Setelah 37weeks pregnancy


Halooo semuaa, assalamu’alaikum para blogwalking yang terperangkap jatuh ke dalam lautan luka dalam di blognya dian.. X_X

Saya rasanya gatel banget ingin cepet-cepet cerita tentang masa sebelum melahirkan, cerita ini bukan fiktif belaka, ini sungguh terjadi. Tokoh yang didalamnya juga bukan rekayasa penulis. Karna cerita ini diangkat dari pengalaman seorang Dian Fitriah hamba Allah yang berlumur dosa dan khilaf, kadang lupa berdoa, atau bersengaja mempercepat ibadah. Duh!

Terakhir saya menulis kondisi kehamilan saya di 37weeks pregnancy, dan ini ada sepenggal kisah setelahnya, cukup horor, jika tidak kuat membacanya, saya sarankan untuk segera close browser anda sekarang juga. Haha ๐Ÿ˜€

***mulai***

Rabu malam, di hari ke 3 Idul Fitri, sepulang dari ngemol bareng keluarga besar, kaki kanan saya gatel-gatel, nampak seperti biang keringat. Hal ini nampak biasa saja, gatel-gatel hampir semua dialami ibu hamil terutama dibagian perut.

Saya garuk dan usap bagian kaki yang gatel, sambil sesekali suami saya bantu usap karena klo saya yang garuk, agak beringas.

Esok harinya, gatel-gatel tidak hanya dikaki, tapi juga ditangan, perut, paha, dada, leher dan muka. Coba bayangkan jila seluruhnya gatel, gimana cara saya menggaruknya? *silahkan bayangkan sendiri*

Bintik-bintik merah semakin banyak disekujur tubuh, akhirnya saya dan putuskan untuk konsul ke bidan. Bidan bilang ini bisa jadi efek hormon kehamilan, bisa hilang jika sudah melahirkan. Oke saya dikasih salep dan PeKa untuk mandi.

Ternyata semakin parah, gatel-gatel ini membuat kulit saya makin memerah, dan membuat saya tak tahan akan kondisi ini, karena sudah memenuhi wajah saya. Di jumat pagi, saya datang ke dokter specialis kulit untuk konsul. Dokter SpKK bilang, ini bukan alergi makanan, bisa dari partikel debu atau pewangi pakaian. Oke, saya dikasih salep racikan.

Setelah dari sana, kondisi saya makin memburuk. Yang merah-merah, mulai menghitam dan gosong. Kepercayaan diri saya mulai menurun, nafsu makan berkurang, kemana-mana pakai masker, emosi sudah tidak stabil.

Bidan pun menceritakan kondisi saya ke DSOG yang biasa menangani USG saya. Saat konsul ke DSOG, saya ditemani tetangga, suami dan bidan. DSOG kaget akan kondisi saya, karena 2pekan yang lalu saya kesana masih dalam keadaan normal. DSOG juga berkomentar yang sama seperti bidan, bisa jadi ini hormon kehamilan yang bereaksi berlebihan, namun seharusnya sudah muncul di awal kehamilan. Entahlah.
Alhamdulillah ketika di USG janin saya baik2 aja, masih ada satu lilitan di leher dan posisi sudah oke banget. Pokoknya saya siap lahiran normal kapanpun.

Kondisi saya belum juga membaik, makin gosong, makin nggak punya kepercayaan diri, makin nggak nafsu makan, dan tidak fokus pada kehamilan yang sudah memasuki 39 weeks.

Hari rabu malam (130814) saya merasakan nyeri dibagian bawah perut, saya pikir mungkin sudah ada pembukaan. Saya dan suami langsung cek ke bidan, dilakukan pemeriksaan dalam.. dan ternyata masih jauh, tidak ada pembukaan sama sekali. Tubuh saya pun masih merespon gatel-gatel yang mebuat tangan saha tidak tahan untuk menggaruk, apalagi sudah 4 hari saya sulit tidur malam. Tiap jam 12 malam saya gelisah dan menggaruk-garuk tubuh saya yang gatel, suami sempat memegang tangan saya biar tidak menggaruk dengan keras, AC yang menyala di kamar ternyata cukup menusuk-nusuk tubuh saya. Semua itu saya ceritakan pada bidan. Hingga bidan kasih kesimpulan bahwa kehamilan saya ini kemungkinan tidak bisa dilahirkan secara normal. Saat itu juga bidan menelpon DSOG yang menangani saya. Saya diminta datang ke RS untuk dilihat kondisi air ketuban. Malam itu, kita ambil kondisi buruknya, esok saya harus mengakhiri kehamilan dengam operasi sectio caesar, agak kulit saya bisa diobati juga.

Pulang dari bidan saya izin dan mohon doa ke mertua dan orangtua saya untuk kemungkinan terburuk besok saya harus operasi di usia kehamilan 39w4d. Malam itu cukup haru, saya mencoba menahan tangis, membayangkan operasi dan yaa.. segala macamnya.

14-08-14

Saya sarapan susu dan buah apel setelah subuh, berniat puasa mulai dari jam 6 jika memang hasilnya saya harus operasi hari ini juga. Mempersiapkan perlengkapan untuk operasi SC.

Jam 9 saya sampai di RS. Budi Lestari Bekasi, sambil menunggu DSOG datang, saya bolak-balik ke kamar mandi dengan kondisi yang sangat tidak nyaman, gatel dan gerah. Juga ingin sekali segera mengakhiri kehamilan.

Jam9.30 Saat di periksa, ternyata berat badan saya sudah turun 3kg dalam seminggu, air ketuban masih cukup tapi sudah berkurang, namun kegelisahan dengam kondisi kulit nampak jelas, saya stress tinggi.

Saat itu juga kami berunding dan memutuskan untuk operasi Caesar. DSOG tenyata meminta saya masuk ruang operasi segera, mumpung dokter anastesinya ada.

Jam 10,00 saya masuk ruang perawatan untuk persalinan. Mengganti baju saya dengan baju hijau untuk operasi. Baru ganti baju aja saya udah gemetaran, terus diambil darah untuk cek lab, cek ada alergi atau tidak, di cek jantung dan gerak bayi, pasang infusan.

Makin gemeteranlah ketika tandatangan perjanjian operasi. Beberapa kali perawat yang melihat kondisi kulit saya kaget dan bertanya ini itu, aah.. saya hatus siap menjelaskan berulang-ulang.

Tetiba datang dokter melihat kondisi kulit saya, berisik saya melihat mereka menerka-nerka apa yang terjadi, mereka bilang ini mirip “steven jhonson” entah apa itu, katanya kelainan kulit pada kehamilan yang cukup beresiko. Saya makim down saat itu, takut. Apalagi saat suami dipanggil oleh tim operasi kalau kondisi ini sudah terjadi sebelum operasi dilakukan, semacam perjanjian gitu.

Air mata makin deres, saya dihadapkan 2 hal : hidup atau mati, itu yang saya rasakan. Saya minta umtuk ketemu suami dulu sebelum masuk ruang operasi, sambil berjalan menuju ruang operasi, saya peluk suami sambil menangis, takut itu jadi pelukan terakhir.. *aduuh, ampum deh si dian mah sinetron banget, tapi kan takdir nggak pernah tau yak*.

Suami terus menguatkan saya, “nggak apa2 adek, jangan nangis, nanti ketemu lagi setelah operasi”, nyess gimana gitu.. hehe.

Diruang perawatan aja saya udah gemetaran, pas masuk ruang operasi yang dingin banget itu makinlah saya gemetaran. Naik tempat tidur operasi, saya udah pasrah, udah.. Allah aja yang atur, saya yakin takdir apapun, itu yang terbaik, insyaAllah.

Anestesi dilakukan, setengah tubuh saya mulai kebal dan mati rasa. Tim mulai melakukan tugasnya masing-masing. Tubuh saya terus bergetar. Saat di belek *alah.. apa sih bahasa halusnya*, saya masih merasakan walaupun tidak terasa sakit, hingga akhirnya perut berasa di oyak-oyak saat mengambil si eneng cantik blaem-blaem, saya terus bertakbir.. dan “owek.. owweeeeek”, udah lahir ke duniaaaa yang selama ini tumbuh dan berkembang di dalam rahim saya, masyaAllah. Awalnya tangisnya dikit, setelah lilitannya di lepas hwaaaa.. Kenceng beud tangisannya. “Bu.. alhamdulillah udah lahir anaknya, perempuan bu, cantik” salah satu ti, operasi memberitahu. Ya iyalah cantik, kan perempuan -_-“.

Rasanya legaaaa banget, setelah itu saya hanya sibuk berdzikir dan merasakan tubuh yang makin bergetar, ngantuk sih sebenarnya, mau tidur.. tapi takut nggak bangun lagi X_X.

Sekitar 5 detik saja, saya bertemu dedek, cium-cium pipinya saat operasi, stelah itu dibawa pergi.. hiks. Saya nggak dapat IMD (Inisiasi Menyusui Dini).. T_T

Lanjut lagi, ceritanya nanti yaa.. setelah operasi apa yang saya rasakan. Mau ganti popoknya Hanina dulu, pup dia.

image

Hai.. hai.. ini Hanina Shofwatun Nisa, anaknya Bunda Dian dan Ayah Gatot.. pasca di lahirkan.

Thanks,
Dian.

Iklan

8 pemikiran pada “Setelah 37weeks pregnancy

  1. Selamat datang Hanina ๐Ÿ™‚ . Foto kanan kamu mungkin lapar ya nak ๐Ÿ˜€ .
    Sayang sekali ya sis Dian, ko rumah sakit ga melakukan Inisiasi Menyusui Dini. Saya juga melahirkannya melalui operasi, bayinya langsung di taruh di dada saya masih berdarah2 ๐Ÿ˜€ . Setelah 30 mnt baru dibersihkan dan bayi ditaruh kembali di dada saya. Bayinya bersama saya 24 jam seterusnya sih, bayi dan saya satu kamar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s