kita


Jakarta – Bali itu deket kok, tapi sukses membuat saya merasakan kangen yang tertimbun-timbun.ย 

—–

hahaha.. awalan yang agak menggelikan.

Aku tak pernah berfikir kalau segalanya akan berakhir padamu. Sejak dulu, sejak pertama kali bertemu, di september 2012 dalam suatu aksi.. ๐Ÿ˜€

Aku cukup tau ketidaksengajaan saat berpapasan itu adalah kamu.

Setahun berikutnya, tanpa pernah bertemu lagi.. hanya kita saling tahu, aah.. lebih tepatnya saling mencari tahu.. atau kamu saja yang mencari-cari tahu.. haha. Ternyata papasan itu kode dari Allah atas takdir kehidupan kita.

Kau datang kembali dengan niat baik untuk kehidupan yang jauh lebih baik pula.

Hampir tak percaya memang.. kenapa rencana Allah begitu istimewa.. berfikir akan mengenalmu lebih dekat aja tidak.

Berawal dengan niat baik itulah.. aku mencoba mencari-cari maksud Allah tentang takdir yang tak terduga ini. Lalu.. untuk apa berlama-lama? Allah kabulkan proses menuju pernikahan yang sangat mulus..

26 mei 2013.. pertama kalinya kita membahas tentang “aku dan kamu” di malam setelah sholat isya. kita mengenal dengan istilah Ta’aruf, ditemani guru ngaji masing-masing di rumah al-qur’an AnNadwah.

1 juni 2013.. pertama kalinya kamu kerumah bertemu ayah dan mamah didampingi guru ngaji. Mengenalkan dirimu, mengungkapkan niat baikmu.. ayah dan mamah menyambut baik.. mungkin itu jawaban atas doaku : “jika engkau ridho ya allah.. ridhokan juga kedua orangtuaku”.

16 juni 2013.. khitbah! ๐Ÿ™‚ pertama kalinya aku deg2an.. haha. Karena proses sebelumnya aku biasa2 aja.. bahkan tenang menghadapinya. Tapi hari itu, sepertinya hanya Alquran yg dpt menenangkanku.. hingga ada saudara yang bilang : “dian, ini beneran lamaran? Bukan perkenalan keluarga aja dulu?” Dooooeng! Aku jadi ragu.. karena sama sekali tidak berkomunikasi langsung selama proses, selalu diperantarai.. “ayah.. gatot bilang apa sama ayah? Beneran khitbah kan hari ini? Atau kenalan keluarga aja?”.. ayah jawab, “dia sih bilangnya khitbah” nampak jadi ragu juga. Alhamdulillah… ternyata maksudnya benar.. kamu datang bersama keluarga, untuk melamar aku ๐Ÿ˜‰ *tersipu-sipu*

1 september 2013.. the day! Yap.. Mitsaqon Gholidza, hari dimana aku begitu sangat santai dan tenang.. bahagia penuh tawa dan senyum.. Qadarullah yang istimewa. Ternyata ini akhir dari awal perkenalan kita setahun lalu. Dimulai dari jualan kaos ITJ dan tidak sengaja berpapasan saat aksi di HI.

—–

Tadinya ini mau diposting pas dia ke Bali di instagram edisi spesial.. tapi karena koneksi internet tidak mendukung, eh jadi diposting disini, dan telat banget lagi *ckckck*. pertama kalinya bercerita tentang hal ini. Maluu sih >.< tapi gapapa.. saya sedang kangen. Dan rasa kangen ini harus disalurkan, melalu tulisan ini saya seperti kembali kepribadian melankolis.. heuheu.. saat ini saya juga sedang berjauhan, jadi momennya juga tepat deh,, masih dengan tema yang sama “kangen”.

Ini untuk suamiku, ayah dari calon anak yang sedang aku kandung.. ternyata semakin lama bersamamu, aku semakin cintaaaaa @gatse8 karena Allah โ™กโ™ฅ. Semoga Allah jaga kita dalam ketaatan dan kebaikan. Aamiin ๐Ÿ˜‰

TIA_7634

Jangan pernah lelah mengingatkan aku untuk terus komitmen dalam kebiasaan-kebiasaan yang baik ya mas..

Love,

dianfitriah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s