kultwit @malakmalakmal tentang #Gender


01. Wacana kesetaraan  #Gender kembali mengemukan setelah RUU-nya diusung kembali.

02. RUU itu bernama RUU Keadilan dan Kesetaraan #Gender. Pengusungnya siapa lagi kalau bukan feminis-liberal.

03. Masyarakat Indonesia, termasuk umat Muslim, banyak yang terkecoh dengan istilah ‘kesetaraan #Gender’ ini.

04. Oleh karena itu, kita perlu memahami dengan baik wacana #Gender ini.

05.  #Gender berbeda dengan jenis kelamin. Jenis kelamin dibedakan oleh organ tubuh dan fungsi biologis. Sudah jelas.

06. Adapun #Gender, menurut #mereka, adalah pembedaan antara laki-laki dan perempuan berdasarkan konsep kultural masyarakat.

07. Pembedaan yang dimaksud adalah seputar peran, perilaku, mentalitas, dan karakteristik emosional. #Gender

08. Artinya, laki-laki dan perempuan sesungguhnya tidak berbeda peranan sosialnya. Pembedaan terjadi karena kultur budaya. #Gender

09. Oleh karena itu, bagi seorang aktivis feminis, mengidentikkan pekerjaan mengurus anak dengan perempuan adalah sebuah penghinaan. #Gender

10. Demikian juga anggapan bahwa perempuan itu lebih lemah dan perlu didahulukan adalah penghinaan. #Gender

11. Ekstremnya, ada aktivis gender yang menolak diberi tempat duduk di kereta atau busway. Sebab ia merasa sama kuat. #Gender

12. Anggapan bahwa perempuan itu lebih emosional juga dianggap pelecehan. Mereka ingin dianggap sama rasionalnya dengan laki2. #Gender

13. Padahal, perempuan memang harus emosional. Karena salah satu tugasnya adalah melahirkan.  #Gender

14. Melahirkan itu berat dan sakit luar biasa. Tapi begitu melihat bayinya, perempuan bisa langsung terbuai.  #Gender

15. Bayangkan kalau perempuan seperti laki-laki. Habis melahirkan, tetap sakit meskipun bayinya sudah di pelukan.  #Gender

16. Kekuatan emosional ini juga membantunya untuk bersabar dalam membesarkan anak. Laki-laki tak sanggup melakukannya.  #Gender

17. Tentu saja, ‘tuduhan pelecehan’ ini pun merembet kemana-mana. Termasuk ke masalah hijab.  #Gender

18. Bagi kaum feminis, hijab adalah bentuk pengekangan perempuan, atau sering juga disebut kriminalisasi perempuan.  #Gender

19. Menurut mereka, aurat perempuan adalah haknya sendiri. Boleh ditutupi dan boleh diperlihatkan saja.  #Gender

20. Jika ada yang terangsang dan terdorong berbuat jahat, maka hanya yang jahat itulah yang harus dihukum.  #Gender

21. Adapun perempuan, ia tak boleh dicegah untuk membuka auratnya sendiri.  #Gender

22. Di belahan dunia lain, ada juga aktivis feminis yang memperjuangkan ‘hak untuk bertelanjang dada’.  #Gender

23. Menurut mereka, karena laki-laki biasanya dibolehkan bertelanjang dada, maka perempuan pun seharusnya boleh.  #Gender

24. Belum lama ini saya pun mendengar sebuah pertanyaan nyeleneh: mengapa Muslimah tak boleh adzan?  #Gender

25. Feminisme, sebagai anak kandung dari konsep  #Gender, hanya berkutat dalam masalah itu-itu saja.

26. Intinya, mereka ingin agar perempuan dianggap sama dengan laki-laki Sama dalam segala hal.  #Gender

27. Feminisme lahir dari perasaan tertekan sebagian perempuan karena dizalimi oleh sebagian kaum lelaki.  #Gender

28. Meskipun hal ini benar-bener ada, namun sebenarnya ia bukanlah sebuah fenomena yang merata terjadi.  #Gender

29. Oleh krn itu, tdk semua perempuan sepakat mendukung feminisme dan konsep  #Gender.

30. Feminisme, pada hakikatnya, justru menyakiti perempuan itu sendiri.  #Gender

31. Sbg contoh, kaum feminis memperjuangkan karir perempuan hingga pd tahap seolah2 ibu rumah tangga itu hina belaka.  #Gender

32. Bagi mereka, ibu yg berdedikasi tinggi melahirkan, membesarkan dan mendidik anak2nya itu tidaklah maju.  #Gender

33. Bagi mrk, perempuan yg aktif dlm pembangunan itu yg bekerja kantoran. Ibu rmh tangga tdk ada peranannya.  #Gender

34. Sudah barang tentu ada banyak sekali ibu yg tidak setuju dgn pemikiran spt ini.  #Gender

35. Kita tahu, bahkan teori pendidikan modern membenarkan, bahwa peran ibu tak mungkin tergantikan.  #Gender

36. Kehilangan figur ibu bs menjadi hal yg sangat fatal bagi seorang anak yg masih di bawah umur.  #Gender

37. Feminisme jg menganggap hina proses pernikahan secara Islami, krn nikahnya perempuan harus disetujui oleh ayahnya.  #Gender

38. Mnrt mereka, setiap perempuan harus bebas memilih pasangannya sendiri utk dijadikan suami.  #Gender

39. Hal ini justru semakin membuka keran pergaulan bebas, dan korbannya hampir selalu perempuan.  #Gender

40. Sebab, bagi laki2, yg selalu mengandalkan rasionya, perempuan selalu bisa dimanipulasi.  #Gender

41. Di film2 Hollywood pun kenyataan ini terlihat jelas. Tokoh perempuan, betapapun cerdas, ttp mudah dimanipulasi.  #Gender

42. Di dunia Barat, kenyataannya memang demikian. Feminis merasa menang, pdhal laki2-lah yg pegang kendali.  #Gender

43. Feminisme sesungguhnya adalah sikap yg tdk bs melepaskan diri dr inferioritas thd laki2. #Gender

44. Krn inferioritas itu, mereka menganggap semua pekerjaan laki2 lebih hebat, dan mrk menginginkannya.  #Gender

45. Ketika masa2 awal feminisme dikumandangkan, isunya bahkan lebih sederhana, yaitu seputar celana!  #Gender

46. Saat itu, kaum feminis berjuang agar kaum perempuan boleh pakai celana. Seperti laki2. #Gender

47. Maka jgn heran jika skrg mereka ingin bertelanjang dada, seperti laki2. Beginilah inferioritas.  #Gender

48. Amina Wadud, tokoh feminis dr kalangan Muslim liberal di AS, jg pernah membuat gebrakan.  #Gender

49. Ia menggelar Shalat Jum’at dgn dirinya sbg Khatib dan Imam shalat. Shalatnya di Gereja.  #Gender

50. Tindakannya ini didasari pemikiran yg serupa dgn yg ingin perjuangkan agar Muslimah boleh adzan.  #Gender

51. Tentu saja, tdk ada yg meneruskan perjuangan Amina Wadud. Selesai sampai di situ saja.  #Gender

52. Sebab, pd kenyataannya, Muslimah tak merasa perlu menambah kewajibannya (yg sdh banyak) dgn Shalat Jum’at.  #Gender

53. Seorang Muslimah mmg tak punya kewajiban shalat di Masjid. Dlm Islam, tugas laki2 dan perempuan memang beda.  #Gender

54. Oleh krn itu, tak pernah ada kewajiban Shalat Jum’at atau adzan bagi perempuan. Amina Wadud cuma ‘cari kesibukan’. #Gender

55. Kaum feminis jg memaksakan agar jumlah perempuan di parlemen mencapai angka 30%.  #Gender

56. Pertanyaannya: apa iya sudah sebanyak itu perempuan yg ingin jadi wakil rakyat?  #Gender

57. Bagaimana kalau jumlahnya memang sedikit? Apa kuota harus tetap dipaksakan?  #Gender

58. Bagaimana kalau jumlah peminat banyak, tapi kualitas tdk cukup? Apa harus dipaksakan, hanya krn perempuan?  #Gender

59. Krn isu feminisme berasal dari perasaan tertindas, maka tokoh yg dikemukakan selalu tokoh ‘korban’.  #Gender

60. Oleh krn itu, tokoh perempuan di Indonesia dipaksakan haruslah RA Kartini. Sebab ia korban keadaan.  #Gender

61. Kita hrs ingat bhw yg membesar2kan tokoh Kartini adalah pihak Belanda. Pasti ada maunya.  #Gender

62. Dlm kisah Kartini, ia bercerita ttg ketidakpahamannya akan al-Qur’an, krn al-Qur’an di lingkungannya tak blh diterjemahkan.  #Gender

63. Penggalan kisah ini memberi kesan bhw Islam itu kolot dan tdk maju. Pdhal itu salahnya lingkungan tempat Kartini hidup.  #Gender

64. Di daerah2 lain, banyak perempuan yg tdk menderita spt RA Kartini, dan jauh lbh berprestasi. #Gender

65. Ust Tiar Anwar Bahtiar, misalnya, telah ‘menggugat’ penokohan Kartini ini. http://bit.ly/JpaTRP.  #Gender

66. Dewi Sartika dan Rohana Kudus, misalnya, adalah tokoh pendidikan perempuan. Bukan sekedar berwacana.  #Gender

67. Rahmah El Yunusiyyah adalah tokoh pendidikan dan perjuangan. Ia ikut bergerilya.  #Gender

68. Dan siapa org Indonesia yg tdk kenal Cut Meutia? Atau Cut Nyak Dhien?  #Gender

69. Ketika suaminya, Teuku Umar, syahid, Cut Nyak Dhien-lah yg mengobarkan semangat jihad. Kurang apa?  #Gender

70. Cut Nyak Dhien berjihad sampai usia lanjut, dan baru bs ditangkap di usia lanjut. Kurang apa?  #Gender

71. Begitu takut Belanda padanya, sampai2 ia dibuang keluar Aceh. Kurang apa?  #Gender

72. Satu2nya alasan mengapa nama2 ini jarang dibahas adalah: karena mereka tdk ditindas. Pdhal inilah cerminan Islam.  #Gender

73. Di jaman sekarang pun, feminisme masih mengeksploitasi penderitaan.  #Gender

74. Bagi mereka, hijab identik dgn penderitaan. Pdhal banyak yg berhijab tp sm sekali tdk menderita.  #Gender

75. Kaum feminis ogah mengekspos tokoh semacam Ibu Yoyoh Yusroh, pdhal jauh lebih hebat drpd Siti Musdah Mulia.  #Gender

76. Yoyoh Yusroh semasa hidupnya adalah seorang ibu dari 13 org anak dan seorang anggota DPR.  #Gender

77. Tdk sekedar jd anggota dewan, beliau pun aktif perjuangkan Palestina, bahkan berkunjung ke wilayah konflik.  #Gender

78. Kesibukan (dan hijabnya) tdk mengganggu tugas utamanya menjadi seorang istri dan seorang ibu.  #Gender

79. Kesibukannya tdk mengganggu kebiasaan tilawah hariannya: 3 juz per hari (!!!).  #Gender

80. Pernahkah nama Yoyoh Yusroh disebut2 oleh para aktivis feminis? Never!  #Gender

81. Di luar feminisme, kita juga perlu mengenal ‘anak-anak kandung’ konsep #Gender yg lainnya.

82. Feminisme, yg menuntut disamakannya laki2 dan perempuan dlm segala hal, hanya salah satu dr konsekuensi konsep  #Gender.

83. Anak kandung konsep  #Gender yg berikutnya adalah: homoseksualitas !

84. Sebagian kaum feminis yg ekstremis sdh berani mengatakan bhw lesbianisme adalah puncak dr feminisme.  #Gender

85. Sebab, mnrt mereka, lesbianisme adalah bukti bhw mrk tak butuh laki2.  #Gender

86. Konsep  #Gender, pada hakikatnya, memang membuka pintu bagi homoseksualitas, termasuk bagi lelaki.

87. Sederhananya: jika laki2 dan perempuan itu sama, mengapa harus berpasangan dgn lawan jenis?  #Gender

88. Krn laki2 dan perempuan itu sama, maka laki2 boleh berpasangan dgn sesama laki2. Demikian jg perempuan.  #Gender

89. Maka, menyetujui konsep  #Gender, pada hakikatnya sama dgn membuka pintu bagi merebaknya homoseksualitas.

90. Tentu saja, homoseksualitas hanya membawa masalah. Krn tdk sesuai fithrah manusia.  #Gender

91. Di bbrp negara, perkawinan sejenis sudah dilegalkan. Hasil perjuangan bertahun2.  #Gender

92. Akan tetapi, pasangan homoseks tak bisa dapatkan anak. Ini masalah, krn fithrah-nya manusia pasti inginkan keturunan.  #Gender

93. Secara legal-formal, mrk pecahkan masalah ini dgn menuntut hak utk adopsi bagi pasangan homoseks. #Gender

94. Akan tetapi, lagi2 muncul masalah baru. Sebab seorang anak butuh seorang ayah dan seorang ibu.  #Gender

95. Padahal, kaum homoseks tak mampu memberikan yg demikian. Akhirnya, anaklah yg menjadi korban.  #Gender

96. Di Indonesia, kejahatan sadis banyak yg dilakukan oleh kalangan gay.  #Gender

97. Meskipun pelakunya adalah gay yg feminin, namun ketika marah dan cemburu, ia mengandalkan kekerasan. Jadi lelaki.  #Gender

98. Anak kandung konsep  #Gender berikutnya adalah transgender.

99. Jika laki2 dan perempuan itu sama, apa salahnya laki2 berpakaian seperti perempuan, dan sebaliknya?  #Gender

100. Jika laki2 dan perempuan itu sama, apa salahnya operasi kelamin sesukanya?  #Gender

101. Pendukung feminisme, homoseksual dan transgender pd akhirnya jg akan menggugat agama.  #Gender

102. Kaum feminis, misalnya, menggugat al-Qur’an krn Tuhan di dlmnya menggunakan kata ganti laki2 (Huwa).  #Gender

103. Pdhal, meski bhs Arab berikan kata ganti laki2 utk Tuhan, tak ada yg membayangkan bhw Tuhan itu laki2.  #Gender

104. Kaum homoseks menolak kisah diazabnya kaum Nabi Luth as krn perilaku homoseksual.  #Gender

105. Banyak pembenaran yg mrk berikan. Antara lain, mrk bilang kisah itu hanya dongeng.  #Gender

106. Di kesempatan lain, mrk bilang bhw kaum itu diazab bkn krn homoseks, tp karena caranya salah, yaitu dgn sodomi.  #Gender

107. Ada jg yg bilang bhw azab diturunkan krn mrk tdk sopan kpd tamu2 Nabi Luth as.  #Gender

108. Dengan demikian, konsep  #Gender selamanya takkan berdamai dengan ajaran Islam. Sama spt liberalisme.

109. Jadi, pikir2lah sebelum mendukung wacana kesetaraan  #Gender.

110. Perempuan akan dibohongi dgn kemajuan ala feminisme, homoseksualitas merebak, waria bertambah banyak. Akibat konsep  #Gender.

111. Semoga Allah SWT melindungi negeri ini dari kerusakan moral yg demikian, aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin…  #Gender

112. Semoga kaum Muslimah menyadari kemuliaannya, tanpa perlu merasa rendah di hadapan laki2, aamiin…  #Gender

di ambil dari twitter @malakmalakmal ,, terimakasih Pak!

——————-

menurut hemat saya, perempuan tidak perlu meminta kesetaraan gender yang kaum feminis gaung-gaungkan. Karena sejatinya perempuan sudah mulia dengan fitrah keperempuanan yang terjadi pada setiap perempuan, dengan melahirkan, mendidik, juga menempatkan segala potensi kebaikan yang ia miliki secara tepat dimanapun ia berada. Tentu itu semua bisa dialami, jika perempuan mengetahui tugas, dan fungsinya sebagai perempuan yang taat kepada Tuhan-nya yang telah memuliakan.

Jika ada yang bertanya : “ARE YOU FEMINIS?”, saya akan menjawab dengan tegas : “NO! I’M A MUSLIMAH” 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s