adiknya hanina


BERBAHAGIA. itu yang saya rasakan pertama kali ketika melihat hasil testpack yang bergaris dua. saya tidak menyangka Allah memberikan adik untuk hanina secepat ini. 

keputusan lepas KB saat bulan juni, adalah keputusan saya dan suami karena saya ‘lelah’ ber-KB. Karena beberapa jenis KB yang saya pakai tidak direspon tubuh dengan baik. alhasil, setelah diskusi sama suami, dan hanina sudah menjelang 2 tahun, saya putuskan untuk tidak KB setelah lepas IUD bulan juni, dan suntik KB sebulan dibulan juni, setelah itu saya tidak pergi lagi ke bidan untuk KB. 

Kalau dari referensi yang saya baca, ataupun pengalaman orang lain, wanita yang berKB dan setelah itu tidak KB lagi akan ada penyesuaian tubuh hingga efek KB selesai. Kenapa saya lepas KB bulan juni, karena saya berharap tahun depan Allah berikan keturunan kembali. Ancang-ancang saya, akan ada penyesuaian sekitar satu tahun lah. Ternyata Allah kasih dengan cepat, alhamdulillah 😘. 
Sabtu pagi, 24 September 2016

Pagi hari sambil sarapan bersama. suami, saya bertanya “ayah.. bunda KB lagi nggak ya?”.. suami “nanti aja bun kalau adiknya hanina sudah lahir”. yes, alhamdulillah! kami sepakat tidak KB :mrgreen:. 

Siang harinya saya iseng, beli testpack karena lupa haid terakhir kapan ya, sepertinya sudah lama. Dan dua garis itu menjadi siang hari terasa sangat sejuk, di panasnya udara bekasi. 😆

——

alhamdulillah, hari ini sudah 10 minggu usia kehamilan kedua saya. mohon doa penuh berkah, agar diberikan kesehatan dan kelancaran dalam persalinan hingga melahirkan 😀