dreams are necessary to life


“Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanya usaha yang tidak setinggi mimpinya”

Quote ini membuat adrenalin saya memancar, darah yang makin memerah, juga semangat yang menggebu-gebu, iya.. saya cukup tertampar dengan qoute sederhana ini. Hingga saya harus mengingat kembali, ada pepatah yang bilang : “Gantungkan cita-citamu setinggi langit”, biarkan mimpimu mengangkasa. Namun, yang tak pernah boleh lupa, hasil itu tergantung dengan usaha dan ridho dari yang Maha Kuasa.

Sejak kecil kita sudah diajarkan untuk bermimpi. Bahkan saat kita masih dalam kandungan. Orangtua kitalah yang membantu mengarahkan mimpi-mimpi ketika kita terlahir nanti. “Nak.. semoga kelak, ketika kau dewasa, bisa menjadi anak yang membanggakan bapak dan ibu” misalnya seperti itu yang diucapkan oleh orangtua kita sambil mengelus-elus perut sang ibu yang semakin membuncit :).

Ketika kita lahir, maka orangtua membantu juga agar kita menaiki anak tangga impian. Mulai memberikan kita pendidikan informal dirumah, juga pendidikan formal disekolah. Hingga akhirnya kita bisa menentukan mimpi-mimpi selanjutnya yang harus kita usahakan secara mandiri. Cita-cita, kita menyebutnya seperti itu. Memiliki cita-cita adalah menghidupkan kerja otak dan seluruh fungsi tubuh untuk terus bergerak menuju realisasi cita-cita. Dalam perjalanan menuju realisasi impian, kita akan menemukan, kecenderungan potensi diri, mana yang sungguh-sungguh kita inginkan, mana yang ternyata lebih baik kita putar saja sampan ini menuju impian yang lain. atau bahkan, dalam perjalanan tersebut kita pendapat pencerahan hingga sau per satu pintu terbuka lebar, mungkin pertanda impian kita akan terwujud.

Impian adalah kebutuhan dalam hidup. Jika kita tak punya impian, maka hidup ini menjadi tak terarah. Tak selamanya hidup bagaikan air yang mengalir itu baik, sesekali kita harus berani melawan arus untuk hidup lebih berarti. ๐Ÿ™‚

Mulailah menyusun impian, tak apa jika telat, toh Allah masih memberikan kita nafas untuk hidup lebih lama, itu tanda masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri.

Saya sudah menyusun impian itu, salah satunya saya ingin sekali menapaki kaki ini ke Eropa. Entah ini efek dari novel “Eiffel i’m in love” atau karena pelajaran bahasa Perancis yang dulu sedikit pernah dipelajari saat SMA, atau karena pelajaran sejarah tentang revolusi Perancis dari Bu Erika, atau bahkan.. karena cerita tentang ajudannya Napoleon Bonaparte yang katanya salah paham dan terjadilah pembunuhan massal.. ah, ternyata saya ingin ke Perancis karena Paris sebagai kota mode dunia X_X glek! dulu saya bercita-cita menjadi seorang designer.. dan ingin memperkenalkan baju muslimah yang nggak kalah keren disana. Hehe :D.

Setelahnya mimpi itu mulai diperbaiki tujuannya, terinspirasi dari tulisan seorang negarawan Ust. Anis Mata, maka yang akan saya katakan ketika sampai di Eropa adalah : “hari ini aku datang melihatmu, esok hari aku datang menaklukkan dan mengganti peradabanmu”. beuuh! ini sungguh menggetarkan hati dan jiwa. Saya ingin mendewasakan ilmu disana, mengambilnya banyak-banyak semoga kelak bermanfaat untuk tanah air tercinta ini, juga ingin sekali mengikuti forum kemuslimahan Eropa, yang lebih banyak isunya tentang hijab.

Seorang teman pernah terheran-heran “Sampai saat ini aku masih nggak paham ian, kenapa kamu ingin sekali ke Perancis?”, ujar seorang teman. Saya hanya tersenyum lebar, karena setiap mimpi yang ingin kita wujudkan tak terlalu penting dipahami orang lain, tapi penting diketahui orang lain *pasang kacamata, i’m cool*. Ketika mimpi itu terwujud harapannya memiliki kebermanfaat untuk seluruhnya. Karena terwujudnya mimpi juga berkat lingkungan disekeliling kita yang mendukung, membantu dan mendo’akan.

seperti ini :
 "untuk mimpi-mimpi besarmu, semoga lekas terwujud :)" Novalia Triutami pada Dian Fitriah.
 "semangatlah, teruslah melangkah menuju masa depanmu yang cerah" Nafis Atya pada Dian Fitriah :').

Kalau saya tak memiliki impian, mungkin hidup saya hambar, bagaikan baso yang tak dikasih bumbu dan sambal. Kini, karena impianlah, saya bersemangat meneruskan kuliah, mengikuti seminar beasiswa atau pameran pendidikan internasional, melatih kembali bahasa Inggris yang compang camping, juga semakin tekun mendekap sujud dalam untaian do’a kepada Sang Khalik. Ridhoi mimpi-mimpi kami yaa Rabb.. ๐Ÿ˜‰

โ€œYou may say I’m a dreamer, but I’m not the only one. I hope someday you’ll join us. And the world will live as one.โ€ (bagian lirik dari lagu ‘imagine’ nya John Lennon)

karena mimpi adalah kebutuhan untuk hidup, maka temukanlah segera dan penuhi kebutuhan tersebut, untuk hidup lebih berarti, dengan perjuangan yang tiada henti.

i’m a dreamer, i want to realize all my dreams.
Dian Fitriah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s