Ramadhan hari ke – 4


Allah tau, kita punya banyak pinta. Maka dibukalah pintu-pintu ijabah-Nya. #hujansoreini 🙂 @novanophaa

Saya lagi sangat tergila-gila dengan Bebek Goreng H.Slamet Sambel Kosek sejak beberapa hari ini, yang udah bikin nafsu makan saya bertambah pesat. Jadi hari ini rencananya saya akan mengajak sahabat saya Nova untuk buka bersama, sambil melepas rindu yang tiada tara karena sudah tidak bertemu sepekan lebih. Kami sangat akrab jadi jika tidak bertemu beberapa hari sudah menyiksa bathin ini.. *hiperbola maksimal*

Kami berencana bertemu jam 5 sore, karena sebelumnya kami mengagendakan untuk silaturahim terlebih dahulu. Namun, cuaca memang sedang unpredictable.. panas.. panas banget tadi pagi.. terus berubah menjadi gelap di siang hari… dan byuuur.. menjelas ashat hujan besar.. lalu reda, hujan menyisakan tanah yang basah. Tidak disangka.. setelah sudah siap untuk berangkat, hujan pun turun lagi.

Aaaa.. awalnya agak kesal, saya tidak jadi bertemu sahabat saya, juga tidak jadi bercengkrama dengan bebek goreng. Kami memutuskan untuk dibatalkan.. karena makin deras.. pun sampai saat ini, rintik hujan yang mengenai atap rumah, masih terdengar jelas.

Saya sangat suka hujan, maka mengutuknya adalah pengkhiatan!

Bukankah lebih baik, menengadahkan tangan lalu berdo’a dengan khusyuk?

Begitu banyak pinta, begitu banyak harapan, begitu banyak keinginan, dan begitu banyak urusan yang ingin diselipi keberkahan..

Maka, Allah yang Maha Baik.. pengabul do’a hambaNya.. memberikan kita banyak celah.. banyak pintu untuk berdoa. Salah satunya waktu yang paling mustajab dikabulkan doa adalah.. saat hujan turun.

Berhentilah sumpah serapah yang mending jadi sampah, dalam kondisi apapun, cobalah memaknai sesuatu lebih dalam, agar lisan ini tidak mudah mengeluh atau mengumpat.

Yuuk, doa lagi yang khusyuk.. kayaknya hujannya merata neh Jabodetabek.

Semoga Allah mudahkan segala urusan kebaikan yang sedang diupayakan 🙂

Allahumma shoyyibaan naafi’an
“Ya Allah, jadikanlah hujan ini, deras lagi bermanfaat” HR. Ibnu Majah

Iklan

Ramadhan Hari ke – 1


Sebulan lebih tidak menulis di blog. Semacam ada gemuruh angin yang siap-siap menerbangkan saya ke zaman keterbenaman. Aah.. saya sering kali takut, ketika bertemu angin besar.. saya takut tubuh saya yang kurus kerempeng dan kecil ikut berterbangan ke arah yang tidak diinginkan.. lalu terseret sedikit ke tanah.. terbang lagi menabrak pohon besar yang kesepian, lalu terdampar pasrah di atas tiang listrik. Sungguh tragis. Dan saya memohon kepada Allah yang maha baik.. semoga halusinasi saya tidak akan pernah terjadi.

Karena saya takut mungkin itu yang bernama kiamat.. semua yang ada di bumi saling berterbangan dan saling bertabrakan. Sekali saya memohon, semoga Allah yang maha baik tidak mempertemukan saya dengan kiamat. Cukuplah saya tahu.. bahwa kiamat tidak akan pernah menjauh.. karena kiamat makin dekat. Entah kapan.

Betewe.. sebenarnya saya ingin bilang.. I’m comes back! Yeay.. saya rindu ngeBlog! Rinduuuu.. *salamin satu-satu huruf disini, abis itu pingsan*..

Berniat bikin diary ramadhan.. ini tantangan buat diri sendiri.. ngasah nulis lagi yang sempat timbul tenggelam. Itu semua gara-gara MOOD.. kita salahkan saja dia. Saya yang random binti acak-acakan.. tidak bisa mengendalikan dan mengenali apa maunya si MOOD itu. Tiap hari saya menangkap banyak hikmah.. tapi dari tiap hikmah tersebut hanya bisa saya pikirkan.. dan lupa bagaimana cara menuliskan. *toyor si MOOD*

ya, di 1 ramadhan ini.. saya menemukan keganjalan saat mendengarkan ceramah teraweh.. bapak ustadznya membicarakan nyamuk. Hmm.. sampai saat ini saya masih tidak habis pikir, bagaimana bisa bapak ustadz mengambil hikmah dari nyamuk. Sedang saya masih merasa kalau nyamuk itu mahkluk yang boleh ditemenin, nggak usah sok kenal ama nyamuk, terlebih mau deket-deket dia.. karena nyamuk (masih menurut dian hamba Allah yang berdoa dapat jodoh yang sholeh dan baik) merupakan perampas hak milik orang lain tanpa izin. Nyamuk kerjaannya cuma ngambilin darah orang.. dan darah siapa yang ingin diambil coba? Efeknya penyakit yang ditimbulkan dari nyamuk.

Tapi si bapak ustadz ini mungkin punya pengalaman baik dengan nyamuk.. sehingga ia bisa tahu apa hikmahnya berteman dengan nyamuk. Cuma saya.. belum bisa menangkap hikmah yang sama seperti bapak ustadz.

Oke, kita sudahi saja.. percayalah begitu banyak hikmah yang bertebaran di sekeliling kita, hanya saja kadang kita terlupa menangkapnya menjadi proses pembelajaran dalam hidup. Yang perlu kita garis bawahi adalah.. kadang hikmah yang kita tangkap itu tidak bisa disamaratakan oleh orang lain. Rasakan saja sendiri.. 😀

Udah.. intinya mau ngomong itu.. tapi tema nyamuk dalam ceramah terawih saya rasa terlalu antimainstream.. :p