ke syurga bareng yuk!


Hidup ini terlalu berat jika semua dijalani sendirian saja *eits.. ini bukan modus*. Iya berat banget kalau harus ngebawa belanjaan 4 kantong plastik besar sendirian, ngendarain motor malem-malem sambil kejar-kejaran sama jarum arlogi yang terus bergerak (sungguh saya bukan wanita malam), membungkus hadiah untuk bocah ingusan beratus-ratus kantong, aahh.. *sebenarnya ini biasa aja, cuma dilebay-lebay-in doang* 😀


Tuh kan berat banget yak hidup sendirian? Iya berat. Nggak enak, dan jangan mau!

Beberapa malam yang lalu, ceritanya saya sedang banyak urusan, pokoke motor saya siap di gas pool kemanapun majikannya pergi. sampai pada jam 20.00 saya baru ingat kalau saya punya tugas untuk membeli hadiah acara bakti sosial. Iya gitu penyakit lupa ini terulang disaat yang nggak tepat banget. Hellow.. jam segitu saya sedang menjadi anak gaol lhoo.. seperti anak-anak Jakarta umumnya, yang nggak punya taman bermain, akhirnya maen di mall (baca : mol).. beuh anak Jakarta. Ckckck «– ini tuh bacanya gimana sih? Ceka-ceka-ceka gitu? Haha lucu, nggak penting dian, fokus nak, fokus!

Bingunglah, klo beli disupermarket pasti mahal, budget nggak akan tertutupi. Akhirnya saya menelpon kerumah, dengan pura-pura menanyakan harga-harga beberapa barang dirumah, begini modusnya :

“Mamah, dirumah ada odol dan sikat gigi nggak?”
“Ada, kenapa emang?”
“Harganya berapa aja mah?”
“odol 4000, sikat gigi 4000?”
*owh, cakep.. Sesuai budget*
“Stoknya ada 50 nggak mah”
“Kamu buat apa ian? Nggak ada sebanyak itu di warung mamah”
“Yah.. Yang stoknya sebanyak itu dimana dong? Buat disekolah mah.. Hehe”
*ini sambil cengar cengir, pasti mamah langsung terbayang wajah saya yang sedang bermodus-ria*
“Di agenlaaah dian.. Kamu cepat pulang, agennya tutup 15menit lagi”
“Huks.. Dian masih di jalan mah, sampe sana skitar 15 menit lagi laah”
“Ya udah sini mamah dulu yang beliin, mau beli apa aja? Buruan nanti tutup.. Kenapa tidak bilang dari tadi sih?”
“Maap, lupa mah.. Bla bla bla bla”

Pokoknya kurang lebih seperti itu percakapan saya sama mamah, maksudnya emang minta tolong dibeliin dulu keperluan yang saya butuhkan. Tapi muter-muter karna nggak enak, dadakan ngomongnya. haha.

Kalau dirasa-rasa badan saya udah capek banget malam itu, pengen langsung selonjoran aja dikasur *dasar anak tak tahu diri, plak!*. Mata udah kriyep-kriyep, konsentrasi sudah menurun, tingkat ngebanyolpun mendadak memasuki level tak terdeteksi, cuma bisa mesam-mesem doanglah.

Ternyata stoknyapun kurang. Saya berjalan lagi mengitari warung-warung. malam itu tuh rasanya saya mau jadi pedagang klontong saja, biar pengetahuan saya untuk bisa delivery belanjaan meningkat tajam *sungguh ini hanya cita-cita sesaat, karena esok pasti berubah, tergantung sikon, haha*

Dirumah, mamah dan adik saya udah masuk-masukin odol+pasta gigi ke plastik, eh iya saya terharu liat fenomena ini, baik banget mereka *padahal udah sering begini neh*. Wal hasil keinginan untuk segera selonjoran itu terpenuhi dengan lancar jaya sodara-sodari. yeah!

***
Nah itu cuma sebagian cerita saja, jadi maksud saya begini.. Hmm.. Apa yaa.. *sebenarnya mau cerita apa sih ian? Nggak tau* saya sedang kesulitan membuat kalimat pembuka yang apik agar bisa masuk ke inti tulisan, tapi saya yang hamba Allah sesungguhnya nggak tahu bagaimana kalimat apik itu, ya udah sesuka hati aja yak :p

karena hidup itu nggak sedirian, ada ayah, mamah, kakak, adik, handai taulan juga sahabat-sahabat yang lainnya.. kita nggak perlu merasa sendirian, dan jangan terlalu PD kalau kita hidup sendirian. Sadar aja, kita bersama mereka untuk berjuang menjadikan hidup ini lebih bermakna.

Keluarga misalnya, ini lingkup terdekat dalam diri kita, maka melibatkan mereka dalam aktifitas kebaikan, sebenarnya seperti bagi-bagi buah dari kebaikan itu sendiri.

Saya bahagiiaaaa banget, punya mamah yang sigap dengan aktifitas anak-anaknya. Saya yang (sok) sibuk ini kadang suka kerepotan membagi tugas-tugas saya agar bisa dikerjakan dalam satu waktu. Alhamdulillah keluarga bisa bantu terutama mamah, karena dari mamah nanti ngajak ayah, dari ayah nanti ngajak kakak dan adik. Ini suatu momen yang bikin senyum bulan sabit itu berkembang terus 🙂 hohoho…

Ayo libatkan juga sahabat-sahabat kita, rasanya nggak adil kalau kita berwari-wiri hingga singgah kesana-kesini. Tapi sahabat kita hanya jadi penonton yang bosan melihat tingkah kita *apadah*. Mereka juga ingin bermain, bersama kita, dan tenggelam sama lautan aktivitas yang mengasyikan, seperti kita yang berenang di aktivitas kesibukan kita. Semoga sibuk dalam kebaikan yaa ^^..

Hidup ini terlalu berat, jika sendirian cing! *ini bukan modus*

Mengerjakan semua secara bersama-sama itu lebih seru 🙂 bisa bercerita bareng, tertawa bareng, saling mengingatkan.. aah seru deh.. Tentu momen ini akan membuat dekat satu dengan yang lainnya. Energi kita bisa disave lebih banyak, untuk kegiatan esok-esok harinya.

Saya mau berterimakasih kepada keluarga saya, saudara-saudari terdekat, juga sahabat-sahabat yang udah bantu apapun dalam hidup ini. Tanpa mereka dunia terasa kejam.. Hehe. Tapi mereka hadir membuat dunia ini menjadi lebih ramah lingkungan 😀 *peluk semua*

Aktifitas apapun, jika bisa melibatkan orang-orang terdekat, nggak ada salahnya mengajak. Toh Allah maha tahu apapun yang kita lakukan, berbagi aktifitas kebaikan itu seperti ngajak : ke syurga bareng yuk! ^^..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s