semoga ‘masih’


Semalam saya sempat menulis di personal message blackberry messager, seperti ini:

“butuh lebih dari sekarung sabaaaar”

Kalimat itu luapan ekspresi, dari kedatangan seorang teman yang membawa proposal acara, dimana saya tercantum sebagai sie.acara tapi nggak tahu kalau ternyata acara itu yang seharusnya dilaksanakan november, diundur jadi bulan januari ini, dan dia bilang “tolong yaa cari dana ke t*lk*ms*l”.. What the?? Heey,, kok, kok.

Banyak tanya dalam hati saya, banyak yang ingin saya ungkapkan, banyak yang membingungkan, aah.. Banyaaak sekali yang membuat darah saya naik ke ubun-ubun. Kenapa saya tidak dikabari sebelumnya 😥

Tapi.. Okey, meluapkan emosi itu tidak banyak gunanya, tetap stay cool, dan berusaha tersenyum selebar-lebarnya. Saya perhatikan baris-baris kalimat isi proposal itu, yaa.. ada amanah lagi disana menjadi tim acara. Saya takut, yaa kesekian kalinya takut amanah ini tidak tuntas dilaksanakan.

Hingga tiba-tiba ada seorang teman didalam kontak ВВМ™ tersebut menyapa saya :

G » “Sabar bukan berarti hanya diam & tidak berbuat apa-apa”

D » “iya, harus bertindak cari solusi”

G » “hidup itu tidak selalu berjalan dengan baik bukan..”

D » “tapi kita masih bisa memperbaikinya..”

G » “semoga ada kesempatan bertemu dengan ‘masih’…”

Berkali-kali Allah berikan dinamika seperti ini, berkali-kali dan belum juga saya lulus. Saya terus berfikir, kenapa sering kali terjadi seperti ini dari keikutsertaan saya ke dalam yayasan tersebut. Ternyata, berkali-kali pula Allah berikan kesempatan bagi saya untuk memperbaikinya, melakukan lagi dengan sebaik-baiknya, trial and error, dikasih lagi seperti ini, dan diminta lagi untuk menuntaskan amanah ini.

Selama masih di arena fastabiqul khairat, maka.. Setiap petarung yang ada di dalam arena tersebut terus menerus diuji kesabarannya, oh.. Tidak hanya kesabaran, tapi juga.. Keikhlasan hati untuk tetap berjuang dalam kebaikan.

Ingat dengan firman-Nya yang ini :
“Barang siapa yang menolong agama Allah, maka Ia akan menolongnya, dan meneguhkan kedudukannya”

Yap, surah Muhammad ayat 7 ini, perlu berkali-kali di review, agar jiwa ini semakin kuat, dan lepaskan “adat kelemahan”

Selagi ‘masih’ bernafas,
selagi ‘masih’ berjalan dengan tegak,
Semoga ‘masih’ ada kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbaiki kinerja, memperbaiki interaksi.. yang sebelumnya usang tertutup debu-debu..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s