dipundakmu.. ada tugas mulia.


“Tanda kesempurnaan Islam seseorang itu tidaklah cukup hanya dengan sekedar mendirikan shalat, menunaikan zakat dan menahan atau memlihara tngan dari perbuatan-perbuatan maksiat, tetapi bersamaan dengan itu, dia harus menyertainya dengan bergerak maju ke depan untuk mempertahankan kebenaran, berani mengorbankan harta benda dan jiwa raganya dalam rangka menegakkan dan meninggikan kalimah Allah. Bahkan ini menjadi syarat mutlak bagi siapa saja yang ingin menegakkan keadilan Ilahi dan kebenaran yang hakiki. Ini pula yang dapat membedakan oran-orang beriman dan orang-orang nifaq (iman pada lahirnya namun kafir pada bathinnya”
–dikutip dari buku : Madrasah Jiwa Perindu Syurga.

Senin lalu, seorang adik kelas, memberi kabar melalu G+ (googleplus) kalau dia akan berangkat merantau ke Lampung untuk melanjutkan pendidikannya sebagai mahasiswa kedokteran. Mendapatkan kabar seperti itu, tetiba saya langsung mengambil kertas, menulis surat :). Sudah lama rasanya tidak menulis surat, jadi agak kaku gitu. Hehe.

Saya jadi teringat ketika akan berkuliah di Bogor. Excited banget. Pertama kalinya akan hidup mandiri, tidur tak seatap oleh orangtua, mengatur keuangan, memilih menu makanan sendiri, dll. Begitu banyak impian-impian yang ingin diraih di kampus. Namun, sebagai seorang hamba yang memang wilayahnya adalah merencanakan, menjadi mahasiswa baru ada baiknya membuat perencanaan-perencanaan : bagaimana kampus bisa membantu mewujudkan cita-cita kita. Lebih dari itupun, kita punya tugas mulia dari orang tua, yaitu menuntaskan perkuliahan dengan sebaik-baiknya. Tugas mulia lainnya adalah : menjadi agen muslim yang baik.

Pertama kali yang saya lakukan saat melalui malam pertama di kamar kosan adalah membuat ROAD MAP OF SUCCESS, tahapan demi tahapan apa yang akan saya capai sampai lulus dari kampus. Dari sekertas A4 berwarna kuning itu, saya memiliki panduan untuk merealisasikan impian saya, langsung ditempel di dinding kamar. Tentang peran serta/kontribusi saya sebagai seorang mahasiswa yang ingin dikenal almamaternya, tentang tahapan menuju itu semua, dll. Yap, perencanaan itu penting mbasist dan masbro! Walaupun mungkin saja banyak perencanaan yang tidak tercapai, nggak masalah kok, atau bisa saja berubah haluan, tapi semua tentu untuk menjadi lebih baik lagi :).

Nah, tentang tugas mulia ini, sebagai mahasiwa baru yang semangatnya lagi membara, jangan disia-siakan. Kalian adalah iron stock yang akan mempengaruhi nasib bangsa dibeberapa puluh tahun berikutnya, camkan itu! Tugas mulia untuk menjadi agen muslim yang baik itu, harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh, ambil peran. Jangan hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) nggak seru itu mah. Seorang muslim itu harus aktif, dinamis, dan selalu berfikir untuk terus mengambil hikmah dari setiap kejadian. Aktif dalam ikut serta berkontribusi dalam kebaikan. Dinamis dalam menghadapi pergantian dari zaman ke zaman (mengikuti perkembangan zaman dengan baik). Mengambil hikmah agar bisa merealisasikan “hari ini lebih baik dari hari kemarin”.

Saya dulu menjadi aktivis tulen, saya antusias banget saat menjadi mahasiswa baru, berbagai kegiatan penyambutan mahasiswa baru saya ikuti. Maka dari itu saya mulai dengan mengikuti open recruitmen Magang Badan Eksekutif Mahasiswa kampus, dari sanalah saya menyesuaikan suhu tentang keadaan kampus, bertahap. 1 Semester di BEM, 2 tahun jadi manager HRD di LDK kampus, dan juga menjadi koordinator berbagai tim kepanitian. Mengikuti lembaga kemahasiswa itu perlu juga, bikin kita makin dewasa dengan berbagai macam dinamika kampus, seruu lhoo.

Bagi yang mau jadi akademisi, saran saya IP (indeks prestasi) harus terus meningkat, jangan sampai ada rangkaian Carbon (alias nilai C) di lembar IP. Ikuti berbagai kajian ilmiah ataupun kegiatan profesian, kalau dikampus saya setiap program keahlian memiliki MIMPRO (Minat Profesi), cari pengalaman deh disana sebanyak-banyaknya.

Oya, sebagai seorang muslim, tentu kita punya kewajiban untuk terus menebarkan kebaikan. Dimanapun kita diposisikan, atau dimanapun tempat yang kita pijaki, jangan sampai terlambat untuk menjadi yang bermanfaat. khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat. Nah, itu dulu share tentang tugas mulia para mahasiswa baru. Adik, dipundakmu.. ada tugas mulia 🙂

“Jangan berlindung dibalik nama almamater. buat almamatermu bangga pernah memiliki mahasiswa bernama dirimu!” –ridwansyahyusufachmad

Love,
dianfitriah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s