36weeks pregnancy


AAHA! tiba juga di 9 bulan kehamilan, semua rasa campur aduk bak adonan kue yang siap dibentuk-bentuk.
Baca lebih lanjut

Iklan

di 34weeks ini


Sebenarnya, saya lebih ingin diam diri dirumah saja. Banyak beribadah, berdoa, melakukan hal2 yang (katanya) dapat memperlancar kelahiran. Ya lebih ingin itu.

Tapi..

Ternyata banyak hal yang harus saya kerjakan.. melist pemesanan rokcelana dan celanapandu, bungkus paket dan mengirimkannya ke ekspedisi, cetak label produk, ngedesain beberapa orderan desain, berkereta ria ke kampus untuk UAS, mengerjakan ulang TA krn laptop rusak, persiapan tahfidz qur’an, datang ke pengajian, belanja-belanja melengkapi keperluan menyambut Kaka’..

aaah, ternyata jauh lebih menyenangkan jika punya banyak hal yang harus dikerjakan yak.. semua makin berjalan dengan cepat.

Alhamdulillah, Allah yang Maha Kuasa,
Memberikan masa kehamilan yang begitu dimudahkan, dan Ia sangat tahu bahwa hambaNya yang satu ini banyak yang harus dikerjakan dan suka jalan-jalan X_X eyalah..

Okey, my silent reader (wooooo..)
Mohon doa yaa.. doakan persalinan lancar, normal, sehat sempurna, selamat dan… (silahkan tambahkan yang baikbaik aja yak) :p

Thanks,
Dian.

ANGKASA!


Wanita yang cerdas adalah yang mampu menempatkan diri dengan baik sebagai anak, istri, dan ibu serta mampu membaca potensi kebaikan dimanapun ia berada. (Aa Gym)

Saya makin merenungi apa yang Aa Gym katakan tentang “wanita yang cerdas”, sejak setahun yang lalu saya baca qoute tersebut. Siapa yang tidak ingin menjadi seorang wanita yang cerdas? tentu seluruh wanita akan berlomba mengacungkan tangannya tinggi-tinggi, bahwa setiap wanita sangat ingin menjadikan dirinya makin berkualitas dengan kecerdasan.

Awalnya, saya berfikir, menjadi wanita yang cerdas itu yang tiap UTS ataupun UAS dapat nilai sempurna, yang IPKnya cumlaude, yang dapat beasiswa keluar negeri, yang dapat posisi terbaik di perusahaan, dan hal-hal lainnya yang hanya dinilai secara sepihak, bahwa wanita yang cerdas adalah yang sukses akademik saja.

Saya sempat hopeless-lah jika wanita cerdas hanya dapat dinilai melalui bidang akademik saja, itu pemikiran yang terlalu sempit. Saya sempat membaca buku berwarna ungu yang saya beli saat SMA, berjudul “Akhwat Excellent”, waaah.. membaca buku itu saya sempat terhempas badai.. haha lebay banget gue! Disana disebutkan beberapa kriteria akhwat excellent, yang menurut saya.. itu kriteria jauuuuh banget, sholihah banget. Sampe-sampe saya geleng-geleng kepala, saking jauhnya kriteria tersebut dalam diri saya. Akhirnya saya menutup rapat-rapat buku itu. Seriusan,

Menjadi wanita muslim adalah menjadi wanita mandiri yang menyandarkan semua gelisah hatinya hanya kepada Allah. (Asma Binti Abu Bakar)

*****
Nemu postingan saya ini di draft. Dibaca-baca.. ga da salahnya di posting.. ^^/