR Ang.V, juga menjadi Ketua Keputrian SMAN 58 Jakarta Ang.XVI.

*********

Suatu hari, ada SMS masuk ke hape saya, mengatas namakan IKRAR Ang.XI.. waw.. angaktan 11 mennn… itu tandanya ada beda 6 tahun antara saya dan si pengirim SMS, lama juga saya meninggalkan IKRAR tanpa sekalipun mampir. Dari mana mereka tahu no.hp saya? ah, entahlah saya juga tak ingin banyak tahu. Mereka meminta saya mengisi BBQ, wah, ingin sangat ingin. Eh PD banget mereka menghubungi saya, padahal saya pun masih belajar dan bacaan qur’an saya masih segitu-gitu saja. Tapi yang saya ketahui dari ustadzah di tempat saya belajar qur’an dan dari hadits yang wajib dihafalkan oleh santri disana adalah : “Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Al-Bukhari).

Berbekal hadist tersebutlah akhirnya saya menyambut baik permintaan mereka. Acaranya di laksanakan di SMAN 113 Jakarta. Dari info yang diberikan panitia, hanya ada sekitar 15 muslimah yang akan ikut kelas BBQ, beuh.. dengan sangat kerennya, saya staycool menyiapkan ini itu sesuai dengan info tersebut, pikir saya : “ah, dikit, cincailah.. insyaAllah bisa menguasai audience”.

Sampai disana, wew! ini kok rame yah.. grogilah saya melihat mereka yang lugu-lugu, nggak jauh beda badannya sama saya. Sampai pas datang, mereka menyambut dengan ucapan : “asal SMAnya dari mana?”, dan dengan polosnya saya, jawab :“dari SMAN 58 Jakarta”, mereka : “owh, silahkan duduk yaa”.

Lama juga saya menunggu acara tersebut dimulai, mungkin panitia masih mengurus hal-hal lain, karena setelah BBQ ada kajian. Karena kondisi tubuh yang kurang membaiknya, akhirnya saya meminta panitia untuk segera memulai saja acara BBQnya. Saat itu saya mikir-mikir, waduh.. pesertanya lebih dari 30 orang, kalau sendirian kurang efektif neh, waktunya bisa nggak cukup. Tapi biarinlah, pokoknya disitu saya yang paling keren, hajar bleh.. lanjut aja. Tiba-tiba ada yang nyeletuk, “owh kakak pengisi BBQnya ya.. saya kira anak SMA juga”.. apaaahh? -___-” huh, udah dandan sedewasa mungkin dan coba kalem-kalem gitu juga, masih aja dibilang anak SMA. Saya hanya senyam-senyum, dengan PD bilang : “alhamdulillah terlahir sebagai anak yang imut dan keren” ~preeet! mungkin yang dengar itu, ingin segera hengkang dari majelis.. :p

setelah kurang lebih 10 menit menjelaskan urgensi mengapa harus belajar Al-Qur’an sesuai dengan tajwid, dalam jarak kurang lebih 5 meter, ada sosok muslimah melambai-lambaikan tangannya (dadah.. dadah gitu).. hwaaa FENNNYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY… pengen teriak, tapi malu. Feni itu Koordinator Akhwat IKRAR Ang.V. Wah, parah dia tidak bilang-bilang kalau diundang jadi pengisi BBQ juga diacara itu. Alhamdulillah jadi bisa dibuat 2 kelompok.

setelah acara selesai, sesi rumpi bersama Feny dan Tyas pun dimulai. Ini bukan rumpi sekedar rumpi, tapi rumpi ala muslimah cuy (gaya dah), kita membahas kondisi dakwah kekinian IKRAR, ah.. lama nian rasanya tak membimbing mereka, namun apa daya, jika dimintapun saya tak siap untuk saat ini.

Saya kangen, kangen sekali dengan mereka, sampai saat ini yang saya yakini adalah : “selama Allah masih menetapkan hidayah ini dalam keistiqomahan berjama’ah, maka.. saudara-saudari dimanapun mereka berada akan terus bertemu dalam do’a, dalam suatu jumpa yang tak disangka-sangka” seperti saya dan Feny.

Terimakasih dik, semoga Istiqomah dalam kebaikan, dalam menangui IKRAR goes to school, di Jakarta Timur ada sekitar 200 sekolah SMA, semoga Allah ridhoi perjuangan kalian, demi kemenangan dakwah, demi terbentuknya pelajar-pelajar yang siap berkompetisi, aktif, dan menginspirasi di tingkat Jakarta Timur khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Jakarta, 2
April ’12

btw nanya, apa IKRAR ada blog/websitenya ya? kalau yang ini http://ikrar.piczo.com sejak zaman saya nggak pernah di update.

Iklan

6 pemikiran pada “IKRAR.. setelah 6 Tahun.

    • Owh.. jadi kamu toh pelakunya..
      sini-sini.. mba jewer, eh.. mkasudnya sini mba peluk.
      terimakasih yaa udah menyambungkan silaturahim mba dengan adik-adik di IKRAR 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s