famille


Ya memang benar, keluarga adalah kesetiaan, pengukir tawa riang penuh canda, tempat kembali yang paling dirindukan dalam tiap perjalanan. Keluarga juga, benteng terluar yang menjaga diri ini dari bermacam retorika dunia yang semakin kejam. Keluarga adalah kebahagiaan ^^..

(Dian Fitriah, Februari 2012)

Gambarteruntuk Ayah & Mamah – Ikhwanul Muslimin & M.Jihad Sucipto

Beautiful life is Family :)


Sederhana saja, sumber kebahagiaan dalam hidup itu, salah satunya bisa berkumpul bersama keluarga, lengkap!

suatu saat nanti, entah kapan.. akan ku kabarkan padanya : “ini keluargaku, menikah denganku itu berarti mencintai diriku karena Allah dan mencintai keluargaku seutuhnya juga karena Allah”

Jakarta, 5 September 2011
Dian Fitriah
..shining like a star..

hmm.. *senyum2


di kado milad ke 22 kemarin ada surat yang isi pesannya seperti ini :

Pasti tidak menyangka, uni memberikan kado ini untuk dirimu, semoga bermanfaat yaa :)

Penasaran, buru-buru saya buka kado tersebut sampai pada isinya, yaa.. taukah kawan saya mendapatkan buku yang berjudul :

liat judul buku di atas, saya senyum-senyum sendiri. Entah ini kado yang tepat untuk saya atau tidak di umur 22 ini. Yang jelas saya hanya ingin berprasangka baik pada pemberi kado dan Allah.

Okey, sedikit saya bahas tentang kado yang membuat saya agak susah tidur karena saya langsung membacanya -sebagian- apa yang tertulis didalamnya. hmm.. buku ini memang diperuntukan untuk pasangan suami-isteri namun karena berhubung saya belum menikah dan belum mempunyai suami, saya akan menarik hipotesis singkat dari maksud pemberian buku ini.

Judulnya : Everydy is Honeymoon. Dalam buku ini dibahas tentang romantisme merawat cinta. Membaca buku ini membuat saya teringat akan sms-sms cinta dari sang sahabat.. sms-sms yang membuat saya makin cinta pada indahnya UKHUWAH / Persaudaraan se-akidah. Dalam membina hubungan keluarga atau persahabatan romantisme itu sangat diperlukan agar cinta tetap terjaga. 🙂

saya tampilkan beberapa sms-sms cinta dari sahabat-sahabat saya pada 4 Juni 2007 >> (reSend oleh nopa) :

sahabatku,
jangan pernah takut kehilangan ane..
dan jangan pernah ninggalin ane, janji?
coz ane mau semua tau kalau orang-orang yang ane sayang didunia ini dan ane takut kehilangan mereka adalah..
1. mama dan papa
2. kalian bertiga yang kadang suka bikin ane khawatir.. meski kadang nyebelin.. tapi ane sayang kalian semua.

-sms dari eLLa-

nop, saya sayang nopa, sayang banget! akhir-akhir ini saya sering nangis sendiri, karena ingat dan tahu bahwa semua ini sedkit banyak akan berubah..
kalian, yang selalu mampu membuat diri tersenyum bahagia,, hingga sampai menangis sesesnggukan hanya karena membaca sms cinta dari kalian..
duuuhh, moga Allah selalu jaga persaudaraan ini dan menjadikannya abadi pada suatu hari nanti.. amin.

-sms dari adawiyah-

hmm,,kadang terlintas tanya.. akankah persahabatan ini abadi? atau ini terjadi hanya pada suatu masa saja? ketika masa itu berlalu, mungkin persahabatn ini akan berlalu.
tapi sahabat, aku nggak pernah TAKUT untuk menghadapi realitas itu, kalau memang berlalu biarlah Allah yang tahu bahwa aku bahagia bisa kenal dan menjalin persahabatan dengan kalian.
memang, tak kupungkiri kadang aku menangis menatapi keberanianku jika kalian tinggalkan.
Sungguh sahabat, saat ini cukup kalian yang membuat hidupku berwarna.
neber give up!
survive FREN!
LAA TAKHAF (jangan takut)
biarlah Allah yang menentukan persahabatan kita. sungguh.. dyn syg ella,npa,rizq coz Allah.

-sms dari dian-

sungguh romantis bukan? (menurut saya sangat romantis).. dan beginilah persahabatan yang membuat saya bagai sang pujangga, menyusun kata indah untuk mereka yang tersayang. Dari buku ini saya belajar tentang menjaga romantisme dalam membina hubungan persahabatan. hingga menjelang pertengahan malam, saya tersadarkan.. akan suatu tindak yang semena-mena pada sahabat hati yang lain.. yaa, sensitifitas yang meninggi saat ego bertemu dengan ego. Terngiang-ngiang wasiat Sang Nabi yang rasanya berat sekali : “Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara”. Selanjutnya kukirimkan sms maaf penuh cinta atas segala salah yang saya miliki, rasanya tak sanggup jika harus kehilangan sahabat sepertinya.

masih banyak sms-sms cinta dari sahabat, atau perilaku romantis dari anggota keluarga. semoga Allah perpanjang umur untuk bisa berbagi tentang ke-romantis-an hubungan yang terbina karena cinta terhadap sang Pemilik hati.

Dari buku ini, mungkin lagi-lagi si pemberi kado dan Allah meminta saya untuk terus belajar tentang romantisme dan merawat cinta, cinta pada Sang Khaliq – keluarga – sahabat – dan saudara saudari.

Mari me-romantis-kan cinta, untuk kelanggengan hubungan.. demi cinta pada Sang Pemberi Kehidupan!
#senyum,yuk! 🙂

Dian Fitriah
6 Juni 2011
shining like a star

baitijannati :)


Alhamdulillah.. Maha BaikNya yang begitu memberikan berkah melimpah pada keluarga kami.

Saya ingin bercerita, berbagi kebahagiaan pada readerblog yang hebad!! Ini tentang keluarga, tentang dimana saya tinggal, dan tentang siapa mereka yang begitu saya sayang.

Dulu, ketika saya SMA (sekitar kurang dari 4 tahun yang lalu) keluarga kami selalu mengadakan program “taujih ba’da maghrib”. Program itu adalah salah satu forum bentuk sarana komunikasi kami dalam nasihat menasehati. Biasanya ayah yang menjadi pembicara dalam forum tersebut. Materinya ringan saja, tentang kebersihan rumah, tugas-tugas yang mendukung rumah lebih nyaman, tentang sopan santun pada orangtua, membahas hal-hal yang membuat kami meregang, atau membahas ‘kebandelan’ kakak-saya-adik.

Namun, sayang sekali sudah 2 tahun lebih program itu tidak jalan karena berbagai hal. Salah satunya karena ketidaklengkapan kami dirumah. Saya kuliah dan ngekost di Bogor, juga dirumah mulai disibukkan dengan usaha.

Rasanya memang hambar, sepertinya ada yang hilang. Apalagi saya jauh dari rumah.. Berkomunikasi sekedarnya saja melalui sms dan telepon. Kurang.. Kurang sekali komunikasinya. Hingga muncul berbagai konflik, yang saya yakin itu karena bersumber dari iman-iman kita yang compang-camping.. *na’udzubillah.. jangan terulang*

Namun sejak 6 bulan belakangan ini, Allah tunjukan segala ke-Maha-an-Nya.. Semua tanpa terkecuali. Saya benar-benar menikmati semua proses kehidupan yang harus dihadapi. Mulai dari penyakit yang membuat lemahnya sistem imun saya – kelulusan – berkumpul lagi dengan keluarga – hingga bekerja. Rasanya semua itu indah pada waktunya.. Yaa, walaupun tidak dipungkiri ada masa dimana saya down, pesimis, kecewa, dll.. Ah itu mah biasa.. Tapi gimana kalau kita jadikan luar biasa dengan tidak lagi masuk dalam zona-zona nggak keren itu (hayuuk.. Kerenkan diri kita).

Dan kini, dengan tercetuslah program #baitijannati.. Program ini merupakan program yang bersifat continue.. Berkelanjutan gitu. Walaupun saya atau diantara kakak-adik sudah menikahpun saya berharap program ini tetap harus dilanjutkan.

#baitijannati adalah program keluarga, untuk menjadikan rumah/tempat tinggal kami sebagai sarana untuk melangkah hingga sampai di surgaNya.

Program-programnya #baitijannati yaitu : taujih on 23 (ber- wa ta wa shoubil haq, wa ta wa shoubil shobr.. Saling menasehat-nasehati dalam kebenaran dan kesabaran), dinner-out (makan malam diluar.. Hehe 😀 itu bahasa inggrisnya ngasal bet dah).. Karena rata-rata dari kami baru sampai dirumah maghrib.. Jadi kegiatan-kegiatan di optimalkan pada malam hari.

report kegiatan :

  1. Taujih on 23, tepat jam 11 malam kami berkumpul di ruang tamu.. Semua mendengarkan ayah berbicara. Kali ini ayah berbicara tentang ‘kematian’ yang tiada pernah menjauh, tapi akan terus mendekat.. Dan siap menjemput satu diantara kami atau bahkan sekaligus. Saat itu rasanya saya ingin sekali menatap mereka lebih lama sambil berdo’a : “Rabb, mereka yang kutatap adalah orang-orang yang kucintai karenaMu, jaga mereka.. Dan kumpulkan kami kembali di surgaMu, kami ingin saling mengenal (lagi) ketika di akhirat nanti”. Saya menatap mamah yang menutupi wajahnya dengan buku, Saya tahu.. Ada lelehan airmata yang menetes di kulit wajah yang makin menua itu.. Tapi beliau tetap kelihatan cantik. Ah.. Rasa itu ‘memiliki’ hingga aku belum memberanikan diri berkata ‘siap’ jika harus kehilangan.
  2. Dinner-out at spesial sambel, Depok.Atas rekomendasi saya dan kakak kami pergi ke Special Sambel margonda, depok. Makan malam disana sepertinya rasa kejauhan.. Lama dijalan. Namun, syukur alhamdulillah, cita-cita ku tercapai.. Makan malam bersama di luar.. Amazing! Berharap bisa sebulan sekali seperti ini, meluangkan waktu-waktu itu yang terus mengejar.
  3. Dinner-out at Seafood 48 Cibubur. Baru saja neh.. Kami pulang makan malam bersama. Beuh.. Kepitingnya bikin repot! Makannya susah.. Tapi dahsyat rasanya.. Makyuuuusss. Enak2..!! Saya pimpin do’a makan malam saat itu, ah.. Lengkap-lengkap deh.. Memohon banyak do’a, semoga maqbul yaa Rabb. Kami banyak bahas ini – itu.. Semoga hal-hal kecil yang rutin ini bisa mempererat kekeluargaan diantara kami.

Bagaimana dengan program #baitijannati sobat readerblog semua? Pasti lebih keren.. (Kadang kala saya iri dengan tamasya-tamasaya keluarga yang dilakukan oleh sahabat-sahabat saya, namun rasa iri tidak membuat saya sibuk meratapi nasib, namun saya yakin keluarga saya adalah yang terbaik dengan seluruh dinamika didalamnya.. Alhamdulillah, keyakinan itu terus bertambah dengan dilaunchingnya program #baitijannati keluarga kami).

Mulai sekarang (saat ini : detik ini, menit ini, jam ini).. Mari kita ber-IKRAR dengan meng-azzam-kan hati.. Bahwa :

“Keluarga saya adalah keluarga yang terbaik.

Tempat tinggal saya adalah tempat yang terbaik.

Dan saya adalah anak yang terbaik”

Coba bener-bener masukkan kata-kata itu dalam otak bahkan dalam jiwa dan seluruh elemen dalam tubuh kita.. Jangan biarkan kita terus tersesat dengan sibuknya meratapi takdir-takdir yang menurut kita kurang baik, padahal itu yang terbaik untuk kita.

Tetap Bersyukur,
Tetap Senyum..
Hadapi semua dengan happy!!
Mari merangkai senyum keluarga Indonesia 🙂
*operated by : rumah zakat*

~Dian Fitriah, Jakarta 17 Maret 2011~
*sumpah deh.. Ini mata udah kiyap-kiyep.. Sepertinya gagal untuk menyelesaikan tugas-tugas terlebih dahulu malam ini*