The art of display


saya mau (banget) punya rak buku seperti ini :”)

Iklan

(andai) aku tlah dewasa :”)


Andai aku t’lah dewasa
Apa yang ‘kan kukatakan
Untukmu idolaku tersayang
Ayah… Oh…

Andai usiaku berubah
Kubalas cintamu bunda
Pelitaku, penerang jiwaku
Dalam setiap waktu

Oh… Kutahu kau berharap dalam doamu
Kutahu kau berjaga dalam langkahku
Kutahu s’lalu cinta dalam senyummu
Oh Tuhan, Kau kupinta bahagiakan mereka sepertiku

Andai aku t’lah dewasa
Ingin aku persembahkan
Semurni cintamu, setulus kasih sayangmu
Kau s’lalu kucinta

Andai usiaku berubah
Kubalas cintamu bunda
Pelitaku, penerang jiwaku
Dalam setiap waktu

Oh… Kutahu kau berharap dalam doamu
Kutahu kau berjaga dalam langkahku
Kutahu s’lalu cinta dalam senyummu
Oh Tuhan, Kau kupinta bahagiakan mereka sepertiku

Andai aku t’lah dewasa
Ingin aku persembahkan
Semurni cintamu, setulus kasih sayangmu
Kau s’lalu kucinta

Awal Mulanya..


“ian, lo demen banget dah jualan melulu dari SD”, ujar seorang temen. Gue terkekeh saja, “emang iya, napa?”. Berjualan itu akan lebih baik jika dilakukan sejak masih kecil, semangat dan tenaga masih besar, biar terbiasa hidup mandiri, dan bisa merasakan bagaimana ayah susah payah mencari nafkah untuk keluarganya. Mendapatkan uang butuh perjuangan bung!

Baca lebih lanjut

dipundakmu.. ada tugas mulia.


“Tanda kesempurnaan Islam seseorang itu tidaklah cukup hanya dengan sekedar mendirikan shalat, menunaikan zakat dan menahan atau memlihara tngan dari perbuatan-perbuatan maksiat, tetapi bersamaan dengan itu, dia harus menyertainya dengan bergerak maju ke depan untuk mempertahankan kebenaran, berani mengorbankan harta benda dan jiwa raganya dalam rangka menegakkan dan meninggikan kalimah Allah. Bahkan ini menjadi syarat mutlak bagi siapa saja yang ingin menegakkan keadilan Ilahi dan kebenaran yang hakiki. Ini pula yang dapat membedakan oran-orang beriman dan orang-orang nifaq (iman pada lahirnya namun kafir pada bathinnya”
–dikutip dari buku : Madrasah Jiwa Perindu Syurga.

Senin lalu, seorang adik kelas, memberi kabar melalu G+ (googleplus) kalau dia akan berangkat merantau ke Lampung untuk melanjutkan pendidikannya sebagai mahasiswa kedokteran. Mendapatkan kabar seperti itu, tetiba saya langsung mengambil kertas, menulis surat :). Sudah lama rasanya tidak menulis surat, jadi agak kaku gitu. Hehe.

Baca lebih lanjut

sahabat sampai ke langit :)


sahabat sampai ke langit :)

seperti ini, jangan pernah berubah yaa.
berbagi, sebagai fungsi kebersamaan kita.
tetap disini, di arena yang diri kita masing-masing
sebagai rival terberat, arena itu :
fastabiqul khairat.

“…kalaupun kesibukan sedikit banyak menyita waktu kita, aku yakin Allah akan mengembalikannya di suatu masa…”
-nophaa

hari ini, jum’at, 24 agustus 2012.
dalam 1 windu persahabatan.

nggak tau.


rasa-rasanya saya ingin duduk di sini, di atas pohon, dan lihatlah saya bercerita, bersama isi kepala yang berlompatan… :’) namun, ah, saya hanya diam membisu, kembali menatap langit yang tak mengizinkan saya bercerita. baik paman langit, aku akan tetap setia, bercerita dalam sujud-sujud malam yang langsung tertuju padaNYA.

nah, cuma pengen ngepost karya-karya orang, nggak ngerti maksudnya sih, tapi kok kayak dekat ke hati, haha, nikmatilaah :

Cahaya bulan menusukku
Dengan ribuan pertanyaan
Yang takkan pernah kutahu dimana jawaban itu
Bagaikan letusan berapi
Membangunkanku dari mimpi
Sudah waktunya berdiri
Mencari jawaban kegelisahan hati

Gie

 

“Sekarang aku tanya, jika pekatnya hujan menghabiskan ruang kosong sehingga tiada nafas yang bisa kau upayakan, masih kau bertahan di hujan itu, walau demikian besar cintamu padanya, pada hujan?”

Hanya gelengan lemah untuk menanggapi pertanyaan itu, energiku habis.

muhammadakhyar

percayalah,
masih ada harapan.
terbanglah terbang,
raihlah impian,
Walaupun jauh yang harus ditempuh.