“khawatir”


Kadang kala SMANGAT yang mengebu-gebu, bisa tiba-tiba hilang. Hanya karena rasa “khawatir” yang berlebih. Seperti pada suatu malam, sms panjang tentang “AJAKAN KEBAIKAN” sudah terketik panjang lebar, hingga tiba-tiba rasa “khawatir” berlebih itu datang dan membuat SMSnya tertahan.

Apa setiap niat baik kita harus tertunda gara-gara rasa “khawatir” berlebih mendominasi diri kita? Lalu kapan akan dilakukan? Yaa, lalu dengan pasrah, kita tersadar : kadang kebaikan itu tidak bisa dilakukan sendirian, itu terlalu berat. Bersama-samalah.

Rasanya dikepala ini begitu banyak bintang yang bergerak – gerak, ingin segera di berikan kepada semua orang. Agar kita semua bercahaya, seperti setianya cahaya bintang kepada malam yang gelap.

Kenapa bintang? Karena bintang berbaik hati kepada manusia, memberikan penerangan. Agar malam yang gelap itu tidak membuat manusia takut tersesat dalam berjalan mencari-cari dimana Tuhannya berada.

..cukup menengok kelangit, maka.. Bintang tersenyum dengan pancaran cahayanya. Tanda, Allah itu ada.

Mari kita akhiri meracau ini, masa depan masih suci. Semoga Allah berikan kita hidayahNya, melalui perantara-perantara yang terbaik. 🙂

Jakarta, 13
April’12
..kemarin malam saat #meracau di twitter,
disaat rangkaian kebaikan-kebaikan itu tertunda.
karena sejatinya, memang hanya seizinNya.
B E R S A B A R!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s