Menari..


image

“Aku ingin menjadi penari internasional”, ucapku pada ratna. Aku dan Ratna masih menari dibawah rintikan hujan disuatu ladang ilalang sepulang latihan menari di sanggar tari milik mba menik. Ratna bilang, “aku juga.. mau jadi penari tradisional yang keliling dunia”. Lalu, kami berjalan agak cepat sambil menari-nari.. “tariaan hujan”, kompak kami berteriak.

Itu adegan sekitar 15 tahun yang lalu. Saat saya sedang semangat-semangatnya berlatih tari tradisional disalah satu sanggar di daerah ciracas. Saya punya sahabat sejak kecil yang punya hobi sama, yaitu menari :). Ratna, namanya. Dari Ratna lah, saya mengenal sanggar tari, pementasan, lomba, berbagai jenis tarian tradisional dan olahraga yang menyenangkan.. hehe. Saat masa TK, saya meminta ke mamah untuk ikut sanggar seperti Ratna yang sudah lebih dahulu masuk sanggar tari milik Tante Iin. Namun, ketika saya masuk, bertepatan dengan Ratna keluar dari sanggar itu. 😦 hiks.

Satu tahun di sanggar milik Tante Iin, banyak pementasan yang saya ikuti, salah satunya menari di acara perpisahan TK angkatan saya :). Awalnya, Tante Iin menyewa rumah ibu baik di daerah gang persatuan untuk latihan. Namun, entah apa alasannya, kami pindah latihan ke kontrakan Tante Iin didepan gang melati. Lalu, kadang berpindah ke lapangan depan rumah orang tua saya yang dulu. Kadang lagi, disalahsatu rumah teman sesama penari. Makin banyam penarinya padahal, tapi Tante Iin sepertinya sedang tidak fokus mengurusnya. Akhirnya saya putuskan untuk keluar dari sanggar Tante Iin, setelah itu sanggarnya di tutup :(.

Saya off menari sekitar 2 tahun, sedang asyik menikmati awal masuk SD. Tapi, saya liat Ratna sudah menari lagi, ternyata Ratna sudah dapat sanggar baru di kantor ayahnya, di kantor pemadam kebakaran ciracas. Tetiba, saya rindu menari lagi, pengen juga ikutan sanggar lagi seperti Ratna. Setelah merayu mamah, saya bergabung ke sanggar “Trisna Manggala” bersama Ratna :). Saya dikasih seragam hijau tua, wuaah.. banget saat itu. Bangga deh make seragam itu apalagi kalau pulang latihan, seragam itu jadi pusat perhatian. Hihi.

Di sanggar Trisna Manggala manajemennya lebih baik, ada sistem ujian kenaikan tingkat, lomba-lomba bergengsi, dan pementasan di tempat-tempat keren. Ujiannya ada teori dan praktek. Klo ujian serempak se DKI Jakarta, jadi bisa ketemu sama banyak penari dari mana-mana. Ramai dan seru. Disinilah ketemu para penari-penari hebat, saya sukaaa banget liat kakak-kakak yang nari dengan “gerakan sempurna”, menghayati gitu. Saya menyukai tarian tradisional, tarian yang menurut saya (saat 15 tahun yang lalu) gerakam tarian yang original tanpa ada campuran gerakan apapun dari negara lain. Saya kurang berminat untuk menari tarian modern, walaupun dipelajari juga, satu hal yang tidak saya suka : pakaiannya banyak membuka aurat, saya nggak suka pake baju yang mini-mini, gerakannya pun kurang bermakna. Hingga saya bercita-cita menjadi penari tradisional Indonesia yang menjadi duta Internasional. Mimpi duluuu…. saat kecil.

Saya dan Ratna yang kebetulan satu RT. Klo ada acara 17an, sudah dipastikan kami mengisi panggung-panggung hiburan di RT ataupun RW. Bikin terkenal.. hehe. Saat SMP pun, saya ikut serta dalam pementasan kegiatan sekolah, bersama penari-penari yang kebetulan kita satu sanggar dan satu sekolah. Pementasan itu, menjadi pementasan terakhir, karena setelahnya saya mantap untuk mengenakan jilbab dan menutup aurat saya di SMA.

Alhamdulillah-alladzi bini’matihi tatimmush-shoolihaati.. Allah berikan saya kesempatam untuk berdekatan dengan hidayahNya, :)) my precious time.

Setelah sekian lama tidak menari, semester ini saya menjadi penanggungjawab kelas tari di hari minat bakat di sekolah :O wow banget! Kayak punuk merindukan bulan *alah.. apa hubungannya*.

Hari ini Hari minat bakat ke dua disemester genap, sebelumnya saya menjadi pembimbing dikelas sains dan menggambar. Namun disemester genap ini, dan selanjutnya akan tetap di kelas Tari (sepertinya) hoho. Bersama anak-anak perempuan kelas 1 dan kelas 2 inilah saya seakan-akan menemukan tim kecil :), mengingatkan saya saat duluuuu.. bersama teman-teman penari.

Karena di Jakarta, saya memperkenalkan tarian Jali-Jali sebagai tarian tradisional daerah Jakarta. Seperti yang dulu mba menik ajarkan ke saya, seutuhnya saya meniru banget gaya mba menik mengajar tari, diawal pembelajaran mba menik selalu memberikan teori tentang asal usul tarian-makna gerakan-dan mencontohkan beberapa gerakan bermakna. Seperti itu juga saya mengajarkan tari kepada anak-anak yang memilih kelas Tari. Mereka harus lebih tahu tentang sejarah. Disela-sela latihan saya menyelipkan cerita saya sebagai penari kecil, dulluuuuuu banget. 😉

Saya membagi Tarian Jari-Jari dalam 10 gerakan, dan 10 gerakan inilah yang harus dilakukan anak-anak dengan diharmonisasikan oleh iramanya. Dari sinilah, saya jadi banyak tahu, mana anak-anak yang miliki minat yang kuat dan berbakat dibidang tari. Tapi saya berdoa semoga mereka tidak lanjut serius menjadi penari profesional, saya menyarankan kepada mereka menari hanya menjadi hobi saja, tidak perlu diseriusin, kalau sudah baligh tidak perlu mengikuti pementasan lagi. Karena tampil di hadapan banyak orang lain sambil berlenggok-lenggokan badan bisa memancing nafsu yang tidak baik. Kecuali, kegiatan-kegiatan dimana hanya ada perempuan saja. Lebih baik waktunya dipakai untuk menghafal qur’an karena usia anak-anak produktif banget buat nimbun hafalan.

Sambil istirahat, saya menyetel video-video.. salah satunya video motivasi ka danang dari IPB tentang pencapaikan target.. tularkan virus menulis taget kehidupan! #HidupBervisi ;))

Finally! Hari ini happy ending.. saya bahagia bisa bertemu dengan anak-anak berbakat ini, senang berinteraksi dengan mereka, suka banget bercanda dengan khas anak-anak :)) hopefully.. someday i’ll have a curious, kind, and cheerfull children.. in syaa Allaah 😉

Ibu guru senang.. anak-anakpun riang 😀 yeay!

Iklan

2 pemikiran pada “Menari..

  1. Kak Dian, dulu saya pernah ikut sanggar di Trisna Manggala. Kira kira saya boleh minta kontak kak Yanto gak kak

  2. Iya mbak. Kata2 mbak bkin aku teringat. Aku pengen buka kursus nari. Tp khusus yg blom baligh aja. Kalo sudah baligh maaf bgt pkoknya smpe SMP aja.

    Trs gimana caranya ya hhehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s