Imunisasi.

Apa yang ada dalam pikiranmu tentang imunisasi?
Sejak dulu, hal ini sering kali diperdebatkan. Iya sering banget.

Ada kelompok yang antivaksi, ada yang provaksin.

Saya mencoba mempelajari kedua kelompok itu, sejak saya masih gadis belia, polos, belum berencana menikah, cuman kepikiran ntar anak saya mirip siapa ya.. *dan yak, ternyata setelah punya anak, dominan ayahnya* pukpukpuk.

Saat ikut seminar prokontra imunisasi, dr tiap narasumber hanya memaparkan manfaat – kandungan dan kenapa ada yg tidak mau di imunisasi. Saya menanti2 jawaban tegas, “Jadi harus diimunisasi nggak neh bocah2 imut itu?”, namun.. endingnya : “bagi kami, anak diikutsertakan dalam program imunisasi atau tidak itu dikembalikan lagi kepada orangtuanya”.

Yaaah, kecewa dong saya. Maksudnya tuh.. bilang IYA harus diimunisasi, atau TIDAK diimunisasi. Gitu aja.

Tapi, makin kesini saya makin belajar, sambil terus berdoa “Ya Allah tambahkanlah kepadaku ilmu”.. dan yak, saya memutuskan untuk imunisasi Hanina Shofwatun Nisa binti Gatot Prasetyo Hadi bin Djumelan.

Terlepas dari banyaknya komentar dr pihak kontra, saya memohon kepada Allah, “ini ikhtiar kami (orangtua dari Hanina), mengupayakan yang terbaik untuk Hanina, maka kami memohon agar Engkau berikan kesehatan untuk Hanina dengan terus menjaganya dan melindunginya dr berbagai virus bakteri dan kuman yang membandel” 😀

Teruntuk ayahbunda,
Jangan sampai anak menjadi korban dari tiap keputusan kita sebagai orangtua yang kurang antusias untuk belajar memahami sesuatu. Diimunisasi atau tidak, teruslah memberikan yang terbaik untuk buah hati kita. Banyak berdoa, banyak bertanya, banyak membaca, banyak belajarrrrrr… karena menjadi orangtua itu adalah proses panjang dalam belajar dan menerapkan ilmu yang selama ini kita punya.

Yuk ah, hentikan hujatan2 kepada yang pro ataupun kontra.. tapi mengedukASI pemahaman itu harus.

Love,
Hanina&Bunda
Kali ini.. sama Ayah juga.

View on Path

Iklan

Setelah 37weeks pregnancy


Halooo semuaa, assalamu’alaikum para blogwalking yang terperangkap jatuh ke dalam lautan luka dalam di blognya dian.. X_X

Saya rasanya gatel banget ingin cepet-cepet cerita tentang masa sebelum melahirkan, cerita ini bukan fiktif belaka, ini sungguh terjadi. Tokoh yang didalamnya juga bukan rekayasa penulis. Karna cerita ini diangkat dari pengalaman seorang Dian Fitriah hamba Allah yang berlumur dosa dan khilaf, kadang lupa berdoa, atau bersengaja mempercepat ibadah. Duh!

Terakhir saya menulis kondisi kehamilan saya di 37weeks pregnancy, dan ini ada sepenggal kisah setelahnya, cukup horor, jika tidak kuat membacanya, saya sarankan untuk segera close browser anda sekarang juga. Haha 😀

Baca lebih lanjut