Jum’at di As-Syifa


Alhamdulillah setelah sekitar 4 pekan di hari Jum’at saya tidak mengunjung adik-adik , pekan lalu di hari Jum’at (4 Mei 2012) saya bisa bertemu mereka, ah.. bahagianyooo. Baru masuk Masjid As-Syifa, masjidnya SMPN 9 SSN Jakarta, sudah disajikan lantunan tilawah Qur’an dari seorang adik laki-laki, entah siapa, saya belum mengenalnya, saya juga belum tahu dia kelas 7 atau kelas 8. Terenyuh banget hati ini, suaranya bagus banget saat membaca al-Qur’an, jelas, bersih, dan lantang. Disaat teman-teman yang lebih banyak mengobrol atau mendiskusikan sesuatu hal, dia asyik bertilawah. Saya ingin mengabadikan momen itu, dia mengakhiri tilawah Qur’annya.. *Yah.. tahu kali yak, ada kakak alumni yang suka banget melakukan candid camera*.

Sepert Jum’at sebelumnya, siswa laki-laki yang mengikuti kegiatan @rohis9jkt sambil menunggu Alumni yang akan mementoring mereka, ada seorang Guru yang subhanallah banget, mau berbagi kisah-kisah tentang Rasulullah atau para sahabat Rasul, memotivasi mereka untuk menghafal Qur’an, beliau bernama : Pak Iyas, guru Ekonomi saya saat kelas 9. Yang saya ingat dari Pak Iyas adalah beliau suka banget yang namanya memberikan catattan, karena -dulu- saya rajin menulis, catattan saya lengkap banget, jadi kalau mau belajar ekonomi Pak Iyas lihat catattan saya terlebih dahulu sebelum mengajar.. hehe.

Semakin kesini, siswa SMP Negeri 9 SSN Jakarta makin banyak yang ikut @rohis9jkt, setiap pekannya selalu bertambah jumlah peserta mentoring juga muncul wajah-wajah baru yang seakan-akan berkata “kakak, semoga dirimu menjadi perantara atas hidayah Allah sampai kepadaku” MasyaAllah. Saya selalu excited jika bertemu wajah-wajah baru itu, senyum terus mengembang, ingin sekali diikat kuat, dan menyembutnya dengan berkata, “hey adik, mumpung masih muda bertaqwalah, semoga bersama kalian menjadi perantara bagi Allah memberikan kita kehidupan berkah dunia akhirat, insyaAllah”.

Hari itupun saya dan beberapa alumni melakukan coaching dan patfinder dalam bentuk mentoring. Waw,, 24 siswi kelas 7 melingkar bersama saya, bayangkan seberapa lebar lingkaran itu, begitupun teman saya yang lain, lingkarannya tidak kalah lebar, Alumni laki-laki mementoringi 50 siswa sekaligus, juga ada 10 siswi kelas 8 yang teman saya mentoringi. Subhanallah.. Laa Quwwata Illaa Billah!

Karena semua kegiatan terpusat di masjid, maka siang tersebut memang agak ramai, ramai dengan lantunan tilawah Qur’an, dan semangatnya para mentor. Lingkaran saya sudah memulai aktifitas mentoring, walaupun harus beberapa kali membetulkan posisi duduk, karena jika terlalu lebar, suara-suara mereka kurang terdengar jelas, juga karena saya sedang kurang sehat tenggorokannya, seakan-akan saya berteriak-teriak agak mereka bisa mendengar suara saya dengan jelas, diantara keramaian masjid siang itu. Masih terdengar jelas, suara Pak Iyas memimpin kajian siang untuk siswa laki-laki sambil menunggu kakak alumni hadir. Pak Iyas memperdengarkan mereka dengar suara murottal Qur’an surah Al-Mulk, adem.. adem sekali siang itu. Sambil menyimak lantunan tilawah qur’an surah al-kahfi adik-adik mentor saat itu, sayapun memperkuat pendengaran agar saya tetap juga bisa menyimak lantunan tasmi salah satu siswa yang bersama Pak Iyas, entah siapa dia, namun saya menduga itu mungkin yang menyambut kedatangan saya dengan tilawahnya, suaranya masih saya kenali. Saya jadi teringat sebuah hadist, “Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu” (HR. Abu Daud dan An-Nasai), dan adik itu sudah melakukannya, Barakallah dik!

Saya pun memperkuat lagi pendengaran saya, teman saya yang melingkar bersama siswi kelas 8, sedang bersemangat bercerita bagaimana pendahulu-pendahulu berjuang untuk menggunakan jilbab, semangatmu sampai padaku kawan, terenyuh mendengarkan semangatmu bercerita pada adik-adik yang senantiasa terjaga semangatnya, mentor amazing!

Kesekia kalinya saya agak kerepotan mengatur posisi 24 anak ini, agar tetap bisa kondusif mentoring siang itu. Dimulai denga tilawah al-kahfi, menjelaskan tetang keutamaan surah Al-Kahfi dibacakan di hari jum’at, lalu menghafal Al-Qur’an. Terlebih dahulu memuraja’ah qur’an surah Al-Bayyinah, Al- Zalzalah dan Al-‘Adiyat. Saya meminta mereka memberanikan diri untuk membaca surah-surah pilihan yang saya ajukan ke mereka untuk di tasmi. 3 orang khusus, saya saya ketahui hafalannya sudah lebih baik dari yang lain, karena mereka sudah menghafal di juz 29 saat masih di SDIT. Dan 24 anak ini pun bertekad, di bulan Juni akhir sudah selesai menghafal surah An-Naba’ dan An-Nazi’at. Semoga Allah memudahkanmu dik dalam menghafal Al-Qur’an, begitupun dengan kakak.

Setelah itu dilajut dengan sesi evaluasi ibadah harian, ini merupakan hal yang penting yang harus dievaluasi tiap pekannya, agar senantiasa terkontrol interaksi kepada Allah, karena dari sanalah kekuatan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan terus memperbaiki diri akan muncul. Lalu, curhat time! Ini dia sesi paling menghebohkan, biasanya adik-adik duduknya makin merapat, mereka mulai membuka diri terhadap kehidupan pribadinya, bertanya tentang hal-hal yang membuat mereka bingung, atau sharing tentang permasalahan hidup sehari-hari, tentang akademik mereka, dll. Saya membiasakan diri, untuk satu kelompok itu aktif memberikan respon kepada temannya yang bercerita, agak kelompok ini dinamis dalam berdiskusi. Walaupun masih SMP, namun jika mereka diberikan kepercayaan untuk mengemukakan pendapat kadang ada banyak hal yang membut kita takjub dengan pikiran-pikiran mereka lho.. saya sempat dibuat speechless oleh mereka. Acara mentoring saat itu diakhiri dengan hamdalah-istighfar-do’a penutup majelis, dan do’a robithah (pengikat hati).

Gambar

“Sering kita jumpai seorang da’i berdakwah, pada saat yang sama dia juga seorang murobbi yang menyeleksi para aktifis yang ada di bawahnya, dan pada saat yang bersamaan dia melakukan amal dan tanfidz sekaligus” – Hasan Al Banna.

Jakarta, 9 Mei 2012

Iklan

2 pemikiran pada “Jum’at di As-Syifa

  1. Hmm,,,mngingatkan te2h ttg hafalan&sharing2ny, dgn jd murobbiyah jmlh 11 org hrs super ekstra teriak, hehe…karena kelemahante2h terletak pd volume suara yg mnurut te2h dah max tp trnyata blm trdengar smwny…biz tu lngsng serak sakit tenggorokan biasany,hrs minum bnyk memulihkanny, tau sndiri suara te2h sering hilang,hehe… tp senangny ngebina gnerasi2 penerus, 🙂 ga kebayang aj klo te2h ngebina 1 lingkaran sbnyk 24org sprti dirimu de, subhanallah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s