Rumah Kebahagiaan


rumah kita

ย 

Hujan menyisakan jejak basah,

Seperti hatimu yang tertinggal disini,

Selamanya.

(Jika Hujan Pernah Bertanya, Robin BIE Wijaya)

Bahagia itu sederhana.

Maka cukuplah dengan semangat pagi bertemu dengan anak-anak yang penuh dengan rasa ingin tahu.

Bahagia itu sederhana.

Maka cukuplah dengan menyambut senyum ceria para anak-anak yang berlari dengan riang.

Bahagia itu sederhana.

Maka cukuplah dengan menjadi sahabat dalam bermain, dan ibu dalam mendidik.

Bahagia itu sederhana.

Maka cukuplah dengan dikelilingi berbagai kawan yang memberikan kenyamanan.

Bahagia itu sederhana.

Maka cukuplah dengan segala apresiasi : aku ada dan aku bermanfaat.

Aku disini, di rumah kebahagiaan.

1 tahun, 1 bulan.

Ini bukan waktu yang lama, ini waktu yang singkat, karena saya merasakan laju waktu yang begitu cepat melewati hari, bulan, dan tahun. Siapa yang bahagia? Saya! Bahagia karena melewati waktu bersama di rumah kebahagiaan ini.

Jika terlalu lelah berjalan diluar sana, cukuplah berbalik arah, kembali ke sini : ke rumah kebahagiaan.

satu tahun penuh keceriaan, di assa’adah ๐Ÿ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s